Buletin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Buletin adalah publikasi (oleh organisasi) yang yang mengangkat perkembangan suatu topik atau aspek tertentu dan diterbitkan/ dipublikasikan secara teratur (berkala) dalam waktu yang relatif singkat (harian hingga bulanan).

Buletin ditujukan kepada khalayak yang lebih sempit, yang berkaitan dengan bidang tertentu saja. Tulisan dalam buletin umumnya singkat dan padat (mirip berita) di mana digunakan bahasa yang formal dan banyak istilah teknis berkaitan dengan bidang tersebut.

Desain, serta foto-foto atau ilustrasi dalam buletin umumnya formal. Pilihan ukuran penerbitan buletin biasanya adalah A4 (210 x 297 mm) atau eksekutif (7¼ x 10½ inci).

Untuk buletin yang terbit secara berkala dalam jangka waktu sedang (1-2 bulan), biasanya diterbitkan dengan jumlah halaman agak tebal (36-120 halaman)yang berisi tentang fara umainah.

Pengertian-Pengertian Buletin[sunting | sunting sumber]

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu: “Media cetak berupa selebaran atau majalah, berisi warta singkat atau pernyataan tertulis yang diterbitkan secara periodik oleh suatu organisasi atau lembaga untuk sekelompok profesi tertentu.”[1]

Adapun pengertian buletin yang tertera pada Oxford Advanced Learner’s Dictianory of Current English adalah sebagai berikut: “Buletin is official statement of news; printed sheet with official news or announcement.” (Buletin adalah sebuah pernyataan berita resmi; lembaran cetak yang berisi berita resmi atau pengumuman).[2]

Pengertian buletin secara umum menurut Widjaya adalah: “Salah satu media komunikasi visual yang berbentuk kumpulan lembaran-lembaran atau buku-buku diusahakan secara teratur oleh suatu organisasi atau instansi. Dan dalam buletin dimuat pernyataan-pernyataan resmi dan singkat bagi publik.”[3]

Fungsi Buletin[sunting | sunting sumber]

Menurut Onong U. Effendy, buletin sebagai media komunikasi yang berfungsi sebagai:

1. Menginformasikan (to inform) yaitu memberikan informasi kepada masyarakat, memberitahukan kepada masyarakat mengenai peristiwa yang terjadi, ide atau pikiran, dan tingkah laku orang lain. Serta segala sesuatu yang disampaiakn orang lain

2. Mendidik (to educate) yaitu sebagai sarana pendidikan, dengan komunikasi manusia dapat menyampaikan ide dan pikirannya kepada orang lain sehingga orang lain mendapatkan informasi dan pengetahuan

3. Mempengaruhi (to influence) yaitu fungsi mempengaruhi setiap individu yang berkomunikasi, tentunya dengan cara saling mempengaruhi jalan pikiran komunikandan lebih jauh lagi berusaha mengubah sikap dan tingkah laku komunikan sesuai dengan yang diharapkan.

4. Menghibur (to entertaint) yaitu komunikasi berfungsi untuk menyampaikan hiburan atau menghibur orang lain.[4]

Hubungan Buletin dan Komunikasi[sunting | sunting sumber]

Menurut Oemi abdurachman dalam bukunya “Dasar- Dasar Public Relations: “ Salah satu tugas dari seorang Humas adalah menyelenggarakan komunikasi yang bersifat persuasif dan informatif.”[5]

Komunikasi persuasif dan informatif dapat dilakukan salah satunya melalui brosur-brosur, surat-surat atau buletin. Dimana media tersebut dapat menyampaikan pesan kepada lebih orang dalam waktu yang singkat. Buletin adalah terbitan berkala yang dengan jangka waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan terbitan berkala ini adalah salah satu media informasi yang efektif.[6]

referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kamus Besar Bahasa Indonesia; Balai Pustaka, 1990;135
  2. ^ AS Hornby, 2000;115
  3. ^ Widjaja, 2002;83
  4. ^ Effendy,1990;8
  5. ^ Abdurachman,2001;32
  6. ^ Abdurachman,2001;34