Lompat ke isi

Charlotte Brontë

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Charlotte Brontë
Potret karya George Richmond(1850, kapur di atas kertas)
Potret karya George Richmond
(1850, kapur di atas kertas)
Lahir(1816-04-21)21 April 1816
Thornton, Yorkshire, Inggris
Meninggal31 Maret 1855(1855-03-31) (umur 38)
Haworth, Yorkshire, Inggris
PemakamanSt Michael and All Angels' Church, Haworth
Nama pena
  • Lord Charles Albert Florian Wellesley
  • Currer Bell
PekerjaanNovelis, penyair, pengasuh
GenreFiksi, puisi
Karya terkenal
Pasangan
(m. 1854)
Orang tua
KerabatKeluarga Brontë
Tanda tangan

Charlotte Nicholls (nama gadis Brontë; 21 April 1816 – 31 Maret 1855), umumnya dikenal dengan nama gadisnya Charlotte Brontë (/ˈʃɑːrlət ˈbrɒnti/, umumya /-t/),[1] adalah seorang novelis dan penyair Inggris, dan merupakan kakak perempuan dari Emily, Anne dan Branwell Brontë. Dia paling dikenal karena novelnya Jane Eyre, yang pertama kali diterbitkan dengan nama samaran Currer Bell. Jane Eyre sangat sukses saat diterbitkan, dan sejak saat itu dikenal sebagai karya klasik dalam sastra Inggris.

Charlotte adalah anak ketiga dari enam bersaudara yang lahir dari Maria Branwell, putri seorang pedagang Cornish, dan Patrick Brontë, Seorang pendeta Irlandia. Maria meninggal ketika Charlotte baru berusia lima tahun, dan tiga tahun kemudian, Charlotte dikirim ke Clergy Daughters' School di Cowan Bridge di Lancashire, bersama ketiga saudara perempuannya, Maria, Elizabeth dan Emily. Kondisi di sekolah itu mengerikan, dengan seringnya terjadi wabah penyakit. Kedua kakak perempuan Charlotte jatuh sakit di sana dan meninggal tak lama kemudian di rumah; Charlotte mengaitkan kesehatannya yang buruk sepanjang hidupnya dengan masa tinggalnya di Cowan Bridge, dan kemudian menggunakannya sebagai model untuk Lowood School dalam Jane Eyre.

Pada tahun 1831, Charlotte menjadi murid di Sekolah Roe Head di Mirfield, tetapi pergi pada tahun berikutnya untuk mengajar saudara perempuannya, Emily dan Anne, di rumah. Pada tahun 1835, Charlotte kembali ke Roe Head sebagai guru. Pada tahun 1839, ia menerima pekerjaan sebagai pengasuh anak untuk sebuah keluarga setempat, tetapi berhenti setelah beberapa bulan.

Pada tahun 1842, Charlotte bergabung dengan Heger Pensionnat, sebuah sekolah berasrama putri di Brussels, sebagai seorang siswa, kemudian sebagai seorang guru, dengan harapan memperoleh keterampilan yang dibutuhkan untuk membuka sekolahnya sendiri. Namun, dia terpaksa pergi setelah jatuh cinta dengan kepala sekolah tersebut, Constantin Heger, seorang pria yang sudah menikah, yang menginspirasi karakter Rochester dalam Jane Eyre, dan novel pertama Charlotte, The Professor.

Charlotte, Emily, dan Anne kemudian mencoba membuka sekolah di Haworth, tetapi gagal menarik murid. Pada tahun 1846, para saudari tersebut menerbitkan kumpulan puisi dengan nama samaran Currer, Ellis, dan Acton Bell. Meskipun novel pertama Charlotte, The Professor, ditolak oleh penerbit, novel keduanya, Jane Eyre, diterbitkan pada tahun 1847, dan menuai pujian sekaligus kontroversi. Identitas asli para saudari itu terungkap pada tahun 1848, dan pada tahun berikutnya Charlotte dikenal di kalangan sastra London.

Pada tahun 1854, Charlotte menikah dengan Arthur Bell Nicholls, asisten pendeta ayahnya. Ia hamil tak lama setelah pernikahannya pada Juni 1854, tetapi meninggal pada 31 Maret 1855, kemungkinan karena tuberkulosis, meskipun ada bukti bahwa dia mungkin meninggal karena hyperemesis gravidarum, sebuah komplikasi saat kehamilan.

Kehidupan

[sunting | sunting sumber]

Charlotte lahir di Thornton, Yorkshire pada 1816 adalah anak ketiga dari enam bersaudara dari pasangan Patrick Brontë dan Maria Brontë. Maria Brontë meninggal karena kanker pada 15 September 1821. Pada bulan Agustus 1824, Charlotte dan ketiga saudaranya dikirim ke sekolah rohani khusus perempuan di Cowan Bridge, Lanchasire (yang ia sebut sebagai sekolah Lowood di Jane Eyre ). Kondisi yang miskin mempercepat kematian kedua kakaknya, Maria (lahir 1814) dan Elizabeth (lahir 1814) yang meninggal karena tuberkulosis pada Juni 1925, tak lama setelah Ayah mereka mengeluarkan mereka dari sekolah.

Di rumah di Haworth Parsonage, Charlotte dan anak-anak yang masih hidup lainnya — Branwell, Emily and Anne — mulai mencatat kehidupan dan perjuangan para penduduk kerajaan khayalan mereka. Charlotte dan Branwell menulis cerita Byronic tentang negara mereka - Angria - dan Emily dan Anne menulis artikel dan puisi tentang mereka - Gondal. Kisah yang rumit dan berbelit (dan masih ada di bagian manuskrip) memberikan mereka ketertarikan obsesif dalam masa kecil dan masa remaja awal, yang mempersiapkan mereka untuk panggilan sastra mereka pada masa dewasa.

