Anatahan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Anatahan
Anatahan aerial.jpg
Mariana Islands - Anatahan.PNG
Geografi
LokasiSamudra Pasifik
Koordinat16°21′5″N 145°40′43″E / 16.35139°N 145.67861°E / 16.35139; 145.67861
KepulauanKepulauan Mariana Utara
Luas33,9 km2
Panjang9 km
Lebar4 km
Titik tertinggi790 m
Pemerintahan
NegaraAmerika Serikat
PersemakmuranKepulauan Mariana Utara
Kependudukan
PendudukTidak berpenghuni (2010)
Erupsi Anatahan pada tahun 2003

Anatahan adalah sebuah pulau di Kepulauan Mariana Utara di Samudra Pasifik, dan memiliki satu gunung berapi paling aktif di kepulauan itu. Pulau ini tidak memiliki populasi apapun karena bahaya selalu hadir dari letusan gunung berapi. Meskipun awalnya pulau ini berpenghuni. Anatahan terletak 60 kilometer (32 nmi) barat laut dari pulau Farallon de Medinilla dan 120 km (65 nmi) sebelah utara kota Saipan. ibu kota Kepulauan Mariana Utara.

Anatahan
Anatahan aerial.jpg
Abu dari gunung Anatahan pada Juni 2005
Titik tertinggi
Ketinggian788 m (2.585 ft)
Koordinat16°21′N 145°40′E / 16.35°N 145.67°E / 16.35; 145.67
Geografi
LetakKepulauan Mariana Utara, Samudra Pasifik
Geologi
Jenis gunungStratovolcano
Letusan terakhir2007 – 2008

Geografi[sunting | sunting sumber]

Pulau Anatahan berbentuk elips, dengan panjang 9 kilometer (5,6 mi) dan lebar 4 km (2,5 mi) dan memiliki luas 339 km2 (131 sq mi). Pulau ini adalah puncak stratovolcano yang memiliki ketinggian 790 m (2.592 ft) di atas permukaan laut pada puncak tertingginya.

Bagian atas gunung ini adalah sebuah kaldera, dengan panjang 23 km (14 mi) yang dibagi ke dalam dua bagian yaitu timur dan barat, dengan bagian timur sekitar 250 m (820 ft) lebih rendah dari bagian barat. Pada bulan April 1990, penduduk pesisir barat pulau dievakuasi setelah sejumlah gempa dan aktivitas fumarol menunjukkan bahwa letusan mungkin terjadi, tapi tidak ada letusan terjadi saat itu. Sekumpulan gempa akhirnya terjadi lagi pada Mei 1992. Letusan Anatahan yang tercatat dalam sejarah pertama kali terjadi pada Mei 2003, ketika letusan membentuk kawah baru di dalam kaldera timur dan menyebabkan abu vulkanik setinggi 12 km (7,5 mi) yang mengakibatkan terganggunya perjalanan penerbangan yang menuju Saipan dan Guam.

Letusan terbaru terjadi pada tahun 2007, dan berlangsung hingga 2008.