Tarekat
| Artikel ini adalah bagian dari seri Islam |
|---|
| Rasul |
Nabi Muhammad SAW . |
| Kitab Suci |
Al-Qur'an . |
| Rukun Islam |
| 1. Syahadat · 2. Salat · 3. Zakat 4. Puasa · 5. Haji |
| Rukun Iman |
| Iman kepada: 1. Allah 2. Malaikat · 3. Kitab Allah ·4. Rasul 5. Hari Akhir · 6. Qada & Qadar |
| Tokoh Islam |
| Muhammad SAW Nabi & Rasul · Sahabat Ahlul Bait |
| Kota Suci |
| Mekkah · & · Madinah |
| Kota suci lainnya |
| Yerusalem · Najaf · Karbala Kufah · Kazimain Mashhad ·Istanbul · Ghadir Khum |
| Hari Raya |
| Idul Fitri · & · Idul Adha |
| Hari besar lainnya |
| Isra dan Mi'raj · Maulid Nabi Asyura |
| Arsitektur |
| Masjid ·Menara ·Mihrab Ka'bah · Arsitektur Islam |
| Jabatan Fungsional |
| Khalifah ·Ulama ·Muadzin Imam·Mullah·Ayatullah · Mufti |
| Hukum Islam |
| Al-Qur'an ·Hadist Sunnah · Fiqih · Fatwa Syariat · Ijtihad |
| Manhaj |
| Salafush Shalih |
| Mazhab |
| 1. Sunni: Hanafi ·Hambali Maliki ·Syafi'i |
| 2. Syi'ah: Dua Belas Imam Ismailiyah·Zaidiyah |
| 3. Lain-lain: Ibadi · Khawarij Murji'ah·Mu'taziliyah |
| Lihat Pula |
| Portal Islam |
| Indeks mengenai Islam |
|
|
Tarekat (Bahasa Arab: طرق, transliterasi: Tariqah) berarti "jalan" atau "metode", dan mengacu pada aliran kegamaan tasawuf atau sufisme dalam Islam. Ia secara konseptual terkait dengan ḥaqīqah atau "kebenaran sejati", yaitu cita-cita ideal yang ingin dicapai oleh para pelaku aliran tersebut. Seorang penuntut ilmu agama akan memulai pendekatannya dengan mempelajari hukum Islam, yaitu praktik eksoteris atau duniawi Islam, dan kemudian berlanjut pada jalan pendekatan mistis keagamaan yang berbentuk ṭarīqah. Melalui praktik spiritual dan bimbingan seorang pemimpin tarekat, calon penghayat tarekat akan berupaya untuk mencapai ḥaqīqah (hakikat, atau kebenaran hakiki).
Daftar isi |
[sunting] Arti tarekat
Kata tarekat berasal dari bahasa Arab thariqah, jamaknya tharaiq, yang berarti: (1) jalan atau petunjuk jalan atau cara, (2) Metode, system (al-uslub), (3) mazhab, aliran, haluan (al-mazhab), (4) keadaan (al-halah), (5) tiang tempat berteduh, tongkat, payung (‘amud al-mizalah).
Menurut Al-Jurjani ‘Ali bin Muhammad bin ‘Ali (740-816 M), tarekat ialah metode khusus yang dipakai oleh salik (para penempuh jalan) menuju Allah Ta’ala melalui tahapan-tahapan/maqamat.
Dengan demikian tarekat memiliki dua pengertian, pertama ia berarti metode pemberian bimbingan spiritual kepada individu dalam mengarahkan kehidupannya menuju kedekatan diri dengan Tuhan. Kedua, tarekat sebagai persaudaraan kaum sufi (sufi brotherhood) yang ditandai dengan adannya lembaga formal seperti zawiyah, ribath, atau khanaqah.
Bila ditinjau dari sisi lain tarekat itu mempunyai tiga sistem, yaitu: sistem kerahasiaan, sistem kekerabatan (persaudaraan) dan sistem hirarki seperti khalifah tawajjuh atau khalifah suluk, syekh atau mursyid, wali atau qutub. Kedudukan guru tarekat diperkokoh dengan ajaran wasilah dan silsilah. Keyakinan berwasilah dengan guru dipererat dengan kepercayaan karamah, barakah atau syafa’ah atau limpahan pertolongan dari guru.
