Ronaldowati

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Ronaldohadi
Format Drama
Pembuat Rapi Films
Pemeran Lihat di Bawah
Negara  Indonesia
Jumlah episode ±100
Produksi
Durasi 100 tahun
Siaran
Saluran asli TPI
Periode siaran Senin, 25 Februari 2008–Jum'at , 11 Juli 2008
Kronologi
Dilanjutkan oleh Ronaldowati Babak Dua

Ronaldohadi adalah sinetron yang menceritakan hadu Cs. yang jago bermain bola. Tayang setiap hari pukul 18.00 WIB. di TPI

Tokoh[sunting | sunting sumber]

  • Wati dimainkan Nona Than sakinah
  • Romlah dimainkan Anne Ara – Ibu Wati
  • Bang Rojak dimainkan Syahrul Fauzi
  • Ceking dimainkan Omo Kucrut – Dapat berlari secepat kilat
  • Rin Bom Bom dimainkan oleh Adis – Dia sering dihina oleh Ceking kudanil.
  • Mat Gondorng dimainkan Kaganangan – Dia orangnya rakus dan memiliki kekuatan dikepalanya
  • Rimbi dimainkan Alhan – Bisa melakukan gerakan kapuera dan orang kaya.
  • Ustad Adi dimainkan Agus Kuncoro.
  • Iwan dimainkan oleh Baron Yusuf Siregar.

Episode[sunting | sunting sumber]

Episode 1[sunting | sunting sumber]

Wati (Nona Than Sakinah) yang ingin bermain sepak bola dengan kakaknya mendapatkan pelecehan karena dirinya wanita. Yang awalnya Wati senang karena berhasil memasukkan bola menjadi sedih karena ditolak untuk bergabung dengan tim sepakbola kakaknya. Akhirnya Wati memutuskan untuk mengubah penampilannya mengikuti Ronaldo. Ibu Wati, Romlah (Anne Rara) sempat kaget melihat perubahan penampilan Wati yang tiba-tiba. Iwan (Baron Y.S.) kesal melihat penampilan Wati yang memalukan dirinya. Namun berbeda dengan teman wanita Iwan, Dina (Delima Pilong), yang terlihat simpati melihat Wati.

Wati yang awalnya sedih kembali bersemangat ketika Bang Rojak (Syahrul Fauzi), Hansip kampung, memberinya semangat. Dina tanpa sengaja melihat apa yang dilakuakan oleh Wati untuk menolong Kong Ali. Dina mengajak Wati untuk mencari teman yang akan dijadikan teman satu timnya. Mereka melihat Ceking (Omo Kucrut) yang dapat berlari secepat kilat dan juga Rin Bombom (Adis) yang dapat menangkap makanannya kembali dengan cepat setelah dikerjai oleh teman-temannya. Kemudian mereka juga bertemu dengan Mat Gondrong Tomy Kaganangan yang memiliki kekuatan dikepalanya, dan terakhir Wati Cs bertemu dengan Rimbi (Alhan) yang memiliki kemampuan gerakan capuira.

Mpok Siti (Imas Tamborin) berusaha mencari perhatian Ustad Adi (Agus Kuncoro) yang ingin mengunjungi Mpok Romlah. Ustad Adi dan Mpok Siti kaget melihat penampilan Wati yang baru. Mpok Siti sempat cemburu melihat keakraban Ustad Adi dengan Romlah. Dina dan Wati yang sempat patah semangat saat mendaftar turnamen, akhirnya bersemangat saat melihat kehadiran rekan-rekan pilihannya dan juga dukungan Ustad Adi. Ustad Adi berusaha sabar untuk melatih bola untuk tim Wati Cs. dan hasilnya cukup baik, bahkan tendangan Wati menimbulkan gempa dikampungnya. Sempat terjadi perkelahian antara Mpok Siti dan Mpok Romlah yang memperebutkan Ustad Adi, begitupula dengan tim Wati Cs yang ditantang oleh Iwan Cs untuk mendapatkan lapangan tempat berlatih. Diawal pertandingan Wati Cs mengalami kegagalan karena tim Iwan Cs curang dalam permainan, namun dipertandingan penentuan Wati Cs berhasil mengimbangi permainan Tim Iwan Cs.

Episode 2[sunting | sunting sumber]

Wati Cs berhasil mengalahkan Tim Iwan Cs dengan keahliannya, namun mereka kecewa karena pelatih Tim Iwan Cs mencurangi waktu pertandingan. Dengan terpaksa Tim Wati Cs melayani pertandingan penentuan, dan sesuai dugaan Tim Wati Cs, Tim Iwan Cs merencanakan niat jahat untuk memenangkan pertandingan. Tim Wati Cs kecewa karena dapat dikalahkan oleh Tim Iwan Cs. Terjadi kesalah pahaman yang membuat Mpok Siti cemburu mendengar Ustad Adi membacakan puisi untuk Mpok Romlah.

Wati yang sempat patah semangat mendapat dorongan dari Ustad Adi yang menyadarkan dirinya tentang cita-cita dan kinginannya.Iwan kecewa dengan pelatihnya yang telah membentuk Tim Inti, sedangkan mereka ditempatkan sebagai cadangan. Iwan bergabung dengan Tim Wati Cs menantang Tim Inti yang baru dibuat oleh mantan pelatihnya untuk bertanding memperebutkan tempat untuk berlatih. Dina yang ingin menyaksikan pertandingan tersebut dilarang oleh Mpok Siti. Tim Wati Cs merasa kehilangan Dina yang selalu memberikan mereka semangat. Tim Wati Cs kaget menghadapi Tim lawan yang memiliki kekuatan yang melebihi mereka.

Episode 3[sunting | sunting sumber]

Wati Cs sedih mereka kalah dalam pertandingan pertama, Ustad Adi berusaha menyemangati Tim-nya. Wati Cs berharap kehadiran Dina untuk menyemangati mereka. Dina berhasil mengakali ibunya dan pergi melihat pertandingan Wati Cs. Wati Cs bersemangat ketika mereka mulai kedatangan suporter yang dibawa oleh Dina. Kehadiran Nyak Romlah dan Cs-nya membuat Tim Wati Cs dapat menngimbangi skor.

Mantan pelatih Iwan merencanakan sesuatu untuk mengalahkan Tim Wati Cs. Setiap bola dikuasai oleh Wati Cs, mantan pelatih Iwan memberikan peringatan. Berkat tindakan Bang Rojak terhadap mantan pelatih Iwan, Wati Cs berhasil mengalahkan Tim Lawan.

Wati sekelas dengan tim sepak bolanya. Mereka kaget karena langsung menghadapi ujian. Akhirnya Wati Cs membuat contekan di kepala Wati, namun usaha mereka ketahuan oleh Ibu Marpaung yang kemudian memberi hukuman pada Wati Cs. Akhirnya Ustad Adi mengajarkan Wati Cs untuk berhasil dalam ujian ulangan. Apa yang dilakukan Ustad Adi tidak sia-sia karena Wati Cs berhasil medapatkan nilai bagus.

Ada gangguan yang tiba-tiba menimpa warga termasuk Mpok Siti akibat bola yang tiba-tiba datang entah dari mana dan membuat mereka menyangka semua ini ulah Wati. Wati kaget mendengar tudingan mereka, karena merasa tidak berbuat apa-apa.

Episode 4[sunting | sunting sumber]

Wati hanya bisa menangis dimarahi semua orang, untunglah Ustad Adi datang membelanya. Ustad Adi mengumpulkan Wati Cs untuk mencari pelaku yang telah mencemarkan nama baik Wati di mata warga. Akhirnya Wati Cs melakukan penyelidikan dan melihat kalau mantan pelatih Iwan-lah pelakunya.

Mantan pelatih Iwan kaget karena aksinya ketahuan oleh warga, yang kemudian menghakiminya. Rimbi mengundang Wati Cs datang ke pesta ulang tahunnya yang dibuat oleh ibunya. Teman-teman Rimbi sempat mengusili badut-badut pesta, Tompel dan Cepot. Tanpa diketahui oleh orang tua Rimbi ternyata badut-badut itu berniat menculik Rimbi. Namun Badut-badut itu salah sasaran dengan menculik Mat Gondrong.


Mat Gondrong hanya bisa menangis dan Wati Cs juga kaget mengetahui kalau Mat Gondrong diculik. Penculik Mat Gondrong merasa kewalahan menyekapnya, sedangkan Wati Cs meminta bantuan Ustad Adi untuk mencari Mat Gondrong. Apa yang dikhawatirkan Wati Cs terhadap kondisi Mat Gondrong justru sebaliknya, penculik merasa kewalahan menghadapi Mat Gondrong yang doyan makan. Bahkan Mat Gondrong merasa senang karena kebutuhan semuanya disediakan oleh penculik.

Ustad Adi dan WAti Cs menelusuri kejadian awal hingga hilangnya Mat Gondrong, mereka mencurigai keberadaan Badut-badut yang tidak diundang oleh orang tua Rimbi. Tompel dan Cepot stress dengan ancaman Mat Gondrong yang tidak ingin dikembalikan ke orang tuanya dan meminta sejumlah barang. Wati Cs dan Ustad Adi yang sedang menelusuri tempat penyewaan kostum badut tidak berhasil mendapat informasi, namun Rin Bombom tanpa sengaja bertemu dengan Tompel salah satu badut yang pernah dilihatnya diacara pesta ulang tahun Rimbi.

Episode 5[sunting | sunting sumber]

Wati Cs yang mengenali Tompel berhasil menangkapnya dan menanyakan tempat Mat Gundul disekap. Wati Cs dan Ustad Adi kaget melihat Mat Gundul menikmati penculikan dirinya. Ustad Adi mengingatkan Wati Cs tentang pertandingannya melawan Tim Pandawa. Tanpa disengaja WAti Cs ,elihat kemampuan yang ditunjukan oleh Tim Pandawa yang sedang bertanding.

Keputusasaan Wati menghadapi Tim Pandawa hilang karena semangat dari ibunya. Wati Cs mendapat dukungan penuh dari orang tua dan warga lain untuk bertanding melawan Tim Pandawa. Walau sempat grogi, namun karena semangat yang diberikan oleh Dina membuat mereka menjadi bersemangat. Wati yang sempat berpapasan dengan Tim Pandawa kaget, karena Yudhistira membela dirinya dari Bima.

Wati merasa gugup dalam pertandingan dan dia sering melakukan kesalahan yang seharusnya tidak dilakukannya. Yuhistira juga menegur Bima yang terlihat sombong dalam pertandingan. Iwan menyemangati Wati untuk bias bermain bagus, walaupun mereka sempat kalah di babak pertama.

