Wirosari, Grobogan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Wirosari
Kecamatan
Locator Kecamatan Wirasari ing Kabupaten Grobogan.png
Peta lokasi Kecamatan Wirosari
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Grobogan
Pemerintahan
 • Camat -
Luas - km²
Jumlah penduduk -
Kepadatan - jiwa/km²
Desa/kelurahan -
Pamong praja pribumi di Wirosari pada tahun 1920.

Wirosari adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

Desa/kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Dapurno
  2. Dokoro
  3. Gedangan
  4. Kalirejo
  5. Karangasem
  6. Kropak
  7. Kunden
  8. Mojorebo
  9. Sambirejo
  10. Tambahrejo
  11. Tambakselo
  12. Tanjungrejo
  13. Tegalrejo
  14. Wirosari

Geografis[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan memiliki relief daerah pegunungan kapur dan perbukitan serta berada pada ketinggian yang berbeda-beda seperti Wirosari sebelah selatan memiliki ketinggian sekitar 50 meter di atas permukaan air laut dengan kelerengan 0°- 8°. Untuk wilayah Wirosari sebelah utara memiliki ketinggian antara 50 -100 meter di atas permukaan laut dengan kelerengan 8° - 15.

Dilihat dari Peta Kabupaten Grobogan, Kecamatan Wirosari teletak di bagian timur Kabupaten Grobogan. Kira-kira jarak antara Purwodadi dengan Wirosari sekitar 20 Km. Detail peta Kecamatan ini dapat ditelusuri melalui Google Maps, atau silakan klik disini.

Adapun potensi di wilayah Kecamatan ini meliputi Pertanian (padi, jagung, kedelai), Produksi (genteng, batu bata, kerajinan tangan), sebagaimana terlihat pada aspek umum di bawah ini.

Wirosari berasal dari 2 suku kata,'Wiro'= sosok/ seseorang yang mempunyai kelebihan kekuatan dan kedudukan. 'Sari'= kandungan yang paling penting dan berguna. Wirosari= sebuah tempat dimana terdapat banyak tokoh/orang yang mempunyai ilmu, kekuatan dan kedudukan yang penting dan mereka sebagai inti dari proses pemerintahan dan kemasyarakatan.

Berawal dari Babat Wirosari, dahulu bernama Wiroto, sejaman dengan Kerajaan Majapahit, seiring dengan perpindahan kekuasaan ke tangan Kerajaan Demak dan Mataram, maka wilayah Wiroto menjadi nama Wirosari, dengan iringan do'a agar tanah ini menjadi makmur.

Kecamatan Wirosari sebagaimana kecamatan lain di Grobogan terbentuk bersama-sama dengan terbentuknya Kabupaten Grobogan yaitu berdasarkan UU No. 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten di lingkungan Propinsi Jawa Tengah.

Secara administratif Kecamatan Wirosari terdiri dari 14 Desa, 498 RT, dan 93 RW dengan ibukota berada di Kelurahan Wirosari. Kecamatan ini mempunyai luas 154.30 Km2 dengan jumlah penduduk pada Tahun 2009 sebanyak 91.893 jiwa, sebagaimana tabel di bawah ini.

Aspek umum[sunting | sunting sumber]

Tahun 2009, Produksi pertanian terbesar di Kecamatan ini adalah komoditas padi yang mencapai 53.898 ton, di antara produksi pertanian yang lain. Produksi padi di kecamatan ini mencapai 7,59% dari total produksi di Kabupaten Grobogan yang mencapai 710.091 ton.

Produksi perikanan dari produksi perairan umum lebih tinggi dibandingkan kolam, yang mencapai 54.932 Kg. Sementara produksi dari kolam mencapai 12.202 Kg. Sedangkan untuk peternakan cukup besar, jumlah ternak kambing mencapai 15.415 ekor, sapi potong mencapai 18.027 ekor.

Industri yang berkembang masih didominasi industri rumah tangga yang mencapai 1.184 unit, industri kecil mencapai 116 unit. Sedangkan untuk industri besar dan sedang belum berkembang di kecamatan ini. Selanjutnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.