Lompat ke isi

Abang None Jakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Abang None Jakarta
Jenis
  • Ajang pencarian duta
  • acara televisi
Organisasi indukDinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta
Markas besarJakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia
Wilayah untuk diwakiliJakarta Pusat
Jakarta Barat
Jakarta Utara
Jakarta Timur
Jakarta Selatan
Kepulauan Seribu
Edisi pertama1968
Edisi terkini2025
Pemegang gelar terkini
Pendiri
Usmar Ismail
BahasaBahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Bahasa Betawi
Situs webabnon-disparekraf.jakarta.go.id

Abang None Jakarta (bahasa Indonesia: Putra Putri Jakarta) adalah kontes pencarian duta pariwisata untuk DKI Jakarta yang digelar sejak tahun 1968. Acara ini bertujuan untuk mempromosikan pariwisata dan kebudayaan DKI Jakarta. Pemenang terpilih akan mendampingi Gubernur DKI Jakarta atau Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam acara pariwisata dan kebudayaan.

Penyelengaraan malam penobatan Abang None Jakarta 1972.

Latar belakang pembentukan Abang None Jakarta berkaitan dengan upaya transformasi Jakarta dari sebuah kota besar yang didominasi karakteristik pedesaan (The Big Village) menjadi kota metropolitan di bawah kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin. Pada tahun 1966, Ali Sadikin mencatat bahwa 78 persen dari 3,4 juta penduduk Jakarta merupakan pendatang. Hal ini memicu pembentukan berbagai wadah kesenian dan kebudayaan, seperti Badan Kerjasama Seni dan Budaya (BKS), Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), serta pembangunan Taman Ismail Marzuki (TIM) pada tahun 1968.

Pemilihan None Jakarta pertama kali digagas oleh tokoh perfilman Usmar Ismail dan dilaksanakan pada 22 Juni 1968, bertepatan dengan HUT Jakarta ke-441. Acara tersebut berlangsung di Miraca Sky Club, Sarinah, dan diikuti oleh 36 peserta. Riziani Malik terpilih sebagai None Jakarta pertama, diikuti oleh Linda Sjamsudin dan Connie Sutedja sebagai pemenang kedua dan ketiga, serta Dewi Motik sebagai pemenang harapan. Pada penyelenggaraan perdana ini, kategori pria belum diadakan. Pemenang mendapatkan berbagai hadiah, di antaranya piala dari PT Arafat, tiket ke Paris, dan peralatan rumah tangga.

Pada tahun 1969, peminat kontes meningkat hingga mencapai 150 pendaftar. Melalui seleksi ketat, terpilih 30 finalis dengan pemenang utama Masayu Nilawati Saleh. Seiring meningkatnya kebutuhan akan pendamping dalam tugas-tugas keprotokoleran pemerintah daerah, Badan Pengembangan Pariwisata Daerah (BAPPARDA) DKI Jakarta menginisiasi penambahan kategori pria pada tahun 1971. Pemilihan pasangan Abang dan None pertama kali diselenggarakan pada tahun tersebut, yang menetapkan Hamid Alwi sebagai Abang Jakarta 1971 dan Tjike Soegiarto sebagai None Jakarta 1971.[1]

Proses seleksi

[sunting | sunting sumber]

Ajang ini diselenggarakan secara berjenjang dimulai dari tingkat wilayah administratif, yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Setiap wilayah mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk berkompetisi di tingkat provinsi. Peserta harus melewati serangkaian proses seleksi dan karantina yang melibatkan penilaian di berbagai bidang kompetensi, antara lain sejarah dan budaya Betawi, pengetahuan umum terkait kebijakan pemerintah daerah, kepariwisataan, pemasaran, penguasaan bahasa asing, psikologi, serta etiket dan tata krama protokoler. Dalam struktur kompetisi, hanya peraih gelar Juara, Wakil I, dan Wakil II dari tingkat wilayah administratif yang berhak didelegasikan untuk berkompetisi kembali di tingkat Provinsi.

Penghargaan

[sunting | sunting sumber]

Sistem pemberian gelar dalam Abang None Jakarta dirancang untuk mengapresiasi kompetensi peserta berdasarkan akumulasi penilaian juri serta kategori atributif tertentu. Penentuan pemenang dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat wilayah kota administratif hingga tingkat provinsi.

Utama
  • Juara Abang dan None Jakarta
  • Wakil I Abang dan None Jakarta
  • Wakil II Abang dan None Jakarta
Harapan
  • Harapan I Abang dan None Jakarta
  • Harapan II Abang dan None Jakarta
  • Harapan III Abang dan None Jakarta
Atribut
  • Juara Favorit
  • Juara Persahabatan
  • Juara Berbakat

Edisi dan daftar pemenang

[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah daftar edisi dan para pemenang Abang None Jakarta.