Di pertandingan selanjutnya Wati Cs bermain dengan semangat dan dapat mengimbangi nilai. Namun di pertengahan pertandingan gerakan Arjuna sempat menghipnotis Wati Cs hingga gawang mereka kebobolan. Namun di detik terakhir pertandingan WAti Cs mencurahkan semua kemampuannya untuk bisa mengimbangi nilai Tim Pandawa.

Episode 6[sunting | sunting sumber]

Bola yang ditendang Wati berhasil dihalau oleh Yudhistira, namun berkat Iwan bola kembali terarah ke gawang hingga nilai mereka imbang. Di perpanjangan waktu baik Wati Cs dan Tim Pandawa sama-sama mencurahkan kemampuannya. Pertahanan Wati yang hamper kebobolan dapat diredam oleh Rin Bombom yang ternyata memiliki kekuatan meredam kekuatan tendangan Yudhistira. Dan serangan balik yang dilakukan Wati tidak dapat dibendung oleh Tim Pandawa hingga akhirnya kemenangan ada pada Tim Wati Cs.

Ustad Adi sempat stress menghadapi warga yang berebut untuk bias diwawancarai. Di luar dugaan Wati Cs, ada kerbau marah melihat syal yang dikenakan oleh Mpok Siti berkat Wati Cs, Kerbau tersebut dapat dilumpuhkan. Wati Cs bangga karena semua warga mengelu-elukan mereka.

Ustad Adi mengingatkan Wati Cs untuk berlatih untuk menghadapi Tim kampong sebelah, namun Wati Cs masih merasa bangga dengan hasil yang mereka dapat. Dan disaat pertandingan dilakukan, mereka baru menyadari kekuatan Tim lawan yang di pimpin Dul. Tim Dul lebih tangguh dari Tim Wati Cs. Ustad Adi hanya tersenyum melihat Wati Cs kewalahan menghadapi ketinggalannya dari Tim Dul. Akhirnya kekalahan dialami oleh Tim WAti CS.

Ustad Adi mengingatkan Wati Cs akan kekuatan dan kelemahan yang harus dijaga. Wati Cs menyadari kesalahannya dan berusaha untuk memperbaiki kesalahan mereka. Ustad Adi mengajarkan Wati Cs untuk berlatih bola dengan mata tertutup. Walaupun awalnya mengalami kegagalan, akhirnya Wati Cs dapat menguasai latihan yang diberikan oleh Ustad Adi. Wati Cs mengikuti turnamen dan Wati Cs kaget mengetahui lawan yang telah diketahuinya dan membuat mereka kalah telak. Tim Andromeda pimpinan Dul Koplo. WAti CS terlihat gugup melihat Tim Andromeda.

Episode 7[sunting | sunting sumber]

Wati CS yang merasa telah berlatih baik beranggapan mampu menghadapi Tim Andromeda, namun di luar dugaan mereka ternyata Tim Andromeda tahu taktik yang digunakan Wati Cs. Apa yang dipelajari oleh Wati Cs tidak mengubah penampilan mereka dan Tim Andromeda berhasil mengecoh Wati Cs dengan taktik barunya.

Merasa ketinggalan angka Wati CS sempat putus asa, namun Ustad Adi mengakali Wati CS untuk dapat menggunakan instingnya dengan baik. Berbekal kaca mata hitam Wati Cs melanjutkan pertandingan. Akhirnya Wati Cs dapat menyusul angka, bahkan memenangkan pertandingan.

Kampung Wati dihebohkan oleh orang yang mencuri di kampung mereka dan sempat membuat Ustad Adi kesal terlebih melihat surat dari sang maling yang memperkenalkan diri sebagai maling kondang. Beberapa warga telah kehilangan sejumlah barang-barangnya.

WArga kampung meminta Bang Rojak untuk memperketat penjagaan. MAling Kondang juga mengambil barang kesayangan Wati, akhirnya teman-teman Wati berniat menangkap maling kondang dan mendapatkan kembali barang kesayangan Wati.

Mereka memancing kedatangan maling dengan sandal baru milik Ceking, namun mereka lengah hingga akhirnya sandal dapat diambil oleh maling kondang. Wati Cs mengejar maling yang berlari kearah rumah kosong. WAti Cs terpancing untuk memasuki rumah kosong namun di luar dugaan mereka rumah tersebut terkunci dari luar.

Episode 8[sunting | sunting sumber]

Wati Cs terkurung dalam rumah kosong tersebut, untunglah tanpa sengaja Bang Rojak berhasil menemukan Wati Cs. Wati Cs sedih tidak diperbolehan mencari keberadaan Maling Kondang oleh Bang Rojak. Tanpa diduga Wati Cs ada tim tak dikenal menantang Tim Wati Cs untuk bertanding bola didekat rumah tua. Wati Cs ingin menyelidiki orang yang menantangi tim mereka. Wati Cs berhasil meringkus Dul Kemplo yang berusaha menakut-nakuti mereka, namun Dul Kemplo bukanlah orang yang mengirimkan mereka surat tantangan tersebut. Wati Cs menemukan tempat penampungan hasil kejahatan maling kondang di rumah tua, namun mereka terjebak oleh komplotan Maling Kondang. Wati Cs membuat rencana untuk dapat membebaskan diri dari sekapan Maling Kondang. Wati Cs dapat meloloskan diri bahkan Maling kondang Cs berhasil diringkus mereka. Tertangkapnya Maling Kondang membuat nama Wati Cs jadi terkenal.

Mpok Siti dan Romlah bersaing dan saling cari perhatian di depan Ustad Adi, namun Ustad Adi tidak menanggapi keduanya. Wati dititipi surat oleh Bang Rojak, namun Wati kaget dan terlihat khawatir setelah diam-diam membaca isi surat tersebut.

Episode 9[sunting | sunting sumber]

Wati Cs senang mendengar mereka akan di shooting karena berhasil menangkap Maling Kondang. Wati membayangkan bertemu dengan Ronaldo dan mendapat semangat darinya. Rin Bombom dan Mat Gondrong memanfaatkan semua makanan yang tersedia hingga habis.

Sutradara dan Astrada yang awalnya putus asa untuk menjalani shooting, menjadi lega ketika Wati Cs mengeluarkan kemampuannya secara alami. Romlah datang ke lokasi shooting dan terkejut bertemu dengan artis idolanya. Romlah merasa tersanjung dengan pujian artis idolanya. Romlah dan Mpok Siti bersaing untuk mendapat peran, akhirnya Romlah berhasil mendapatkan peran setelah keduanya di casting.

Romlah membayangkan dirrnya menjadi artis dan berniat untuk pindah rumah, hal ini menjadi beban bagi Wati dan Iwan karena harus meninggalkan Tim sepakbolanya. Di luar dugaan Iwan dan Wati, Romlah menggagalkan dirinya untuk menjadi artis. Wati Cs dan Ustad Adi membagikan rezekinya untuk anak panti asuhan. Dipanti asuhan Wati Cs mendapat tantangan untuk bertanding dengan anak-anak panti. Ternyata salah satu anak perempuan yang menyamar dengan penampilan laki-laki memeiliki kemampuan yang luar biasa. Malam hari, ceking dikagetkan oleh suara gaduh dari luar rumahnya, dan dia kaget melihat apa yang ditemuinya di luar rumahnya.

Episode 10[sunting | sunting sumber]

Ceking kaget menyangka Rin Bombom adalah maling. Dan Ceking kaget karena Rin Bombom yang pergi dari rumahnya.Ceking kewalahan dengan kehadiran Rin Bombom di rumahnya.

Wati Cs mencoba untuk mengingatkan kalau tindakan Rin Bombom salah dengan pergi dari rumahnya. Namun teguran mereka justru membuat Rin Bombom Kesal dan tidak ingin bermain bola lagi. Di pertandingan Rin Bombom kesal dan ingin mencari perhatian penonton, namun tindakannya justru gawangnya kebobolan. Rin Bombom yang kecewa akhirnya didekati oleh Tim Buldozer, lawan main Tim Wati Cs.

Karena rayuan Tim Buldozer, Rin Bombom merasa tersanjung dan mau mengikuti keinginan mereka. Walaupun ibunya telah memberikan arahan, Rin Bombom tetap bergabung dengan Tim Buldozer. Kekecewaan terlihat diwajah Wati Cs, apalagi permainan Tim Buldozer kasar. Disatu kesempatan Wati berhasil membawa bola ke gawang Rin Bombom, namun dia ragu untuk menendang bola ke gawang Rin Bombom.

Episode 11[sunting | sunting sumber]

Langkah Wati untuk memasukkan bola ke gawang Rin Bombom dapat dihalau Rin Bombom. Wati merasa kecewa karena tidak berhasil bahkan ketika Rin Bombom menghina dirinya. Wati Cs sempat diingatkan oleh Ustad Adi untuk tetap memenangkan pertandingan. Dan Rin Bombom mendengar semua pembicaraan Wati Cs dengan Ustad Adi yang masih menyayangi dirinya.

Rin bombom yang menyadari kesalahannya mencoba menyemangati kmebali Wati Cs, namun Komeng tidak menyukai tindakan Rin Bombom. Dengan usaha keras Wati CS berhasil memasukkan bola ke gawang Rin BomBom. Komeng Cs sangat mengandalkan Rin Bombom untuk memenangkan pertandingan. NAmun usaha keras Wati Cs tidak sia-sia setelah mereka berhasil mengelahkan Komeng Cs dengan keahlian mereka.

Wati Cs memberi pelajaran pada Komeng yang memarahi Rin Bombom. Ceking kaget dengan persiapan pesta sunatan yang dibuat oleh ibunya. Ceking merasa belum siap dan ketakutan menghadapi sunat tersebut. Ustad Adi dan Iwan membantu Ibu Ceking untuk merayu Ceking agar mau disunat.

Melihat mantra sunat mirip dengan orang seram yang ada dalam bayangannya membuat Ceking melarikan diri, tidak mau disunat. Berkat Ustad Adi yang mengakali Ceking. Akhirnya Ceking berhasil disunat tanpa Ceking sadari. Wati Cs kedatangan Tim sekolah Excel yang semua anggotanya anak-anak Bule. Dan Wati Cs sempat kaget dengan kekuatan tendangan dari salah satu anggota Tim Excel yang sempat membuat jala gawang rusak.

Episode 12[sunting | sunting sumber]

Ketika Wati Cs menguji ketangkasan Ricky Cs, ternyata Tim sekolah Excel memiliki taktik yang terarah bahkan sempat membuat Ceking tak terkontrol larinya, hal ini membuat Wati Cs kewalahan. Wati Cs sempat mendengar teman-teman sekolah mereka pesimis, Wati Cs meminta saran Ustad Adi untuk menghadapi Tim sekolah Excel.