Pengertian diatas menunjukkan Tarekat sebagai cabang atau aliran dalam paham tasawuf. Pengertian itu dapat ditemukan pada al-Thariqah al-Mu'tabarah al-Ahadiyyah, Tarekat Qadiriyah, Tarekat Naksibandiyah, Tarekat Rifa'iah, Tarekat Samaniyah dll. Untuk di Indonesia ada juga yang menggunakan kata tarekat sebagai sebutan atau nama paham mistik yang dianutnya, dan tidak ada hubungannya secara langsung dengan paham tasawuf yang semula atau dengan tarekat besar dan kenamaan. Misalnya Tarekat Sulaiman Gayam (Bogor), Tarekat Khalawatiah Yusuf (Suawesi Selatan) boleh dikatakan hanya meminjam sebutannya saja.
[sunting] Empat tingkatan spiritual
Kaum sufi berpendapat bahwa terdapat empat tingkatan spiritual umum dalam Islam, yaitu syari'at, tariqah, haqiqah, dan tingkatan keempat ma'rifat yang merupakan tingkatan yang 'tak terlihat'. Tingkatan keempat dianggap merupakan inti dari wilayah hakikat, sebagai esensi dari seluruh tingkatan kedalaman spiritual beragama tersebut.
-
- Silsilah Tarekat di Cirebon
- Tarekat Syatariyah: Silsilah ini berasal dari Naskah[1] Tarekat Syatariyah Ratu Raja Fatimah Sami dari Keraton Kanoman Cirebon ialah Muhammad Rosulullah SAW, Sayidina Ali bin Abi Thalib, Sayidina Husen As-Syahid, Sayidina Zaenal Abidin, Imam Muhammad Baqir, Imam Jafar Al-Shodiq, Abu Yazid Al-Basthomi, Syekh Muhammad Maghrobi, Syekh Abu Yazid Al-Isyqi, Qutub Mudhofar Maulana Rummy Al-Thusi, Abi Hasan Al-Harqqni, Syekh Hudaqulimawuinahar, Sayidina Muhammad Arif, Syekh Abdullah As-Syatori, Imam Qodli Syatori, Syekh Hidayatullah Sarmasi, Syekh Haji Hushuri, Sayid Muhammad Ghaust, Sayid Wajihuddin Al-Ulwi, Sayid Shighotullah ibnu Ruhullah, Sayidina Abi Muwahab Abdullah Ahmad bin Ali, Syekh Ahmad bin Muhammad Al-Madani alias Syekh Ahmad Qusasi, Syekh Abdurrauf bin Ali Hamzah Fanshuri Al-Singkli, Syekh Haji Abdul Muhyi Pamijahan, Syekh Abdullah Pamijahan, Syekh Muhammad Hasanuddin Pamijahan, Kiai Muhammad Sholeh Kertabasuki Cirebon [2], Kiai Mas Muhammad Arjen yang menjadi Pengulu di Keraton Kanoman Cirebon, Ratu Raja Fatimah Sami binti Kanjeng Gusti Sultan Anom.[3]
[sunting] Tarekat-tarekat di dunia
Berikut ini adalah tarekat-tarekat tradisional yang utama:
[sunting] Lihat pula
[sunting] Pranala luar
- THARIQAT 'ALAWIYYAH
- THARIQAT QADIRIYYAH
- THARIQAT NAQSABANDIYYAH
- THARIQAT SYADZILIYYAH
- THARIQAT SANUSIYYAH
- THARIQAT MAULAWIYYAH
- THARIQAT NURMUHAMMADIYYAH
- THARIQAT KHIDIRIYYAH
- THARIQAT AHADIYYAH
- THARIQAT SUHRAWARDIYYAH
- THARIQAT KUBRAWIYYAH
- THARIQAT KHALWATIYYAH
- THARIQAT CHISTIYYAH
- THARIQAT NI'MATULLAHI
- THARIQAT RIFA'IYYAH
- THARIQAT WALISONGO
- [http://pesambanganjati.com TAREKAT DI CIREBON
