Chen Boda

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Chen Boda
陈伯达
1967-01 1966年毛泽东林彪周恩来陈伯达.jpg
Beijing, 1966. Kiri ke kanan: Mao Zedong, Lin Biao, Zhou Enlai dan Chen Boda selama era Revolusi Kebudayaan
Anggota Komite Tetap Politbiro Partai Komunis Tiongkok
Masa jabatan
1966–1970
Informasi pribadi
LahirChen Shangyu
29 July 1904 (1904-07-29)
Hui'an, Fujian
Meninggal dunia20 September 1989
Beijing
Partai politikPartai Komunis Tiongkok
Alma materUniversitas Sun Yat-sen Moskow
Chen Boda
Hanzi tradisional: 陳伯達
Hanzi sederhana: 陈伯达

Chen Boda (Hanzi: 陈伯达; Wade–Giles: Ch'en Po-ta; 1904–1989), adalah jurnalis Partai Komunis Tiongkok, profesor dan ahli teori politik yang berhasil naik ke tampuk kekuasaan sebagai kepala juru bahasa untuk mengejawantahkan Maoisme (atau "Pemikiran Mao Zedong") dalam 20 tahun pertama berdirinya Republik Rakyat Tiongkok.[1] Chen menjadi rekanan dekat Mao Zedong di Yan'an, pada akhir 1930-an, ia menyusun pidato dan esai teoretis serta mengatur propaganda komunisme.[2]

Setelah 1949, Chen memainkan peran utama dalam mengawasi media massa dan ideologi pada awal Revolusi Kebudayaan pada tahun 1966, Mao menyebutnya sebagai Ketua Kelompok Revolusi Kebudayaan dan mempercayakannya untuk membimbing gerakan massa baru. Namun, faham ultra-radikalnya dan juga hubungan dekatnya dengan Lin Biao akhirnya menyebabkan kejatuhannya pada tahun 1970.[1][2]

Setelah Revolusi Kebudayaan, ia diadili oleh pemerintah pasca-Mao karena dianggap telah berkolaborasi dengan Kelompok Empat.[3] Dia dijatuhi hukuman delapan belas tahun penjara, tetapi dibebaskan tidak lama kemudian karena alasan kesehatannya yang buruk. Dia meninggal pada 20 September 1989, di usia 85 tahun.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Chen Boda biography Britannica Concise Encyclopedia
  2. ^ a b c Guo Jian, Yongyi Song and Yuan Zhou, "Historical Dictionary of the Chinese Cultural Revolution", pp. 33-35, The Scarecrow Press, 2006
  3. ^ Meisner, M; Mao's China and After: A History of the People's Republic since 1949; Free Press (2006); p. 461