Baik Wati maupun Dina sempat kesal dengan kegenitan ibunya yang ingin menemui pelatih Tim sekolah Excel. Di tiap pertandingan yang diadakan Tim sekolah Excel dapat mengalahkan dengan mudah Tim sekolah Wati. Ketika semangat Tim sekolah Wati menurun, Wati kembali menyemangati ketika pertandingan puncak adalah sepakbola. Semangat teman-teman Wati membuat Wati Cs lebih bersemangat.

Di pertandingan Tim sekolah Excel sempat menguasai pertandingan dengan kekuatan yang dimiliki Joe yang dapat menghentikan waktu. Namun berkat semangat dari Ustad Adi, Wati Cs dapat menguasai pertandingan dan tidak dikuasai oleh Ricky Cs. Bahkan ketika menit terakhir pertandingan kedua, Wati yang sempat mengalami cedera memaksakan dirinya untuk melakukan tendangan bebas.

Episode 13[sunting | sunting sumber]

Wati mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melakukan tendangan bebas, dan akhirnyaberhasil menyarangkan bola ke gawang lawan. Ricky Cs yang sudah kehabisan tenaga merasa kewalahan menghadapi serangan Wati Cs yang semangat dan berhasil memenangkan pertandingan. Melihat perhatian Romlah. Wati Cs ingin memberikan sesuatu dihari ulang tahunnya. Wati Cs berusaha mengumpulkan uang untuk membeli hadiah,bahkan sampai mereka bekerja di proyek bangunan. Kepala proyek yang awalnya meremehkan Wati Cs kaget ketika Wati Cs membuktikan keahlian dan kekuatan mereka. Kerja keras Wati Cs membuahkan hasil yang cukup lumayan untuk mereka membeli hadiah untuk Romlah.

Namun di tengah jalan mereka bertemu seorang pengemis dan Wati Cs tidak tega hingga akhirnya memutuskan memberikan semua uang yang mereka punya. Ustad Adi terenyuh melihat sikap baik Wati Cs dan diam-diam membelikan kue untuk ulang tahun Romlah. Romlah merasa senang karena semua mengingat ulang tahunnya. Bahkan pengemis yang ditolong oleh Wati Cs pun datang dengan membawa hadiah sebuah mesin cuci. Ternyata nenek tersebut adalah orang kaya yang ingin membuktikan pada cucunya kalau masih ada orang baik didunia ini.

Disaat Wati Cs latihan, bola mereka masuk kedaerah larangan. Mereka tidak berani untuk masuk, dan Wati Cs akhirnya menyuruh Mat Gondrong untuk mau mengambil bola. Disaat akan mengambil bola itu Mat Gondrong kaget dengan sesuatu yang berada disemak-semak.

Episode 14[sunting | sunting sumber]

Ternyata Mat Gondrong dikejar seekor kambing, kambing itu terus mengejar dan menyerang Mat Gondrong yang ketakutan bahkan sempat pingsan karena pantatnya disruduk kambing. Wati Cs ikut dalam persami disekolah. Wati Cs kaget karena Ustad Adi menjadi pembina mereka. Mereka berharap lebih leluasa dengan mengenal Ustad Adi. Ternyata Ustad Adi tidak membedakan siapapun dan memberikan hukuman pada Wati Cs walaupun telah dikenalnya.

Tanpa diketahui peserta Persami terjadi pencurian lukisan, dan para penjahat itu menyimpan lukisa didekat lokasi perkemahan. Selalu menerima hukuman Wati Cs sempat kesal dengan Ustad Adi. Tanpa sengaja WAti Cs menemukan tanda barang yang dicuri oleh para pencuri. Mpok Siti dan Mpok Romlah yang ingin melihat kegiatan anak-anak mereka kesal melihat tingkah teman Ustad Adi, Ibu Inem, yang terlihat genit.

Wati Cs menemukan lukisan yang dikubur oleh para pen curi, Gembol dan Gembul. Namun tindakan Wati Cs diketahui oleh Gembol dan Gembul, yang kemudian mengejar mereka. Wati Cs baru menyadari kalau mereka telah menemukan lukisan yang diambil oleh para pencuri dari Museum. Wati Cs membuat beberapa jebakan untuk dapat meringkus Gembol dan Gembul. Ustad Adi khawatir karena Wati belum kembali ke tendanya. Akhirnya Wati Cs dapat meringkus Gembol dan Gembul. Namun disaat mereka ingin menggiring Gembol dan Gembul, Mat Gondrong terdorong dan terperosok ke dalam jurang.

Episode 15[sunting | sunting sumber]

Wati Cs lengah karena berusaha menolong Mat Gondrong, hingga Gembol dan Gembul. Kehadiran Ustad Adi akhirnya dapat menyelamatkan Mat Gondrong. Wati Cs dan Ustad Adi berusaha mencari Gembol dan Gembul yang ternyata terjebak oleh jebakan yang mereka buat.

Mereka berharap Ustad Adi akan memberikan hadiah istimewa pada mereka, namun kenyataan hukuman yang mereka terima. Wati Cs merasa bosan dengan perhatian yang diberikan orang tua mereka. Mereka berniat mencari cara agar hidup mereka tidak membosankan setiap paginya. Mereka berniat untuk menukar posisi mereka dan juga bertukaran ibu masing-masing.

Episode 16[sunting | sunting sumber]

Terjadi perselisihan antara Mpok Siti dan Mpok Romlah, yang kemudian dilerai oleh Ustad Adi. Baik Mok Siti dan Mpok Romlah mempersiapkan diri untuk berlomba dalam joget dangdut. Mat Gondrong dan Ceking yang baru kali pertama ke Mall, terlihat norak. Bahkan mereka takut untuk naik Lift.

Sedangkan Rin Bombom terpancing untuk merasakan makanan disalah satu counter makanan tanpa sepengetahuan Wati, Iwan dan Rimbi. Mat Gondrong dan Ceking masih dikejar satpam Mal karena telah merusak salah satu counter. Ceking dan Mat Godrong sibuk menghadapi masalah yang mereka hadapi, bahkan ketika datang Mpok Siti dan Dina.

Mpok Romlah bertemu dengan seorang pria bernama Agus dan sempat membuatnya terpana. Namun lamunan Romlah hilang ketika dia dipanggil pihak keamanan. Kedatangan Agus membebaskan Rin Bombom, Ceking dan Mat Gondrong dari tuntutan pihak Mall. Bahkan Romlah merasa tersanjung ketika Agus memberikan pakaian yang sempat dilihatnya. Wati terlihat tidak suka melihat keakraban Agus dengan Romlah.

Mpok Siti dan Mpok Romlah sempat kesal ketika melihat pakaian mereka model dan warnanya sama. Dipertandingan persaingan ketat antara Mpok Siti dan Mpok Romlah membuat acara pertunjukkan hamper berantakan kalau saja Ustad Adi tidak kembali melerai.

Wati masih terlihat sedih memikirkan hubungan Agus dengan ibunya, bahkan sempat memarahi teman-temannya karena menyinggung nama Agus. Kekesalan Wati memuncak ketika melihat kehadiran Agus dirumahnya. Wati Cs merasakan kesedihan hati Wati dan berusaha untuk membantu Wati untuk menjauhi Agus dengan ibunya.

Episode 17[sunting | sunting sumber]

Wati Cs membuat kejutan dan membuat Agus dan Romlah sempak kaget, bahkan Wati Cs mendapat bantuan Bang Rijak yang menyamar menjadi Waria. Bang Rojak yang ingin membantu Wati Cs dipukuli oleh Mpok Siti yang merasa pakaiannya telah diambil oleh Bang Rojak. Akhirnya salah satu rencana Mat Gondrong berhasil mempermalukan Agus di depan Romlah. Romlah baru tahu apa yang dilakukan oleh Wati Cs terhadap Agus.

Ceking terkena ulahnya sendiri dengan lem yang digunakannya hingga menempel dengan Rin Bombom. Hingga akhirnya Ustad Adi mengetahui hal itu dan memberikan saran pada Wati Cs. Ucapan Ustad Adi membuat Wati merasa bersalah dan berharap bisa mengungkapkan perasaannya kepada ibunya.

Romlah tidak kuasa menolak keinginan Wati yang bersedia memiliki pengganti ayahnya. Namun setelah bertemu Agus justru Romlah menolak lamaran Agus, hal ini membuat Wati Cs gembira.

Mat Gondrong merasa dirinya mengalami hari yang sial, hal itu terlihat ketika tanpa sengaja dia membuat semua orang mengalami rentetan kesialan yang dibuatnya. Wati Cs menolong seorang wanita korban penjambretan. Ceking berhasil meringkus salah satu penjambret, namun Mat Gondrong mengalami kesialannya kembali disaat akan meringkus penjambret lainnya. Ternyata wanita yang dijambret adalah seorang peramal dan sempat mengingatkan Mat Gondrong tentang kesialannya. Mat Gondrong sempat meremehkan peringatan tersebut, hingga sebuah becak yang melaju kencang brjalan kearahnya.

Episode 18[sunting | sunting sumber]

Mat Gondrong tertabrak becak dan mengambil alih kemudi becak sedangkan tukang becak menjadi penumpang. Mat Gondrong tidak dapat menguasai kendaraannya dan membuat masalah diberbagai tempat. Wati Cs tidak tega melihat Mat Gondrong didakwa karena ketidaksengajaannya orang-orang. Mengetahui penjelasan Wati Cs akhirnya mereka justru tertarik untuk diramal. Mpok Romlah dan Mpok Siti yang diramal merasa senang akan bertemu jodoh mereka, namun berbeda dengan Bang Rojak yang sedih karena diramal akan meninggal lebih cepat. Mpok Romlah dan Mpok Siti kaget dengan kehadiran Bang Rojak ditempat yang ditunjuk sang peramal. Bang Rojak yang merasa ramalan dirinya benar memutuskan untuk melawan seekor kerbau. Mengetahui ramalan tersebut salah, Bang Rojak ingin membatalkan niatnya, namun kerbau itu sudah terlanjur mengamuk mengerjarnya. Untunglah Wati Cs dapat mengatasi kerbau tersebut.

Wati Cs yang bosan dengan pelajaran yang dibawakan Bu Inem mencoba mengakali, namun mereka akhirnya ketahuan dan menerima hukuman. Wati Cs menggunakan kekuatan mereka untuk menyelesaikan hukuman secepatnya. Selesai mnyelesaikan hukuman, Ceking dan Mat Gondrong asyik bermain bola, bola menghantam kaca ruang kepala sekolah dan piala-piala yang tersimpan di dalamnya.

