Bale Atu, Bukit, Bener Meriah
Bale Atu | |
|---|---|
| Negara | |
| Provinsi | Aceh |
| Kabupaten | Bener Meriah |
| Kecamatan | Bukit |
| Kode Kemendagri | 11.17.05.2001 |
| Luas | 1.234 km² |
| Jumlah penduduk | 1190 jiwa |
| Kepadatan | 1990 jiwa/ 1.234km² |
Desa Bale Atu merupakan salah satu kampung yang ada di kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, provinsi Aceh, Indonesia. Desa ini terdiri dari 4 dusun
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-145 Tahun 2022 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, dan Pulau tahun 2021
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Desa Bale Atu merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Secara historis, keberadaan Desa Bale Atu tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang masyarakat Gayo yang mendiami wilayah dataran tinggi Gayo. Kawasan ini sejak dahulu dikenal sebagai wilayah yang subur, berhawa sejuk, serta memiliki kondisi geografis yang mendukung kehidupan manusia, khususnya untuk aktivitas pertanian dan perkebunan. Pada masa awal terbentuknya, Desa Bale Atu berawal dari kelompok- kelompok kecil masyarakat yang membuka lahan permukiman di daerah perbukitan. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan keamanan, ketersediaan sumber air, serta kesuburan tanah. Masyarakat pada masa itu hidup secara sederhana dan bergantung sepenuhnya pada alam, dengan sistem pertanian tradisional dan pola kehidupan yang sangat menjunjung tinggi kebersamaan serta gotong royong.
Nama “Bale Atu” berasal dari bahasa Gayo, yang memiliki makna filosofis. Kata bale berarti rumah, balai, atau tempat berkumpul, sedangkan atu berarti batu. Secara historis, penamaan ini diyakini berkaitan dengan keberadaan sebuah bale atau balai adat yang dibangun di sekitar area berbatu. Bale tersebut berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial masyarakat, tempat musyawarah adat, pengambilan keputusan bersama, serta penyelesaian berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan kemasyarakatan. Batu-batu besar yang terdapat di sekitar wilayah tersebut juga menjadi penanda alami yang memperkuat identitas wilayah Bale Atu.
Dalam kehidupan sosialnya, masyarakat Desa Bale Atu sejak awal telah menerapkan sistem nilai adat Gayo yang berpadu erat dengan ajaran Islam. Adat dan agama menjadi dua unsur utama yang mengatur tatanan kehidupan masyarakat, mulai dari hubungan antarindividu, pembagian kerja, hingga penyelesaian konflik. Nilai-nilai seperti musyawarah, keadilan, kebersamaan, dan saling menghormati menjadi landasan utama dalam kehidupan bermasyarakat. Tradisi adat Gayo seperti rembug kampung dan kegiatan gotong royong masih terus dipertahankan hingga saat ini.
Geografi
[sunting | sunting sumber]Secara geografis batas-batas Desa Bale Atu adalah sebagai berikut:
a. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Bale Redelong/Hakim Tungul Naru.
b. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Hakim Tungul Naru/Tingkem Benyer.
c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Serule Kayu/Kute Kering/Blang Tampu.
d. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Karang Rejo/Pante Raya. Kondisi geografis ini mendukung aktifitas pertanian dan perkebunan terutama kopi, cabai, tomat, bawang.
Pemerintahan
[sunting | sunting sumber]Pemerintah Desa Bale Atu di pimpin oleh seorang reje (kepala desa). Reje yang menjabat saat ini adalah Darwin. Struktur pemerintahan Desa meliputi Sektretaris Desa, Kepala Seksi Pemerintahan, Kepala Urusan Keuangan, Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum, Operator desa, Kepala Dusun.
Demografi
[sunting | sunting sumber]Jumlah penduduk Desa Bale Atu berdasarkan data Desa adalah 1990 Jiwa yang terdiri dari
* 1016 laki-laki
* 974 Perempuan
Fasilitas
[sunting | sunting sumber]* Masjid
* meunasah
* Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK)
* Taman kanak kanak
* Sekolah Dasar (SD)
* Lapangan Bola Kaki
* Lapangan Bola Voli
* Posyandu
Ekonomi
[sunting | sunting sumber]Sebagian besar penduduk mengantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan perkebunan. Komoditas unggulan terdiri dari kopi, tomat, cabe, bawang dan sayuran lainnya. Aktivitas ekonomi didukung oleh kelompok usaha masyarakat, kelompok tani, dan kegiatan industri rumah tangga skala kecil
Sosial dan Budaya
[sunting | sunting sumber]Masyarakat Desa Bale Atu masih mempertahankan berbagai tradisi dan kegiatan sosial keagamaan seperti:
* Gotong Royong
* Majelis taklim
* kegiatan pengajian
* kenduri
Referensi
[sunting | sunting sumber]referensi
* Profil Desa Bale Atu - Dokumen resmi Sekretariat Desa
* Review RPJMG Desa Bake Atu Tahun 2025-2026