Bom London 2005

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Berita televisi di BBC mengenai ledakan.

Daftar isi

Bom London 2005 adalah serangkaian pengeboman yang terjadi di jaringan transportasi umum di London, Britania Raya pada pagi hari 7 Juli 2005 saat jam-jam padat. Korban jiwa mencapai setidaknya 56 orang. Empat ledakan terjadi di tiga jalur kereta api bawah tanah dan sebuah bus di pusat kota London. Keempat ledakan tersebut diperkirakan dilakukan oleh teroris dan terjadi tepat pada saat konferensi G8 dibuka di Skotlandia pada sore hari sehari sebelumnya. London juga kebetulan terpilih sebagai penyelenggara Olimpiade 2012 sehari sebelumnya. Motif tepatnya masih belum diketahui pasti.[sunting | sunting sumber]

Kejadian ini merupakan serangan teroris terburuk kedua di Britania Raya pada masa pasca-Perang Dunia II sejak pengeboman pesawat Pan Am Penerbangan 103 pada tahun 1988 yang menelan sebanyak 270 korban jiwa.[sunting | sunting sumber]

Tempat ledakan[sunting | sunting sumber]

Diagram stasiun-stasiun yang terpengaruh ledakan.[sunting | sunting sumber]

Ledakan pertama terjadi pada pukul 08.51 pagi waktu London (07.51 UTC; 14.51 WIB) di Indonesia. Pada awalnya ledakan dikatakan sebagai akibat kerusakan gardu listrik di Aldgate East. Namun setelah ledakan lainnya terjadi, perkiraan ini pun berubah menjadi kemungkinan aksi terorisme.[sunting | sunting sumber]

Ledakan terjadi di (Sumber: BBC):[sunting | sunting sumber]

antara stasiun Aldgate East dan Liverpool Street (08.51 waktu London),[sunting | sunting sumber]

antara stasiun Russell Square dan King's Cross St. Pancras (08.56), Piccadilly Line (Jalur Piccadilly),[sunting | sunting sumber]

stasiun Edgware Road (09.17)[sunting | sunting sumber]

Selain itu, sebuah bus wisata dua-tingkat di Tavistock Square juga meledak di bagian atap pada pukul 09.47 waktu London.[sunting | sunting sumber]

Pasca-kejadian dan korban jiwa[sunting | sunting sumber]

Jatuhnya nilai indeks FTSE 100 pada pagi hari 7 Juli 2005.[sunting | sunting sumber]

Seluruh jaringan London Underground (kereta api bawah tanah) langsung ditutup dan orang-orang harus dievakuasi. Jalanan menuju stasiun banyak yang juga ditutup. Selain itu, jaringan bus di Zona 1 dan 2 turut ditutup.[sunting | sunting sumber]

Indeks saham FTSE 100 telah jatuh sebanyak 3 persen pada 09.30 pagi UTC, dan pasar-pasar di Jerman dan Perancis jatuh sekitar 2 persen. Mata uang Britania Raya, pound juga turut terpengaruh, jatuh sebesar 0,89 sen terhadap dolar AS - nilai terendah dalam 19 bulan.[sunting | sunting sumber]

Laporan resmi pemerintah menyatakan telah memastikan bahwa 56 orang telah meninggal, dan 700 lainnya luka-luka.[sunting | sunting sumber]

Perdana Menteri Britania Raya Tony Blair segera meninggalkan pertemuan G8 setelah mendengar kejadian tersebut. Mengenai kejadian ini, Blair menyebutnya sebagai kejadian "barbar" dan "cukup jelas bahwa ini... (merupakan) ...aksi terorisme."[sunting | sunting sumber]

Reaksi dunia[sunting | sunting sumber]

Ratu Britania, Elizabeth II, "sangat terguncang" oleh kejadian tersebut, dan menyampaikan simpatinya kepada seluruh rakyat yang terkena dampak serangan tersebut.[sunting | sunting sumber]

Pemerintah Indonesia melalui juru bicaranya, Marty Natalegawa menyatakan bahwa mereka "terhenyak mendengar aksi bom di kota London... (dan) ...mengutuk tindakan tersebut."[sunting | sunting sumber]

Paus Benediktus XVI menyebut serangan ini "tidak manusiawi" sementara Presiden AS, George W. Bush mengatakan bahwa "kami tidak akan tunduk kepada para teroris, dan akan menemukan mereka dan membawanya untuk diadili." Perdana Menteri Perancis, Dominique de Villepin menyebutnya "sebuah tragedi untuk Britania Raya."[sunting | sunting sumber]

Tanggung jawab[sunting | sunting sumber]

Berita televisi di Skynews mengenai ledakan.[sunting | sunting sumber]

Majalah Jerman, Der Spiegel melaporkan bahwa sebuah grup tak dikenal bernama "Organisasi Rahasia al-Qaida - Organisasi Jihad di Eropa" telah mengklaim tanggung jawab atas ledakan-ledakan tersebut. [1] Kelompok tersebut menghubungkan serangan ini dengan penempatan tentara Britania di Afganistan dan Irak.[sunting | sunting sumber]

Pelaku[sunting | sunting sumber]

Laporan-laporan media massa menyebut keempat orang berikut ini sebagai para pelaku, yang merupakan pengebom bunuh diri dan ikut tewas:[sunting | sunting sumber]

Hasib Hussain — 19 tahun, pengebom di bus, dari Colenso Mount, Leeds[sunting | sunting sumber]

Shehzad Tanweer — 22 tahun, pengebom di Aldgate, dari Colwyn Road, Leeds[sunting | sunting sumber]

Mohammad Sidique Khan — 30 tahun dan telah menikah serta mempunyai anak, pengebom di Edgware Road, dari Dewsbury, dekat Leeds[sunting | sunting sumber]

Jamal Lindsay — pengebom di Piccadilly, dari Aylesbury, Buckinghamshire[sunting | sunting sumber]

Bom 21 Juli 2005[sunting | sunting sumber]

Dua minggu setelah pengeboman pada 7 Juli, pada 21 Juli empat upaya pengeboman dilakukan di tiga kereta api bawah tanah dan sebuah bus, namun ledakan pada keempat kejadian ini hanyalah ledakan kecil dan tidak seorangpun meninggal dunia atau cedera.[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Serangan 11 September 2001[sunting | sunting sumber]

Bom Bali 2002[sunting | sunting sumber]

Bom Madrid, 11 Maret 2004[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Inggris) Berita dan foto-foto di Wikinews[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) "Serangan teror London tewaskan dua orang" (BBC Indonesia)[sunting | sunting sumber]

(Inggris) Laporan khusus BBC[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) "Ledakan di London - 2 Orang Tewas, Puluhan Luka" (detikcom)[sunting | sunting sumber]

(Inggris) "London Terror Attacks Kill at Least Eight, Cripple Transport" (Bloomberg)[sunting | sunting sumber]

(Inggris) Foto-foto di Wikipedia bahasa Inggris[sunting | sunting sumber]