Episode 19[sunting | sunting sumber]

Wait Cs akhirnya memutuskan kabur tanpa mereka tahu Bu Inem melihat semua kejadian tersebut. Wati Cs yang sepakat untuk berbohong akhirnya menyerah setelah Ustad Adi memberikan sebuah pelajaran penting tentang kejujuran.

Sempat Wati Cs khawatir ketika kepala sekolah menanyakan kejadian tersebut, namun Wati Cs kaget melihat pembelaan Bu Inem kepada mereka. Akhirnya dengan terpaksa Wati Cs mengakui perbuatan mereka. Mat Gondrong yang awalnya senang dengan hadiah yang dijanjikan oleh kepala sekolah karena kejujurannya, akhirnya lemas mengetahui dirinya harus menjalani hukuman.

Wati Cs mendapat hadiah dari Kong Ali karena telah membantu panen buahnya. Mat Gondrong kembali dikerjai oleh Wati Cs dalam sebuah permainan, namun beruntung Mat Gondrong bertemu gadis manis seusianya yang bernama Tari. Mat gondrong menceritakan pertemuannya dengan Tari yang agak aneh kepada Wati Cs. Wati Cs merasa ada yang tidak beres di rumah Pak Kentang dan Bu Tomat tempat Tari ditemukan. Mat Gondrong merasa yakin rumah tersebut adalah temat penculikan anak. Mat Gondrong meminta teman-temannya melaporkan ke semua warga termasuk Ustad Adi.

Setelah masuk ke rumah Pak Kentang mereka tidak menemukan anak-anak yang dilihat Mat Gondrong kecuali Tari. Sepeninggalan warga, Pak Kentang dan Bu Tomat menatap tajam Tari yang ketakutan. Mat Gondrong yang masih penasaran mencoba untuk menyelidikinya sendiri. Mat Gondrong tidak tahu kalau kehadirannya telah diketahui oleh Pak Kentang yang sengaja menjebaknya. Teman-teman Mat Gondrong ternyata sama-sama penasaran dan mereka sama-sama menyelidiki. Mat Gondrong bertemu dengan Tari dan membenarkan perkiraan Mat Gondrong tentang siapa Pak Kentang. Mat Gondrong yang sepat kepergok mencoba melawan, namun perlawanannya tidak berarti karena Pak kentang memiliki ilmu karet.

Episode 20[sunting | sunting sumber]

Wati Cs yang telah masuk rumah Pak Kentang kaget dengan kehadiran anjing galak yang bernama Udin. Setelah melakukan perlawanan, akhirnya Mat Gondrong menyerah dan berhasil diringkus oleh anak buah Pak Kentang. Wati Cs meminta Ceking untuk mengatasi Udin, si anjing galak. Ceking berhasiil memancing Udin untuk masuk perangkap disebuah gudang kecil.

Ustad Adi mencurigai kepergian Wati Cs ke rumah Pak Kentang , ketika dia tidak memergoki Wati dan Iwan tidak ada dikamarnya. Wati Cs membagi 2 kelompok untuk menyelidiki isi rumah Pak Kentang. Ceking, Iwan dan Rimbi mendengar pembicaraan Bu Tomat dengan slaah satu anak buahnya yang ingin memindahkan anak-anak yang mereka culik. Mereka bertiga kepergok oleh Bu Tomat dan berhasil menangkap mereka. Begitupula dengan Rin Bombom dan Wati yang ketahuan oleh Pak Kentang, mereka mencoba untuk melakukan perlawanan namun gagal dan tertangkap. Dilain tempat Ustad Adi diberitahu Bang Rojak sebuah iklan pencarian buronan yang terpampang wajah Pak Kentang dan Bu Tomat.

Pak Kentang dan Bu Tomat mulai panik ketika warga mulai mengetahui aksi mereka. Wati Cs berusaha untuk dapat keluar dari ruang penyekapan. Setelah berhasil keluar, mereka melumpuhkan anak buah Pak Kentang dan membebaskan semua anak-anak yang disekap. Terjadi perlawanan yang seru antara Wati Cs dengan Pak Kentang dan Bu Tomat. Semua orang merasa bersalah tidak mempercayai Mat Gondrong dan mereka puas telah menangkap penculik-pencullik itu. Wati CS sempat menegur tindakan kasar seorang pawang kera kepada binatang peliharaannya. Wati Cs merasa iba dengan kera tersebut, namun Wati Cs sempat kaget melihat seekor kera tengah meringkuk ketakutan disudut ruangan.

Episode 21[sunting | sunting sumber]

Wati Cs senang dengan keberadaan monyet tersebut. Mat Gondrong berupaya merayu ibunya untuk mau menerima monyet peliharaannya. Ibu Mat Gondrong yang mengetahui keberadaan monyet dirumahnya akhirnya pingsan. Akhirnya mereka sepakat untuk menitipkan dirumah Wati Cs. Wati Cs berusaha menutupi monyet tersebut dari Romlah yang penasaran ingin melihat isi kereta dorong yang dibawa oleh Wati Cs.

Sempat terjadio keributan di warung Romlah akibat monyet yang dibawa oleh Wati Cs. Wati Cs berusaha untuk menangkap monyet tersebut namun gagal. Terjadi kecelakaan pada sebuah mobil bermuatam gas, hingga beberapa tabung keluar. Monyet membuat ulah dibeberapa tempat termasuk Mpok Siti, rambutnya rusak karena ulah monyet.

Wati Cs berhasil menangkap monyet tersebut, namun beberapa waega yang marah hampir menyakiti monyet tersebut. Dan ternyata monyet tersebut bermaksud memperingati warga tentang bahaya tabung gas yang dibawa oleh kendaraan yang mengalami kecelakaan. Berkat Ustad Adi, mereka mendapatkan solusi dan mendatangi sang pawang monyet yang ternyata sedih kehilangan monyetnya.

Akhirnya Wati Cs mengajak monyet untuk melakukan pertunjukan dengan bermain bola. Semua orang senang dengan keahlian monyet tersebut. Disaat sedang melakukan latihan bola di lapangan, Wati berpapasan dengan seorang gadis yang wajahnya mirip dengannya.

Episode 22[sunting | sunting sumber]

Wati yang sempat tertegun akhirnya mencoba menyapa gadis itu yang bernama Putri. Sifat angkuh Putri membuat Wati kesal dan meminta untuk bertukar tempat menjalani kegiatannya. Putri dengan terpaksa menjalani permintaan Wati untuk memotong rambutnya. Wati sempat tersenyum melihat penampilan baru Putri yang mirip dengannya, berbeda dengan Putri yang terlihat shock.

Baik Putri dan Wati sama-sama bingung menghadapi pergaulan hidup yang sangat berbeda. Wati Cs bingung melihat perubahan Wati yang sebenarnya adalah Putri.Wati pun mengalami hal yang sama ketika berada dirumah Putri dirinya terlihat takjub bahkan merasa betah mendapatkan makanan yang mewah, walaupun sempat membuat heran Bik Munah, babysitter Putri.

Putri dan Wati merasakan sesuatu yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Wati sempat kaget mengetahui karakter ibu Putri yang terlihat keras. Wati tidak menyadari kalau dirinya diincar oleh dua orang penculik. Sedangkan Putri berusaha menutupi kelemahannya di hadapan Wati Cs. Ceking mengakali Mat Gondrong dan teman-temannya untuk dapat membantunya menjalani hukuman yang diberikan ibunya, mengecat tembok. Ketika membeli minuman Wati kaget dengan kedatangan kedua penculik yang langsung membiusnya.

Episode 23[sunting | sunting sumber]

Wati sadar dari pingsannya dan berniat untuk meloloskan diri. Ibu Putri merasa salah dengan diculiknya Putri.Tom dan Tim yang salah sasaran merasa kewalahan menghadapi tindakan Wati, namun usaha Wati untuk mengalahkan Tom dan Tim mengalami kegagalan. Ustad Adi mengajarkan tentang kejujuran, dan hal itu sangat terasa bagi Cekng maupun Putri yang menyamar sebagai Wati. Namun Putri urung megutarakan hal yang sebenarnya ketika Mang Rojak datang mengganggu Mpok Romlah.

Putri tidak mengetahui kejadian yang menimpa Wati, dan dia mulai gugup menghadapi pertandingan yang akan dijalaninya. Sebelum pertandingan akhirnya Putri mengungkapkan hal yang sebenarnya dan membuat Wati Cs dan Ustad Adi menjadi kaget, Putri memberitahukan tempat tinggalnya dan membuat Wati Cs kagum. Wati Cs panik mengetahui Wati diculik, sedangkan Ibu Putri menyadari kesalahannya.

Wati Cs ingin menjebak para penculik untuk membebaskan Wati. Wati Cs berhasil membebaskan Wati dan sempat mengerjai para penculik. Kehadiran Wati Cs akhirnya membebaskan timnya dari kekalahan. Ustad Adi merasa lega namun bingung melihat kemiripan wajah Putri dan Wati. Wati Cs khawatir dengan dibebaskannya MAling kondang dan teringat akan ancamannya.

Episode 24[sunting | sunting sumber]

Wati Cs yang ketakutan akan kehadiran Maling Kondang, salah sasaran dan menyangka Mat Rojak adalah Maling Kondang. Walau salah sasaran Wati Cs sempat beberapa kali memukuli Mat Rojak hingga pingsan terlebih ketika ibu Mat Gondrong membantu mereka. Selesai membaca surat ancaman Maling Kondang Wati Cs menyusun rencana untuk menghadapi dan meringkus Maling Kondang. Wati Cs mempersiapkan beberapa jebakan untuk melumpuhkan aksi Maling Kondang. Mat Rojak yang mencoba mengintai rumah Mat Gondrong tidak sadar dikerjai oleh Maling Kondang.

Maling Kondang dan anak buahnya berusaha masuk ke rumah Mat Gondrong. Maling Kondang dan anak buahnya terkena jebakan yang dibuat oleh Wati Cs. Ustad Adi, Mpok Siti dan Mpok Romlah yang mengkhawatirkan keselamatan Wati Cs. Bahkan ketika melihat sosok Bang Rojak yang mengendap disemak-semak mereka sangka adalah Maling Kondang. Maling Kondang dan anak buahnya beberapa kali terkena jebakan Wati Cs, namun mereka tetap berusaha masuk ke rumah Mat Gondrong. Ustad Adi dan warga kaget mendengar penjelasan Mat Rojak yang menerima surat ancaman dari Maling Kondang terhadap Wati Cs yang berada di rumah Mat Gondrong.

