Bobonaro

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bobonaro
Distrik
Bendera Bobonaro
Bendera
Peta Timor Leste yang menunjukkan Distrik Bobonaro
Peta Timor Leste yang menunjukkan Distrik Bobonaro
Koordinat: 8°55′S 125°15′E / 8.917°S 125.250°E / -8.917; 125.250
Negara Timor Leste
Ibu kotaMaliana
KotaAtabae, Balibo, Bobonaro, Cailaco, Lolotoi, Maliana
Luas
 • Total1.368 km2 (528 sq mi)
Peringkat luaske-5
Penduduk (2004)
 • Total83.034
 • Peringkatke-4
 • KepadatanBad rounding here61/km2 (Bad rounding here160/sq mi)
 • Peringkatke-7
Rumah tangga
 • Jumlah18.397 (per 2004)
 • Peringkatke-4
Zona waktuUTC+9
ISO 3166TL-BO
Sucos Bobonaro.png
Bobonaro cities rivers.png

Bobonaro (bahasa Portugis: Distrito Bobonaro) adalah salah satu dari 13 distrik administratif di lingkungan Timor-Leste. Merupakan distrik paling barat kedua di paruhan timur pulau ini. Penduduknya berjumlah 82.385 orang (Sensus 2004) dan luas wilayahnya 1.368 km². Sub-distrinya adalah Atabae, Balibó, Bobonaro, Cailaco, Lolotoi (juga dieja Lolotoe) dan Maliana. Pada masa Timor Portugis, distrik ini tetap sama. Namun ibu kotanya saat itu adalah Vila Armindo Monteiro, yang kini disebut Bobonaro.

Laut Sawu terletak di utara Bobonaro. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Liquiçá di timur lautnya, Kabupaten Ermera di sebelah timur, Kabupaten Ainaro di sebelah tenggara, dan Kabupaten Covalima di selatannya. Di sebelah barat terdapat Kabupaten Belu di bawah provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ibukota Bobonaro adalah kota terbesar keempat di Timor Leste, Maliana. Sejak 2004 penduduknya berjumlah 13.200 orang. Kota ini terletak pada 9.00° Lintang Selatan dan 125.22° Bujur Timur, 149 km di tenggara ibu kota nasional Dili. Kedua kota terbesar berikutnya di distrik ini adalah Aubá, dengan penduduk 6.700 orang; dan Lolotoi dengan populasi sebanyak 3.800 orang.

Distrik ini merupakan tempat tujuan populer di Timor Leste, karena gunung-gunung dan sumber air panasnya, tetapi mengalami banyak sekali kekerasan dalam perang demi kemerdekaan. Balibó, yang terletak sekitar 16 kilometer dari perbatasan Indonesia, diperkirakan oleh Human Rights Watch telah hancur 70% karena kekerasan kaum milisi sebelum referendum untuk kemerdekaan Timor Leste. Juga di sini terjadi pembunuhan terhadap lima orang wartawan yang berbasis di Australia (Balibo Lima) oleh pasukan-pasukan Indonesia pada 16 Oktober 1975 ketika Indonesia menyerbut masuk ke wilayah yang saat itu dikenal sebagai Timor Portugis

Selain bahasa resmi Bahasa Tetum dan Bahasa Portugis sebagian besar penduduk Bobonaro bisa berbicara dalam bahasa Melayu-Polinesia, yaitu Bunak dan Kemak, yang ditetapkan sebagai "bahasa-bahasa nasional" oleh konstitusi.