Tahun Pemenang Tanggal Lokasi Peserta Ref.
Abang None
2025 David Leon Bijlsma
(Jakarta Timur)
Farel Larasati
(Jakarta Pusat)
26 September Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat 36 [2]
2024 Muhammad Hafidz
(Kepulauan Seribu)
Aliya Nissa Thaib
(Jakarta Barat)
20 September Jakarta Concert Hall, iNews Tower, Jakarta Pusat [3]
2023 Muhammad Aqlyn Fahdhia Athana
(Jakarta Selatan)
Lady Sarah Karjana
(Kepulauan Seribu)
7 September Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta Selatan [4]
2022 Andika Pratama
(Jakarta Pusat)
Zaida Jameela Heinrich
(Kepulauan Seribu)
2 September [5]
2021 Tidak diselenggarakan akibat pandemi Covid-19
2020
2019 Muhammad Abror
(Jakarta Timur)
Melliza Xaviera Putri Yulian
(Jakarta Selatan)
12 Juli Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat 36 [6]
2018 Muhammad Syaeful Mujab
(Jakarta Timur)
Athalla Hardian
(Jakarta Selatan)
27 Juli The Hall, Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan [7]
2017 Ade Gandha Kurnia Tandra
(Jakarta Utara)
Karina Syahna
(Jakarta Selatan)
17 Juli Grand Ballroom, Hotel Pullman, Jakarta Pusat [8]
2016 Taufik Hidayat
(Jakarta Timur)
Yasmine Kurnia
(Kepulauan Seribu)
5 Agustus The Hall, Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan [9]
2015 Kevin Emeraldi
(Jakarta Barat)
Muthia Khanza
(Jakarta Pusat)
14 Agustus [10]
2014 Zulfikri Arif
(Kepulauan Seribu)
Vina Andhiani Muliana
(Jakarta Selatan)
30 Agustus Plaza Monumen Nasional, Jakarta Pusat [11]
2013 Dio Aufa Handoyo
(Jakarta Selatan)
Delicia Gemma Syah Marita
(Jakarta Utara)
3 Juli [12]
2012 Muhammad Taufik Effendi
(Jakarta Utara)
Afiffa Mardhotillah
(Jakarta Selatan)
3 Juli Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat [13]
2011 Bambang Aditya Warman
(Jakarta Selatan)
Nila Veronica
(Jakarta Pusat)
29 Juli Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat [14]
2010 Agatha Pradana
(Jakarta Pusat)
Poetri Monalia D.
(Jakarta Pusat)
29 Juli Istora Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat [15]
2009 Ahmad Murtadho
(Jakarta Barat)
Wimmy
(Jakarta Utara)
15 Juli Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat [16]
2008 Medha Satyarengga
(Jakarta Pusat)
Million Sekarsari
(Jakarta Barat)
4 Juli [17]
2007 Iwan Sukmawan
(Jakarta Selatan)
Andara Rainy Ayudini
(Jakarta Timur)
31 Juli
2006 Ahmad Gamal
(Jakarta Pusat)
Sussy Kusumawardhani
(Jakarta Barat)
23 Juni [18]
2005 Andrie Djarot
(Jakarta Pusat)
Hayu Sayektiningati
(Kepulauan Seribu)
Juli [19]
2004 Imam Priyono Rizka Ismalia Putri
(Jakarta Pusat)
N/A N/A
2003 Bima P. Sastranegara Melvina Kusumaindria 8 Agustus
2002 Mochamad Muska Nataliansyah Orchida Ramadhania
(Jakarta Pusat)
N/A N/A
2001 Ronni Ardhianto
(Jakarta Timur)
Rahma Alia
(Jakarta Selatan)
2000 Arya Wishnuardi Natasya Ken Hapsari
1999 Erlangga Hanando Seto Valerina Novita Daniel
(Jakarta Timur)
1998 Leonard Abdul Aziz Dessy Ilsanty Syarif
1997 Rizqi Indrawan Garnasih Aseanti
1996 Mochamad Rizky Trini Agustini
1995 Cucu Ahmad Kurnia
(Jakarta Barat)
Fifi Aleyda Yahya
(Jakarta Barat)
11 Agustus Taman Museum Fatahillah, Jakarta Barat 30
1994 Ario Pramadhi Deivy Zulyanti Nasution N/A N/A
1993 Agus Subianto
(Jakarta Utara)
Maudy Koesnaedi
(Jakarta Utara)
13 Agustus
1992 Ivan Fadilla
(Jakarta Pusat)
Venna Melinda
(Jakarta Barat)
N/A
1991 Ismail Indira Sudiro
1990 Firdausi Thabrani
(Jakarta Timur)
Lula Kamal
(Jakarta Pusat)
7 Agustus Puri Agung, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat
1989 G. A. Indrayadi Andri Sentanu N/A N/A N/A
1988 Ferry Abdullah Rommy Triana
1987 Arno Kerma Putra Luna Laxito
1986 Khairil Lakmono Rieke Sari Prahasti
1985 Rachmad Deswandy Yunita Ayu Kemala
1984 Saiful Bakti Ranni Rubianti Abdullah
1983 Irwansyah Evara Ratih Sanggarwati
1982 Mardanus Hasmoro Putri Andajani
1981 Ahmad Rully Rozal Sylviana Murni
1980 Rizal Imam Gantah Aprilin Indah
1979 Ghazali Abbas Adan Sylvia Aprilia Hasan
1978 Yan Hendrawan Gina Adriana
1977 Zeith Almassawa Chintia Syahroni
1976 Toto Ismunandar Yos Chaidir Masri
1975 Ahmad Bastian Ibrahim Winny Kandow
1974 Harry Wibowo Rita Ibrahim
1973 Benyamin Saleh Nunun Sarwono
1972 Sofwan Djaja Hamzah Yos Nasution
1971 Hamid Alwi Tjike Soegiarto
1970 Ida Herawaty Abdy
1969 Masayu Nilawati Saleh
1968 Reziani Malik 22 Juni Miraca Sky Club, Gedung Sarinah, Jakarta Pusat 36 [1]