Anak buah Maling Kondang sudah menyerah menghadapi jebakan yang dibuat oleh Wati Cs. Wati Cs tidak membiarkan Maling Kondang dan anak buahnya kabur, mereka berusaha keras untuk dapat meringkus mereka. Warga senang Maling Kondang dapat dilumpuhkan oleh Wati Cs, bahkan Ustad Adi sempat melumpuhkan Maling Kondang yang ingin melarikan diri dengan jurus yang dimilikinya. Bang Rojak dan Rin Bombom yang bertemu dalam keadaan sedih tiba-tiba tersenyum senang ketika melihat sebuahkupon hadiah dari makanan yang dimakan oleh Rin Bombom.

Episode 28[sunting | sunting sumber]

Wati Cs yang ingin latihan bola terpana melihat anak-anak yang sedang latihan karate asuhan Mr. Yamata. Apa yang dipraktekan anak asuh Mr. Yamata membuat decak kagum Wati Cs. Beda ketika mereka melihat Kong Ali yang melatih silat, mereka melihat anak buah Kong Ali malu bahkan anak buahnya ingin ikut serta latihan dengan Mr. Yamata.

Kong Ali yang sempat kesal dengan Mr. Yamata tidak dapat menghadapi gerakan karate dari Mr. Yamata. Untung Ustad Adi sempat menolong Kong Ali yang hapir terjatuh karena gerakan Mr. Yamata. Wati Cs sempat marah ketika Mr. Yamata dan anak-anak asuhnya menantang mereka. Wati Cs yang tidak paham akan ilmu beladiri akhirnya mengakui kalau anak asuh Mr. Yamata lebih unggul dibanding mereka. Akhirnya Wati Cs meminta Ustad Adi untuk mengajarkan mereka tentang ilmu silat. Mendengar tujuan baik Wati Cs, akhirnya Ustad Adi memenuhi keinginan mereka. Namun di luar dugaan Wati Cs, mereka disuruh oleh Ustad Adi dengan pekerjaan-pekerjaan yang tidak berhubungan dengan ilmu bela diri. Namun Akhirnya mereka paham bahwa Ustad Adi secara tidak langsung telah mengajarkan mereka gerakan-gerakan silat pada pekerjaan yang mereka jalani.

Episode 29[sunting | sunting sumber]

Ketika dilakukan pertandingan bela diri, Tim Karate Mr. Yamada sempat mnyepelekan Tim Wati Cs. Wati Cs sempat menguasai pertandingan, namun kecurangan Tim Karate Mr. Yamada membuat Tim Wati Cs yang lain kesal dan berniat memenangkan pertandingan.

Anak buah Tim Karate Mr. Yamada merasa kesal karen terus dimarahi. Dipertandingan penentuan antara Wati dan salah satu anak asuh andalan Mr. Yamada, Deni, berlangsung curang. Deni menjalankan perintah Mr. Yamada untuk mencelakai kaki Wati yang menjadi kekuatannya. Melihat Wati celaka, Mr. Yamada tertawa senang.

Ustad Adi sempat mengkhawatirkan kondisi Wati, namun Wati memastikan akan menyelesaikan pertandingan dengan Jurus Andalan yang pernah dipraktekan Kong Ali, Jurus Bangau Pengkor. Usaha Wati tidak sia-sia, dia dapat mengalahkan Deni dengan baik. Mr. Yamada tidak menerima kekalahan Tim Karatenya, dia ingin memukul Deni namun Ustad Adi membelanya. Bahkan antara Mr. Yamada dan Ustad Adi sempat terjadi adu ilmu beladiri. Dengan mudah Ustad Adi mengalahkan Mr. Yamada dengan ilmu silatnya.

Wati Cs kaget melihat hewan peliharaan Ceking, Matgondrong dan Rin Bombom terlepas disaat ada inspeksi dari departemen pendidikan, Ibu Inul. Tindakan Wati Cs secara tidak sengaja membuat penilaian Ibu Inul ke sekolah Wati Cs cukup puas. Namun di luar dugaan Wati Cs rembo dan Mimi masuk ke prototype pesawat dan terbawa masuk ke ruang kepala sekolah. Sedangkan diruangan tersebut Bu Tigor dan Bu Inul masih membicarakan tentang sekolah mereka.

Episode 30[sunting | sunting sumber]

Iwan dan Mat Gondrong mengelabui kepala sekolah dan Ibu Inul untuk mau keluar ruangan, sehingga memberikan kebebasan untuk Wati, Rin Bombom, Ceking dan Rimbi untuk mencari Rembo dan Mimi. Ceking sempat pingsan ketika Rimbi dan Rin Bombom memukulnya ketika Rembo ada dikepala Ceking. Mereka berempat kepayahan menangkap Rembo dan Mimi, walau berbagai cara dilakukannya. Usaha mereka jstru membuat ruang kepala sekolah menjadi kacau.

Wati Cs yang menyangka mereka akan menerima hukuman ternyata tidak, Ibu Inul cukup puasa karena sekolah Wati Cs tidak menutupi keadaan dan situasi sekolah mereka. Dilain temapt Mpok Siti dan Mpok Romlah dikagetkan oleh pemberitahuan adanya supermarket didaerah mereka. Hendra lelaki perlente yang ingin membangun supermarket diapit oleh Bang Rojak dan Kong Ali. Hendra terlihat senang ketika warga mendukungnya, namun di luar dugaan Ustad Adi menolaknya. Herman dan anak buahnya, Kubil dan Bangor. merencanakan niat jahat terhadap Ustad Adi.

Kubil dan Bangor yang ingin mencelakai Ustad Adi tidak menyadari kalau Ustad Adi jago beladiri. Hendra ingin mefitnah Ustad Adi dengan berpura-pura memberikan sejumlah uang untuk zakat. Anak buah Hendra memancing perhatian Wati Cs yang ditugaskan untuk menjaga uang titipan tersebut. Wati Cs terpedaya dan salah satu anak buah Hendra berhasil mengambil uang pemberian Hendra kembali. Ustad Adi tidak mengetahui kalau Kubil, anak buah Hendra yang telah mengambil uang zakat, memasukkan uang tersebut ke tas Ustad Adi.

Ustad Adi heran dengan keberadaan uang zakat di tasnya, sehingga membuat beberapa warga kecewa, terlebih ketika Hendra dan anak buahnya menekan Ustad Adi. Wati Cs sdih ketika Ustad Adi memutuskan untuk meninggalkan kampung mereka.

Episode 31[sunting | sunting sumber]

Wati Cs sedih dengan kepergian Ustad Adi, namun mereka ingin membuktikan kalau Ustad Adi tidak bersalah. Wati Cs memulai penyelidikan dari anak buah Hendra, Kubil dan Bangor. Mereka yang awal ingin mengenali suara Kubil dan Bangor, justru membuat mereka mengakui perbuatan mereka.

Hendra yang baru membujuk warga untuk mau menyerahkan lapangan warga untuk dibangun supermarket keget, melihat Wati Cs telah mengarak Kubil dan Bangor. Hendra akhirnya jadi tempat pelampiasan Warga yang marah karena mengetahui ulah Hendra pada Ustad Adi. Namun Wati Cs belum dapat mengembalikan Ustad Adi yang mereka tidak ketahui keberadaannya.

Upaya Wati Cs masih belum membuahkan hasil, bahkan mereka sempat membantu seorang bapak tua yang sedang mencari kayu baker. Wati Cs tidak menyadari kalau mereka sudah berjalan jauh dan berada ditempat yang asing. Hingga akhirnya mereka sampai kesebuah losmen tua yang terlihat angker. Walau sempat ketakutan, akhirnya Wati Cs dapat bertemu dengan Mat Lemper., pemilik losmen.

Pelayan losmen, mak Ijah dan Mang Kodir, terlihat agak misterius melihat Wati Cs. Ceking yang ketakutan tidak dihiraukan oleh teman-temannya. Dan ketika Wati Cs menginap di Losmen ada beberapa gangguan, namun mereka tidak enyadari gangguan-gangguan tersebut. Beda dengan Ceking yang tidur sendiri, Ceking ketakutan ketika sosok pocong dan mummy menyoleknya.

Episode 32[sunting | sunting sumber]

Wati dan yang lainnya kaget mendengar teriakan Ceking yang ketakutan. Ceking menceritakan apa yang terjadi pada dirinya. Akhirnya Mat Gondrong memutuskan untuk tidur di kamar No. 13 dengan Iwan, sedangkan Ceking di kamar Mat Gondrong sebelumnya. Tanpa diketahui Wati Cs, hantu Mummy dan Pocong telah pindah dan sembunyi dikamar yang awal ditempati Mat Gondrong. Kembali Ceking dibuat kaget oleh kedua hantu itu. Wati Cs yang kembali mendatangi kamar Ceking memeriksa kmar Ceking dan mereka menemukan sebuah pintu rahasia.

Dan akhirnya Wati Cs mengetahui siapa pelaku yang ingin membuat losmen menjadi bangkrut. Mak Ijah dan Mang Kodir yang ingin membuat Wati Cs tidak mengetahui kalau Wati Cs juga berniat menjebak keduanya. Mak Ijah dan MAng Kodir terkena jebakan yang telah dipersiapkan oleh Wati Cs. Wati Cs tidak mau membiarkan Mak Ijah dan Mang Kodir kabur, mereka berusaha meringkus keduanya.

Setelah berhasil meringkus Mak Ijah dan Mang Kodir, Wati Cs baru tahu kalau Mat Lemper telah meninggal sepuluh tahun yang lalu. Akhirnya mereka memutuskan kembali kekampung mereka untuk meminta izin orang tua mereka dan meneruskan mencari Ustad Adi. Sampai dirumah Wati dan Iwan kaget melihat kea rah ruang tamu mereka.

Episode 33[sunting | sunting sumber]

Wati dan iwan kaget melihat Ustad Adi telah berada dirumah mereka. Walaupun mereka terkena marah oleh Mpok Romlah, mereka tetap senang karena telah kembalinya Ustad Adi. Teman-teman Wati Cs lainnya tidak semangat berlatih bola karena belum mengetahui kalau Ustad Adi telah kembali. Sekembalinya Ustad Adi membuat timWati Cs bersemangat kembali, dan mereka mendapat pujian dari Pak Dirga yang melihat cara latihan mereka.

Pak Dirga meminta Wati Cs untuk dapat masuk dalam tim nasional. Wati Cs dan Ustad Adi tidak dapat menolak permohonan Pak Dirga untuk bergabung dengan mereka untuk menghadapi turnamen internasional, karena mereka terpilih sebagai tuan rumah. Ustad Adi mulai meminta anak-anak untuk mengikuti perintahnya. Namun Tommy, kapten tim nasional, meremehkan kehadiran Wati Cs dan juga Ustad Adi.

