Balok (struktur)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Balok statis tertentu, lendutan disebabkan beban merata.

Balok merupakan elemen struktural yang utamanya memikul beban lateral. Beban-beban yang bekerja pada balok akan menghasilkan gaya reaksi pada titik tumpu/perletakan balok. Beban-beban yang bekerja juga akan menghasilkan gaya geser dan momen lentur pada balok, Efek total dari semua gaya yang bekerja pada balok menghasilkan gaya geser dan momen lentur pada balok, menimbulkan gaya dalam berupa tarikan dan tekanan, dan menimbulkan lendutan pada balok. Balok dapat berbeda-beda berdasarkan jenis perletakan, profil (bentuk potongan melintang), panjang, dan jenis materialnya.

Balok identik dengan bangunan atau elemen struktural teknik sipil, padahal setiap struktur seperti rangka mobil, komponen pesawat terbang, rangka mesin, dan lainnya mekanis atau sistem struktural lainnya menggunakan struktur balok yang dirancang dan dianalisis dengan cara yang sama yaitu untuk memikul beban lateral.

Ikhtisar[sunting | sunting sumber]

Secara historis balok dibuat menggunakan kayu berbentuk persegi. Ternyata balok juga dapat dibuat dengan logam, batu, atau kombinasi dari kayu dan logam seperti flitch balok. Balok dapat memikul beban vertikal gravitasi namun diutamakan untuk memikul beban horisontal (misalnya, beban akibat gempa atau angin atau tegangan sebagai tie beam atau (biasanya) tekanan sebagai collar beam). Beban-beban yang dipikul oleh balok disalurkan ke kolom, dinding, atau girder, yang kemudian disalurkan ke fondasi hingga akhirnya ke tanah. Dalam konstruksi rangka ringan, balok dapat bertumpu pada balok.


Klasifikasi berdasarkan perletakan.[sunting | sunting sumber]

Di bidang teknik, balok terbagi menjadi beberapa jenis:

  1. Perletakan sederhana - perletakan balok dapat berotasi dan tidak memikul momen
  2. Fixed - balok dengan perletakan jepit di kedua ujungnya yang dapat memikul momen
  3. Over hanging- balok sederhana dengan salah satu ujungnya melebihi titik perletakan
  4. Double overhanging - balok sederhana dengan kedua ujung melebihi titik perletakan
  5. Balok menerus - balok yang mempunyai lebih dari dua perletakan
  6. Kantilever- balok dengan satu perletakan jepit.
  7. Trussed- balok diperkuat dengan menambahkan kabel atau batang besi untuk membentuk rangka.