Peran dan alumni

[sunting | sunting sumber]

Tugas utama Abang None Jakarta meliputi aspek protokoler, seperti mendampingi gubernur dalam acara resmi kenegaraan dan penyambutan tamu mancanegara, serta peran sebagai duta wisata dalam kegiatan promosi ke luar negeri. Selain itu, mereka bertindak sebagai representasi generasi muda dalam mensosialisasikan program pembangunan kota. Para alumni dari ajang ini tergabung dalam organisasi Ikatan Abang None Jakarta (IANTA), yang berfungsi sebagai wadah koordinasi profesional bagi para lulusan yang kini berkarier di berbagai sektor, termasuk media, pemerintahan, dan industri kreatif.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 "Sekilas Sejarah Abang None Jakarta". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-03-22. Diakses tanggal 2015-08-19.
  2. Aulia, Dea Duta. "David Leon Bijlsma & Farel Larasati Resmi Jadi Abang None Jakarta 2025". detiknews. Diakses tanggal 2026-01-04.
  3. Karyati, Anita (2024-09-21). "Hafidz dan Aliya Dinobatkan Jadi Abnon Jakarta 2024". Berita Jakarta. Diakses tanggal 2025-01-04.
  4. "Siapa Saja Pemenang Abang None Jakarta 2023? Ini Daftarnya". CNN Indonesia. 2023-09-08. Diakses tanggal 2025-12-25.
  5. Ogara, Yudha Peta (2022-09-03). "Andika dan Zaida Terpilih Jadi Abang None Jakarta 2022". Berita Jakarta. Diakses tanggal 2025-12-25.
  6. "Ini Daftar Pemenang Pemilihan Abnon Jakarta 2019 dan Abnon yang Sukses Jadi Artis Terkenal". Wartakotalive.com. 2019-07-13. Diakses tanggal 2025-12-25.
  7. Simanjuntak, TP Moan (2018-07-28). "Muhammad Syaeful Mujab dan Athala Hardian Dinobatkan Jadi Abnon Jakarta 2018". Berita Jakarta. Diakses tanggal 2025-12-25.
  8. Windarto (2017-07-17). "Ade Ghanda Kurnia dan Karina Syahna, Abnon Jakarta 2017". Jakarta Review (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-25.
  9. Pardede, Veynindia Esaloni. "Malam Final Pemilihan Abang None Jakarta 2016 Resmi Dibuka". detikhot. Diakses tanggal 2025-12-25.
  10. harry (2015-08-16). "Kevin Emaraldi dan Mutia Khanza Terpilih Sebagai Abang-None Jakarta 2015". Jakartakita.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-25.
  11. "Ini Dia Pemenang Abang-None DKI Jakarta 2014". detiknews. 2014-08-31. Diakses tanggal 2025-12-25.
  12. Junida, Ade Irma (2013-07-04). "Jokowi umumkan pemenang Abang-None Jakarta 2013". Antara News. Diakses tanggal 2025-12-25.
  13. Zhairisma, Rizqi (2012-07-06). "Foto Abang None Jakarta 2012 Bersama Gubernur DKI". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2025-12-25.
  14. "Inilah Abang-None Jakarta 2011". Kompas.com. 2011-07-30. Diakses tanggal 2025-12-25.
  15. "Abnon Jakarta 2010". Antara News. 2010-07-30. Diakses tanggal 2025-12-25.
  16. "Abang None Jakarta Jadi Duta Anti Narkoba". Antara News. 2009-07-12. Diakses tanggal 2025-12-25.
  17. "Medha dan Milly Jadi Abang None Jakarta 2008". Kompas.com. 2008-07-05. Diakses tanggal 2025-12-25.
  18. "Jakarta Barat Dominasi Abang None 2006". KapanLagi.com. 2006-06-24. Diakses tanggal 2025-12-25.
  19. "Grandfinal Abang None Jakarta 2005". detikhot. Diakses tanggal 2026-01-04.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]