Kekerasan Ustad Adi dalam melatih membuat Tommy dan Ujang serta anggota Tim Nasional lainnya sempat kesal, karena melihat perlakuan yang tidak adil pada mereka. Wati sempat prihatin melihat kekesalan Tommy, Ujang, Ucok dan Rere. NAmun Di latihan selanjutnya justru mereka akhirnya mau meminta maaf dan kembali bergabung untuk latihan. Akhirnya Ustad Adi dapat membuat Tommy, Ucok, Ujang dan Rere menyadari kesalahannya. Namun kekerasan Ustad Adi dalam latihan membuat Wati Cs dan Tim Nasional menyerah, Ustad Adi yang melihat kelemahan Tim-nya akhirnya pergi dengan kekecewaannya.

Episode 34[sunting | sunting sumber]

Wati Cs yang melihat Ustad Adi yang menyerah, akhirnya bersemangat untuk mau berlatih keras demi menjaga nama baik bangsa. Wati tidak menyadari keberadaan Tom dan Bodong, penjahat yang pernah menculiknya, namun kali ini penjahat itu menculik seorang anak bayi. Melihat kehadiran Wati yang dikenalnya Tom dan Bodong bersembunyi, tanpa sepengetahuan mereka mereka terkurung dalam sebuah mobil sampah.

Ustad Adi dan rekan-rekan Wati kaget melihat Wati membawa keranjang berisi bayi. Kehadiran bayi tersebut sempat membuat Wati Cs dan Ustad Adi bingung, namun berkat bantuan Mpok Romlah bayi itu dapat dirawat dengan baik. Ustad Adi tidak bisa mengelak tuduhan yang dituduhkan padanya mengenai orang tua si bayi. Karena Mpok Romlah cemburu kalau anak tersebut adalah anak Ustad Adi, Mpok Romlah menolak untuk mengasuhnya. Dengan bantuan Wati Cs dan Bang Rojak, Ustad Adi merawat bayi temuan itu. Walau merasa kewalahan Ustad Adi tetap berusaha untuk mengatasi bayi yang terus menangis. Ustad Adi sempat menarik perhatian bayi dengan nyanyian dan gerakan yang dilakukan oleh Ustad Adi.

Wati Cs dan Ustad Adi tidak menyadari kedatangan Tom dan Bodong yang ingin mengambil bayi itu kembali. Ustad Adi, Bang Rojak dan Kong Ali dengan terpaksa menjaga bayi temuan itu, hingga mereka kurang istirahat. Ustad Adi meminta tolong Wati Cs untuk menggantikannya menjaga bayi temuan, tanpa disadari Wati Cs, Tom dan Bodong menyamar sebagai Badut dan ingin mengambil bayi culikan mereka. Romlah masih cemburu dan menyangka Ustad Adi adalah ayah sang bayi.

Tanpa sengaja Ustad Adi melihat pengumuman tentang hilangnya bayi disebuah tabloid dan mengajak romlah untuk menemui Wati Cs. Namun mereka terlampat karena Tom dan Bodong berhasil memperdaya Wati Cs dan menculik kembali bayi tersebut.

Episode 35[sunting | sunting sumber]

Wati Cs yang menyadari mereka telah diperdaya akhirnya memutuskan untuk mengejar Tom dan Bodong. Dengan bantuan Ceking akhirnya mereka dpat menyusul Para Penculik dan meringkus mereka. Romlah kaget melihat Iwan terkena cacar, dan meminta Wati untuk menjauhinya. Kembali Mat Gondrong berhasil diperdaya oleh teman-temanya dalam sebuah permainan. Mat Gondrong terlihat sedih karena selalu dikerjai teman-temannya. Namun ketika Wati mengajak teman-temannya untuk menjenguk Iwan mereka semua terlihat gembira.

Ulah Wati Cs di rumah sakit membuat mereka terjebak dalam masalah. Terlebih Mat Gondrong dan Ceking yang terjebak menjadi pasien sunat. Awalnya merka senang diiming-imingi hadiah, kemudian kaget melihat perlengkapan sunat telah disiapkan. Dokter yang menangani mereka tidak memperdulikan ucapan Mat Gondrong dan Ceking, yang menjelaskan kalau mereka telah di sunat. Bahkan dokter mwncoba dengan mata tertutup, hal ini membuat Mat Gondrong dan Ceking semakin tegang.

Episode 36[sunting | sunting sumber]

Dokter tetap menyunat keduanya dan tidak menghiraukan ucapan Ceking dan Mat Gondrong. Wati Cs, Ustad Adi dan Mpok Romlah justru menertawakan kejadian yang menimpa Ceking dan Mat Gondrong. Kampung Bojong ingin kedatangan Gubernur dan para warga sibuk mengatur rencana penyambutan. Dan usul Ustad Adi pun dilakukan untuk menyambut Gubernur.

Sempat terjadi kekacauan disaat mereka berlatih ketika ad untuk acara penyambutan.Bahkan Ceking sempat membuat salah satu ondel-ondel rusak. Namun mereka berhasil menutupi ondel-ondel dengan memanfaatkan Mat Gondrong dan Ceking.

Disaat Gubernur datang, Mat Gondrong dan Ceking yang menyamar sebagai ondel-ondel merasa kewalahan. Sedangkan Mpok Siti dan Mpok Romlah menutupi kekesalan mereka di depan Gubernur. Ketidak sabaran Mat Gondrong dan Ceking yang ingin makan membuat mereka terpleset oleh kulit pisang.

Episode 37[sunting | sunting sumber]

Kampung Bojong ingin kedatangan Gubernur dan para warga sibuk mengatur rencana penyambutan. Dan usul Ustad Adi pun dilakukan untuk menyambut Gubernur.

Sempat terjadi kekacauan disaat mereka berlatih ketika ad untuk acara penyambutan.Bahkan Ceking sempat membuat salah satu ondel-ondel rusak. Namun mereka berhasil menutupi ondel-ondel dengan memanfaatkan Mat Gondrong dan Ceking.

Disaat Gubernur datang, Mat Gondrong dan Ceking yang menyamar sebagai ondel-ondel merasa kewalahan. Sedangkan Mpok Siti dan Mpok Romlah menutupi kekesalan mereka di depan Gubernur. Ketidak sabaran Mat Gondrong dan Ceking yang ingin makan membuat mereka terpleset oleh kulit pisang.

Episode 44[sunting | sunting sumber]

Wati Cs yang bingung menghadapi masalah mereka akhirnya memutuskan untuk salat dulu untuk menemukan jalan. Akhirnya Wati Cs menyamar sebagai manekin patung yang ingin disimpan dalam museum. Wati Cs berhasil mendapatkan patung, sedangkan Rin Bombom berhasil membebaskan dirinya dari ikatannya.

Rin Bombom yang mencoba melolosakan diri, gagal setelah Mat Bunglon berhasil membuatnya pingsan. Wati Cs berhasil meloloskan diri dari satpam museum, namun mereka ragu untuk memberikan patung yang mereka dapat ke Mat Bunglon dan Dul Bajing. Wati Cs mengakali patung dengan perangkap tikus untuk menukarnya dengan Rin Bombom.

Apakah Wati Cs dapat menyelamatkan Rin Bombom? Akankah Mat Bunglon dan Dul Bajing berhasil mendapatkan patung yang diinginkannya?

Episode 46[sunting | sunting sumber]

Wati Cs beberapa kali mencoba mencari keberadaan sepatu butut Wati, namun gagal. Akhirnya Ustad Adi yang mengetahui hal itu mencoba mendatangi Wati dan menghibur Mpok Romlah yang merasa bersalah telah menghilangkan sepatu kesayangan anaknya. Ustad Adi berhasil memberikan Wati semangat dengan sepatu butut yang diberikannya.

Di pertandingan Wati Cs yang sempat mengalami kekalahan akhirnya dapat memenangkan pertandingan. Wati baru menyadari kalau Ustad Adi telah mengakali sepatu butut menyerupai sepatu butut milik Wati. Wati baru menyadari kesalahannya.

Wati Cs melihat warga kampung Bojong berduyun-duyun membawa perlengkapan renang dan sebagian membawa ternak mereka, mereka khawatir terjadi sesuatu diwilayah mereka.

Episode 47[sunting | sunting sumber]

Wati Cs dan warga Bojong terlihat antusias dengan adanya kolam renang baru ditempat mereka. Semua warga terlihat norak dengan adanya kolam renang baru tersebut. Pemilik kolam pun kewalahan mengatur dan melarang warga yang menganggap kolam renang seperti sumur. Dikolam renang Bang Rojak sempat diisengi oleh Ceking dan Mat Gondrong dengan melepas celana yang digunakan oleh Bang Rojak, namun mereka terkena dampak keisengan mereka sendiri.

Ceking, Iwan dan Mat Gondrong tertarik mengikuti lomba untuk menyambut hari Ibu Kartini. Karena hanya perempuan yang dapat mengikuti Ceking, Iwan dan Mat Gondrong menyamar sebagai perempuan. Disetiap perlombaan mereka selalu menang hingga akhirnya mereka sempat mengakali pertandingan mirip wajah Ibu Kartini. Kecurigaan Ustad Adi dan Kong Ali muncul ketika Ceking, Iwan, dan Mat Gondrong terlihat penyamarannya.

Episode 48[sunting | sunting sumber]

Ceking dan Mat Gondrong mendapat mimpi buruk setelah membaca sebuah buku cerita. Awalnya rekan-rekan Ceking dan Mat Gondrong menganggap remeh isi buku cerita yang mereka baca. Ketika mereka mengumpulkan daun-daun di hutan untuk tugas mereka, dan tanpa sengaja Rin Bombom menemukan sebuah pohon yang berbuah aneh. Mat Gondrong yang ingin mencoba buah tersebut karena ada suara yang melarangnya. Mereka tidak menyadari kalau ada liliput yang melarang mereka untuk memakan buah tersebut.

Karena panik Wati Cs memutuskan untuk kembali kerumah Wati. Di rumah Wati Mat Gondrong mencoba buah yang didapatnya, merasa penasaran teman-teman Mat Gondrong juga mencoba buah tersebut. Di luar dugaan, akibat memakan buah tersebut tubuh Wati Cs menjadi kecil. Iwan dan Mpok Romlah tidak mengetahui apa yang dialami oleh Wati Cs.

Wati Cs berupaya mengelabui dan menjebak kucing yang mengejar mereka. Setelah berhasil menghindar dari kejaran kucing Wati Cs berupaya untuk dapat menarik perhatian Mpok Romlah dan Iwan, usaha mereka tidak sia-sia karena Mpok Romlah dan Iwan melihat keberadaan mereka. Mpok Romlah sempat kaget dan pingsan melihat kondisi Wati Cs.

