Teori gen egois

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bagian dari seri Biologi mengenai
Evolusi
Primate skull series.png
Pengenalan
Mekanisme dan Proses

Adaptasi
Hanyutan genetika
Aliran gen
Mutasi
Seleksi alam
Spesiasi

Riset dan sejarah

Bukti
Sejarah evolusi kehidupan
Sejarah
Sintesis modern
Efek sosial
Teori dan fakta
Keberatan / Kontroversi

Bidang

Kladistika
Genetika ekologi
Perkembangan evolusioner
Evolusi manusia
Evolusi molekuler
Filogenetika
Genetika populasi

Portal Biologi ·

Teori gen egois atau teori seleksi gen adalah teori yang menyatakan bahwa evolusi berlangsung melalui seleksi dan kompetisi antar gen yang meningkatkan frekuensi alel yang efek fenotipnya berhasil membuatnya direplikasi.[1] Pendukung sudut pandang ini berargumen bahwa karena karakteristik diwariskan dari generasi ke generasi hanya melalui gen, maka seleksi alam dan evolusi sebaiknya dilihat dari sudut pandang gen.

Lawan dari sudut pandang ini adalah sudut pandang organisme yang diterapkan oleh para biolog dulu. Pendukung teori gen egois menyatakan bahwa sudut pandang organisme tak mampu menjelaskan fenomena seperti altruisme dan konflik antar genom, yang dapat dijelaskan melalui perspektif gen.

Teori gen egois dikembangkan oleh W. D. Hamilton,[2][3][4] Colin Pittendrigh[5] dan George C. Williams.[6] Teori ini kemudian dipopulerkan oleh Richard Dawkins dalam bukunya The Selfish Gene (1976)[7] dan The Extended Phenotype (1982).[8]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Dawkins, Richard (2006), The Selfish Gene (ed. 3), Oxford University Press, hlm. 88, ISBN 978-0-19-929115-1 
  2. ^ Hamilton, W. D. (1963). "The evolution of altruistic behavior". The American Naturalist 97 (896): 354–356. doi:10.1086/497114. 
  3. ^ Hamilton, W.D. (1964). "The genetical evolution of social behaviour I". Journal of Theoretical Biology 7 (1): 1–16. doi:10.1016/0022-5193(64)90038-4. PMID 5875341. 
  4. ^ Hamilton, W.D. (1964). "The genetical evolution of social behaviour II". Journal of Theoretical Biology 7 (1): 17–52. doi:10.1016/0022-5193(64)90039-6. PMID 5875340. 
  5. ^ Pittendrigh, C.S. (1958). "Adaptation, natural selection and behavior". In Roe, A.; Simpson, G. G. Behavior and evolution. Yale University Press, USA. 
  6. ^ Williams, G.C. (1966). Adaptation and Natural Selection. Princeton University Press, USA. 
  7. ^ Dawkins, R. (1976). The Selfish Gene. Oxford University Press, Oxford, UK. ISBN 0-19-286092-5. 
  8. ^ Dawkins, R. (1982). The Extended Phenotype. Oxford University Press, Oxford, UK. ISBN 0-19-288051-9. 

Bacaan lanjut[sunting | sunting sumber]