Adenoid

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tonsil faringeal
Gray994-adenoid.png
Lokasi dari adenoid
Rincian
SistemSistem kekebalan (Sistem limfatik)
Pengenal
Latintonsilla pharyngea
MeSHA10.549.100
Dorlands
/Elsevier
t_13/12812454
TAA05.3.01.006
FMA54970
Terminologi anatomi

Adenoid Sama halnya seperti amandel, tonsil yang berada di belakang rongga hidung ini akan membesar di usia 3 tahun. Setelah itu harusnya mengecil dan makin lama menghilang. Kalau adenoid terus bekerja menyaring kuman, keadaannya akan tetap besar dan bisa menjadi sumber infeksi. Pada anak, kasus ini dapat berkembang menjadi hipertropi adenoid atau adenoid yang membesar sampai menutupi saluran hidung sehingga anak susah bernapas. Waspadalah bila dalam keadaan tidur anak sering mengorok dengan keras. Gangguan napas pun sering ditunjukkan dengan tidur gelisah, kerap terbangun, dan mimpi buruk. Secara fisik, anak yang mengalami hipertropi adenoid dapat dikenali dari wajahnya yang khas atau wajah adenoid (facies adenoid) dengan ciri:

  • mulutnya selalu terbuka
  • langit-langit mulut tumbuh cekung ke atas
  • gigi rahang atas maju ke depan

Akibat mulut yang selalu terbuka, kuman mudah masuk ke dalam tubuh sehingga infeksi mudah terjadi. Amandel pun harus bekerja keras sehingga ikut membesar.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]