Wati Cs meminta bantuan Iwan untuk mau mengantar mereka ke tempat mereka menemukan buah kisut di hutan. Di tempat buah tersebut Wati Cs kembali bertemu liliput dan meminta pertolongannya. Wati Cs disuruh mendayangi dan memakan buah bongsor. Liliput mengingatkan Wati Cs untuk tidak berlebihan mengambil buah tersebut. Namun apa yang diingatkan Liliput dilangga oleh Ceking dan Mat Gondrong. Mereka berdua akhirnya tetap dalam kondisi tubuh kecil, berbeda dengan Wati, Rin Bombom dan Rimbi.

Episode 49[sunting | sunting sumber]

Wati, Rimbi, dan Rin Bombom menerima tantangan Ceking, Iwan dan Mat gondrong untuk membuktikan yang terkuat lelaki atau perempuan. Namun baru sekali mereka bertanding tim lelaki khususnya Mat Gondrong telah membuat ulah dengan merusak semua yang dilalui oleh bola tendangannya. Karena takut Ceking, Iwan dan Mat Gondrong kabur dan memasuki sebuah rumah angker.

Mereka sempat ketakutan, namun mereka takut dimarahi warga. Mereka bertiga sangat ketakutan ketika melihat tiga sosok hantu, namun ternyata Wati, Rimbi dan Rin Bombom yang menakut-nakuti mereka. Namun Ceking, Mat Gondrong dan Iwan justru menantang Wati, Rimbi dan Rin Bombom untuk menginap semalam dirumah hantu tersebut, karena mereka ingin membuktikan kalau mereka tidak takut oleh hantu. Tanpa sepengetahuan mereka ada seseorang yang mengawasi mereka dari sebuah kamar.

Episode 50[sunting | sunting sumber]

Ceking dan Mat Gondrong berupaya membantu Bang Rojak untuk mendekati Mpok Romlah. Mereka bersandiwara agar Bang Rojak terlihat sebagai pahlawan dimata Mpok Romlah. Di luar dugaan mereka, Mpok Romlah benar-benar dijambret oleh tiga orang penjahat yang mengaku Tiga Macan Garong. Wati kaget karena Ceking dan Mat Gondrong sama sekali tidak mau membantu ibunya yang dalam kesulitan. Bang Rojak yang tidak menyangka kejadian itu menyangka Ceking dan Mat Gondrong telah beraksi. Bang Rojak yang ingin meringkus para penjahat malah berhasil dilumpuhkan oleh para penjahat.


Wati Cs kewalahan ketika berusaha untuk meringkus para penjahat yang memiliki kemampuan untuk menghadapi serangan mereka. Namun Wati Cs yang hampir menyerah teringat pesan Ustad Adi yang kembali menyemangati mereka. Akhirnya Wati Cs kembali melakukan perlawanan untuk meringkus ketiga penjambret itu.

Episode 51[sunting | sunting sumber]

Kehadiran Ustad Adi sangat membantu Wati Cs untuk meringkus para penjambret. Wati mengungkapkan kegembiraannya ke poster Ronaldo karena telah mengalahkan para penjambret. Mat Gondrong dan Ceking mendatangi Bang Rojak untuk membantunya mendekati Mpok Romlah, namun Bang Rojak menolaknya. Tapi ketika melihat adik Mpok Siti yang bernama Zubaedah pemikiran Bang Rojak untuk mencari pasangan timbul kembali. Hal ini dimanfaatkan Ceking dan Mat Gondrong untuk mendapat tips dari Bang Rojak. Ceking dan Mat Gondrong yang gagal menjadi kurir surat bagi Bang Rojak, mengakali dengan membuat surat balasan untuk Bang Rojak. Bang Rojak tidak sadar kalau Ceking dan Mat Gondrong telah mempermainkannya. Dan ketika dia menitipkan beberapa kado dan sepucuk surat pada Ceking dan Mat Gondrong, Wati Cs mencurigai tingkah laku mereka. Setelah mengetahui apa yang dilakukan Ceking dan Mat Gondrong pada Bang Rojak, mereka ingin mengerjai keduanya.

Ceking dan Mat Gondrong kewalahan ketika tahu Bang Rojak ingin bertemu dengan Zubaedah. Ceking dan Mat Gondrong menyamar sebagai Zubaedah, Wati Cs akhirnya menolong Bang Rojak dengan menahan kepergian Ceking dan Mat Gondrong. Ceking dan Mat Gondrong dengan terpaksa memenuhi kemauan Wati Cs dan terakhir mereka takut ketika Wati Cs juga mengundang Ustad Adi. Ceking yang coba mengalihkan untuk dapat menggagalkan rencana Wati Cs.

Episode 52[sunting | sunting sumber]

Wati Cs yang sedang membicarakan Rin Bombom yang sedang liburan kaget oleh ulah beberapa orang dewasa yang terlihat mengancam seorang lelaki berpakaian perlente. Mengetahui lelaki perlente itu terancam, Wati Cs mencoba untuk membantunya. Wati Cs dengan kemampuannya mengatasi serangan dari lelaki yang mengejar lelaki perlente dan mengalahkannya.

Di luar dugaan salah satu lelaki kekar berhasil meringkus Iwan dan menyanderanya. Namun berkat kerjasama Iwan dan Wati, penjahat yang menyandera Iwan dapat dilumpuhkan. Lelaki perlente yang ditolong Wati Cs memberikan hadiah berupa voucher menginap gratis di hotel-nya. Wati Cs memberitahukan Mpok Romlah yang kebetulan sedang berkumpul bersama Ustad Adi, Kong Ali, Bang Rojak dan Mpok Siti.

Seorang Bell Boy sempat dipukuli rombongan Wati Cs yang menyangkanya ingin mengambil tas mereka. Ceking dan Mat Gondrong sempat berselisih dengan Lani, anak ibu gendut yang menjadi tamu hotel itu. Ceking dan Mat Gondrong melihat monyet yang usil terhadap Ustad Adi, Bang Rojak dan Kong Ali, namun mereka yang ingin memberitahu justru dimarahi oleh Ustad Adi.

Episode 53[sunting | sunting sumber]

Tanpa sepengetahuan semua orang, monyet keluar dari tas lani dan keluar dari lift. Ceking danMat Gondrong yang ditinggal oleh rombongan melihat monyet itu dan mencoba untuk menangkapnya. Monyet beberapa kali menjahili lift hingga rombongan Wati Cs bingung dengan lift yang berhenti tanpa ada orangnya. Kembali Ceking dan Mat Gondrong melihat keberadaan monyet milik Lani dan berusaha menangkapnya. Terjadi keributan pada tamu hotel karena ulah monyet yang memasuki restoran. Ceking dan Mat Gondrong terkurung dalam mesin laundry yang telah ditutup oleh monyet yang mereka kejar. Ceking dan Mat Gondrong yang penasaran kembali mengejar monyet Lani, kali iini ketiganya terkurung dalam ruang pendingin. Ceking dan Mat Gondrong yang awalnya senang dapat menjebak monyet, akhirnya iba melihat monyet yang terlihat lemas kedinginan.

Setelah bebas justru Ceking dan Mat Gondrong disidang karena telah membuat beberapa kerusuhan di hotel oleh rombongan Wati Cs. Tanpa sepengetahuan rombongan Wati Cs Ibu gendut menyuruh anaknya, Lani melepaskan Komeng, monyet mereka untuk mengambil dompet para tamu dan menaruh dompet-dompet kosong di bawah meja rombongan Wati Cs. Rombongan Wati Cs mendapat tuduhan dari para tamu, namun berkat monyet yang menunjukkan siapa biang keladi semua itu akhirnya Rombongan Wati Cs bisa bernapas lega.

Episode 55[sunting | sunting sumber]

Bang Rojak yang mencuri listrik untuk TV-nya, membuat beberapa anak-anak kampung terancam jiwanya ketika kabel tersebut lepas. Kehadiran Wati Cs dapat menyelamatkan anak-anak kampung namun Wati Cs terkena setrum, untunglah Ustad Adi datang tepat waktu menyelamatkan Wati Cs. Terjadi keanehan terhadap Wati Cs setelah mereka kesetrum, kekuatan mereka semua tertukar, Ceking memiliki kemampuan Mat Gondrong begitpula sebaliknya. Kekuatan Wati ada pada Rin Bombom sedangkan kekuatan Rin Bombom ada pada Rimbi, sedangkan Wati memiliki kemampuan Rimbi.

Ustad Adi hanya bisa terpaku melihat dan mendengar keluhan Wati Cs tentang kekuatan mereka yang telah tertukar. Dan saat latihan Ustad Adi bingung karena melihat latihan Wati Cs jadi berantakan. Wati Cs mendapat nasihat agar mereka yakin akan keyakinan mereka sendiri tanpa terpengaruh dengan kekuatan yang pernah ada pada mereka.

Saat menghadapi pertandingan Wati Cs kembali gelisah terlebih melihat tim lawan mereka yang kompak. Terjadi kekacauan diawal pertandingan hingga Wati Cs kehilangan beberapa angka. Setelah mendengar nasihat dari Ustad Adi, Wati Cs mulai bersemangat dan mulai kompak dalam pertandingan babak selanjutnya hingga mereka dapat mengimbangi perolehan angka, bahkan mendapat nilai tertinggi. Ketika mereka ingin toss kompak, Bang Rojak dan Kong Ali menyiram Wati Cs dengan seember air hingga mereka mengeluarkan aliran listrik yang membuat mereka kejang-kenjang.

Episode 56[sunting | sunting sumber]

Bang Rojak, Ceking dan Mat Gondrong mengadakan nonton bareng acara KDI Show. Bang Rojak ingin mengambil hati Mpok Romlah, namun di luar dugaan Mpok Romlah memanfaatkan kebaikan Bang Rojak. Warga mulai kesal ketika mengetahui TV yang mereka tonton ukurannya kecil, dan warga harus mengeluarkan sejumlah uang lagi untuk menyewa kaca pembesar yang disiapkan Ceking dan Mat Gondrong. Kehadiran Ustad Adi dan Kong Ali membuat warga bubar karena adanya pengumuman audisi KDI cilik di kampung mereka membuat Wati Cs ingin ikut serta. Orang tua Wati Cs mencoba melatih Wati Cs untuk bisa menyanyi. Mat Gondrong meminta bantuan Bang Rojak untuk dapat mengikuti audisi KDI Cilik, begitupula dengan Ceking yang meminta kesediaan Mpok Siti untuk mendampinginya. Beberapa peserta audisi membuat juri bingung karena tingkah laku mereka saat audisi.