Charlotte melanjutkan pendidikannya di Roe Head, Mirfield dari tahun 1831 sampai 1832, dimana ia bertemu dengan teman seumur hidup dan korespondennya, Ellen Nussey dan Mary Taylor. Dalam periode itu dia menulis novelnya The Green Dwarf (1833) di bawah nama pena Wellesley. Charlotte kembali sebagai guru dari tahun 1835-1838. Pada 1839, dia mengambil posisi sebagai pengasuh untuk beberapa keluarga di Yorkshire, karier yang ia kejar sampai 1841.

Pada 1842 ia dan Emily pergi ke Brussels untuk mendaftar di sekolah asrama yang dikelola oleh Constantin Heger (1809-1896) dan istrinya Claire Zoe Parent Heger (1814-1891). Sebagai balasan atas dibebaskannya dari biaya pendidikan, Charlotte mengajar bahasa Inggris dan Emily mengajar musik. Namun ini hanya berlangsung singkat saat Elizabeth Branwell, bibi mereka yang bergabung dengan keluarga setelah wafatnya ibu mereka untuk merawat anak-anak, meninggal karena obstruksi internal pada bulan Oktober 1842. Charlotte kembali sendirian ke Brussels pada Januari 1843 untuk mengambil jabatan mengajar di sekolah asrama. Kehidupan keduanya di asrama tidaklah menyenangkan ; ia menjadi kesepian, rindu rumah dan ia sangat terikat dengan Constantin Heger. Dia akhirnya kembali ke Haworth pada bulan Januari 1844 dan kemudian pengalamannya waktu di sekolah asrama digunakannya sebagai inspirasi bagi untuk novel The Profesor dan Villette.

Pada bulan Mei 1846, Charlotte, Emily dan Anne bersama-sama menerbitkan kumpulan puisi mereka di bawah nama samaran mereka Currer, Ellis dan Acton Bell. Meskipun hanya dua eksemplar yang terjual, ketiga kakak beradik tersebut terus menulis untuk publikasi dan memulai novel pertama mereka. Charlotte menggunakan nama "Currer Bell" ketika ia menerbitkan dua novel pertamanya.

Adik laki-laki Charlotte, Branwell, putra tunggal keluarga, meninggal karena bronkitis kronis dan Marasmus diperburuk oleh minuman keras pada bulan September 1848, meskipun Charlotte percaya kematiannya adalah karena TBC. Branwell juga diduga sebagai "pemakai opium", (yaitu pecandu Laudanum). Emily dan Anne masing-masing meninggal karena TBC di Desember 1848 dan Mei 1849.

Pada Juni 1854, Charlotte menikahi Arthur Bell Nicholls. Dan tak lama kemudian ia hamil. Pada periode ini kesehatannya menurun drastis dan menurut Gaskell, penulis bigrafinya yang paling awal, ia terserang oleh "sensasi mual dan pingsan yang terus berulang."[2] Charlotte meninggal bersama bayi di dalam kandungannya pada 31 Maret 1855, pada usia muda yakni 38 tahun. Ia meninggal karena diserang penyakit paru-paru (TBC), tetapi banyak penulis biografi yang mengatakan bahwa dia mungkin meninggal karena dehidrasi dan kekurangan gizi, yang disebabkan oleh muntah-muntah yang berlebihan yang disebabkan oleh kehamilannya. Ada juga bukti yang menunjukan bahwa Charlotte meninggal karena tifus yang tertular dari Tabitha Ackroyd, pembantu rumah tangga tertua keluarga Brontë, yang meninggal beberapa waktu sebelum Charlotte. Charlotte dimakamkan di pemakaman keluarga di Gereja St Michael and All Angels, di Haworth, West Yorkshire, Inggris.

The Life of Charlotte Brontë, biografi tentang Charlotte Brontë yang diterbitkan setelah kematiannya oleh Gaskell, adalah biografi pertama dari banyak biografi tentang Charlotte. Di dalam biografinya Gaskell menulis tentang rincian cinta Charlotte untuk Heger, pria yang sudah menikah. Gaskell juga memberikan informasi yang meragukan dan tidak akurat tentang Patrick Brontë, ia mengklaim, misalnya, bahwa Patrick tidak membiarkan anak-anaknya untuk makan daging. Hal ini disangkal oleh salah satu isi dari buku harian Emily Brontë, di mana ia menggambarkan sedang menyiapkan daging dan kentang untuk makan malam di rumahnya, seperti yang Juliet Barker tulis dalam biografi terbarunya, The Brontës. Juga ditemukan bahwa Charlotte menulis naskah sebanyak 20 halaman untuk sebuah bukunya, tetapi ia meninggal sebelum dia bisa menyelesaikannya; Clare Boylan menyelesaikannya pada tahun 2007 dengan Emma Brown: A Novel from the Unfinished Manuscript by Charlotte Brontë.

Bibliografi

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. As given by Merriam-Webster Encyclopedia of Literature (Merriam-Webster, incorporated, Publishers: Springfield, Massachusetts, 1995), p. viii: "When our research shows that an author's pronunciation of his or her name differs from common usage, the author's pronunciation is listed first, and the descriptor commonly precedes the more familiar pronunciation." See also entries on Anne, Charlotte and Emily Brontë, pp. 175–176.
  2. www.cnn.com" Real life plot twists of famous authors"

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]