Di audisi KDI cilik lanjutan, warga yang malu-malu mencoba mendekati kamera untuk bisa berpose dan ini membuat kameraman sempat kesal. Wati berpenampilan maksimal, begitu pula Ceking dan Mat Gondrong. Walau mereka tidak ditemani ibu mereka, mereka tetap mencoba. Ustad Adi dan Kong Ali sempat dikelabui oleh Mat Gondrong disaat menanyakan keberadaan Bang Rojak. Di babak penyisihan Bang Rojak terbongkar penyamarannya. Sedangkan Ceking yang sempat memukau penonton, merasa bersalah ketika melihat ibunya yang menangis sedih lalu meninggalkan panggung audisi.

Episode 57[sunting | sunting sumber]

Wati berminat untuk menjadi bintang iklan setelah berbicara dengan teman khayalannya Ronaldo.Disaat latihan Wati Cs melihat ada beberapa crew sedang melakukan dyuting dilapangan. Beberapa warga tertarik termasuk Wati Cs, bahkan mereka tidak menghiraukan Ustad Adi yang sedang melatih mereka. Wati Cs ingin meminta tanda tangan seorang anak bintang iklan bernama Harri Puter. Niat Wati Cs dan warga terhalang oleh Bang Rojak yang cari perhatian dengan menjaga ketat Herri Puter. Dengan bantuang seorang pengamen banci Wati Cs berhasil menyingkirkan Bang Rojak dan mendekati Herri Puter. Namun Wati Cs kesal dengan sikap yang ditunjukkan Herri Puter, mereka akhirnya tidak simpati dan merobek kertas yang telah ditanda tangani Herri Puter.

Ternyata Herri Puter bukan hanya membuat kesal Wati Cs, namun pihak Crew iklan juga kesal padanya. Assistan Sutradara mencari pemain pengganti untuk Herri Puter dan dia mendatangi Wati Cs. Wati Cs mempertunjukkan kebolehannya dan semua membuat kagum sutradara. Wati Cs kaget karena ternyata hanya salah satu dari mereka yang akan menjadi bintang iklannya. Akhirnya diatara Wati dan yang lainnya menyimpan persaingan dan berusaha untuk bias lebih unggul dari yang lain. Akhirnya di antara mereka timbul kecurangan dan persaingan tidak sehat, hal ini justru menimbulkan masalah pada Wati Cs. Akhirnya mereka jadi saling menyalahkan dan bersikap kaku satu sama lain, namun Ustad Adi mengingatkan sikap mereka yang tidak baik dan saling memaafkan sesame teman.

Episode 59[sunting | sunting sumber]

Akibat kesalahpahaman antara Bang Rojak dan Kong Ali, akhirnya mereka kehilangan ternak mereka yang dibawa oleh beberapa berandal. para berandal yang melarikan diri mendapat halangan dari seorang Badut. Badut tersebut berhasil melumpuhkan serangan para berandal dengan alat-alat yang dimilikinya. Bahkan Wati Cs dan para warga hany menyaksikan aksi badut menghadapi para berandal. Ternyata Mpok Siti mengenali si Badut tersebut dan juga teman sekolahnya, Mat Badut, namanya. Wati Cs tertarik dengan ilmu sulap yang dimiliki Badut dan ingin belajar tentang sulap. Bang Rojak pingsan ketika dia ingin coba mengetahui isi sebuah tas yang dimiliki Badut. Wati sempat memberitahu teman imajinasinya, Ronaldo, tentang keberadaan Badut diwilayah mereka.

Badut sedang mempertontonkan kebolehannya bermain sulap di kampung Bojong. Wati Cs sempat takjub melihat kebolehan sulap yang dimainkan Badut. Bahkan ketika dapat melepaskan pakaian Bang Rojak dengan waktu yang singkat. Dan ketika Badut memperlihatkan kebolehannya menggandakan kalung emas milik Mpok Siti membuat semua warga takjub dan berfikir ingin menggandakan perhiasan mereka pada Badut tersebut. Wati Cs sempat terpengaruh dengan kehebatan sulap dari badut tersebut, namun Ustad Adi mengingatkan tentang pentingnya berusaha dengan kemampuan mereka sendiri, bahkan Ustad Adi sempat menegur keras Ceking dan Mat Gondrong yang sempat protes padanya. Wati Cs kaget melihat beberapa warga berkumpul dirumah Mpok Siti dengan membawa beberapa barang berharga mereka. Wati yang mengetahui hal itu menjadi tergiur dan ingin melakukan hal yang sam dengan warga lainnya. Bahkan Wati tidak mendengar mendengar nasihat teman khayalannya Ronaldo.

Warga dan Wati Cs kaget mengetahui badut teman Mpok Siti telah kabur dan membawa barang-barang milik mereka. Namun teman khayalan, Ronaldo, mengetahui tujuan Badut tersebut pergi. Wati cs berusaha mencari keberadaan Badut atas informasi Ronaldo. Wati Cs sempat kewalahan menghadapi Badut yang memiliki kemampuannya dengan bantuan sulap.

Episode 60[sunting | sunting sumber]

Ceking dan Mat Gondrong berbuat ulah dengan tanpa sengaja melemparkan petasan ke ondel-ondel yang sedang arak-arakan. Ustad adi memperingatkan kenakalan Mat Gondrong dan Ceking agar tidak terulang. Namun Mat Gondrong tidak kapok juga, hingga dia tersangkut pada terompet yang ingin dicobanya, begitupula dengan Ceking yang menarik terompet dari tubuh Mat Gondrong hingga masuk ke kepala Bang Rojak.

Tanpa sengaja Mat Gondrong mengetahui rahasia Bang Rojak yang belum di sunat. Mat Gondrong berhasil memanfaatkan Bang Rojak yang takut rahasianya terbongkar. Wati Cs aneh melihat Bang Rojak yang terlihat menuruti apa yang diinginkan Mat Gondrong. Ceking penasaran dengan kata kunci yang diucapkan Mat Gondrong tiap meminta sesuatu pada Bang Rojak selalu terkabul. Ceking beberapa kali mencoba namun selalu gagal bahkan Bang Rojak selalu marah tiap kali Ceking mengatakan kata kunci yang disebutkan Mat Gondrong.

Ketika Bang Rojak menuduh dirinya mencelakai Ustad Adi, Ceking dan Wati Cs curiga ada sesuatu antara Mat Gondrong dan Bang Rojak. Setelah Wati Cs mengetahui semua rahasia antara Mat Gondrong dan Bang Rojak, mereka membuat sebuah pesta kejutan. Pesta kejutan tersebut membuat Bang Rojak akhirnya mengakui dirinya belum disunat. Acara sunat dipersiapkan khusus untuk Bang Rojak, Warga sempat tertawa geli melihat tingkah Bang Rojak yang kekanak-kanakkan. Karena ulah iseng Ceking dan Mat Gondrong membuat Bengkong (Tukang Sunat) pingsan terkena suntikan bius. Ceking dan Mat Gondrong memutuskan menjadi Bengkong agar tidak dimarahi Ustad Adi. Ketika selesai menyunat Bang Rojak Bengkong sadar dari pingsannya, hal ini membuat Bang Rojak dan Bengkok kesal pada Ceking dan Mat Gondrong. Ceking dan Mat Gondrong lari menghindar dari mereka.

Episode 61[sunting | sunting sumber]

Wati Cs yang sedang asyik menikmati pertandingan sepakbola di pos siskamling tiba-tiba diusir oleh Bang Rojak. Akhirnya Wati Cs memanfaatkan Mat Ji’ih, orang gila yang ada di jalan. Wati Cs berhasil menjebak Bang Rojak yang akhirnya pergi meninggalkan pos kamling. Namun Wati Cs kaget lalu kabur ketika Bang Rojak tahu dirinya dikerjai oleh Wati Cs. Namun masalah terjadi pada Wati Cs yang kakinya terkena paku saat menghindar dari kejaran Bang Rojak. Kong Ali menyarankan Wati Cs untuk mau di suntik tetanus untuk menghindari infeksi jika terluka.

Ketika di Rumah Sakit Wati Cs mulai disuntik kecuali Ceking dan Mat Gondrong yang ketakutan untuk disuntik. Kepergian mereka dicegah oleh Bang Rojak, Kong Ali dan Wati Cs yang tahu akal bulus mereka, namun dengan alasan ingin buang air besar mereka berhasil mengalihkan Bang Rojak lalu pergi meninggalkan Rumah Sakit. Bahkan ceking dan Mat Gondrong membuat Bang Rojak berurusan dengan petugas kamar mayat.

Rombongan Wati Cs khawatir menunggu Bang Rojak, Ceking dan Mat Gondrong yang tidak kunjung datang. Ceking dan Mat gondrong yang menyamar sebagai pasien justru mendapat masalah baru, terlebih ketika Mat Ji’ih yang kurang waras menyamar sebagai dokter. Ceking dan Mat Gondrong berusaha menghindar dari Mat Ji’ih, mereka berpapasan dengan Bang Rojak. Bang Rojak mengetahui Ceking dan Mat Gondrong dikejar Mat Ji’ih menjadi lari ketakutan.

Episode 62[sunting | sunting sumber]

Wati Cs yang hampir telat ke perkemahan ingin menggunakan gerobak, namun mereka telah didahului oleh lima orang anak sebaya mereka yang sama-sam telat. Ceking dan Mat Gondrong yang mengetahui itu menegur mereka, namun mereka, Toing Cs, tetap berkeras terlebih dahulu menguasai gerobak tersebut. Ceking etrgoda oleh Juleha, namun sikap kasar Juleha membuat Ceking kapok. Mat Gondrong yang mengancam rombongan Toing Cs justru mendapat tantangan balik dari Mat Bekok.

Mat Gondrong dan Ceking baru menyadari kalau Toing Cs juga memiliki kekuatan istimewa seperti mereka. Bahkan Toing Cs memperkenalkan anggota mereka, Toing si kaki Besi, Cungkring si Welut Putih, Mat Bekok si Bocah Batu, Juleha si Keturunan Samson, Menik Si Pewaris Jurus Panca Sona. Wati Cs sempat mengakali Ustad Adi hingga mereka tidakketahuan kalau telat.

Ustad Adi memperkenalkan lima orang anak baru yang ditemui oleh Ceking dan Mat Gondrong. Persaingan ketat terjadi antara Toing Cs dengan Wati Cs, dan beberapa kali Toing Cs memenangkan perlombaan yang diadakan. Untunglah ada satu perlombaan penentuan yang dapat diharapkan Wati Cs.

Episode 64[sunting | sunting sumber]

Ustad Adi mengajak warga untuk bekerja bakti, Kong Ali agak jengkel mendengar ucapan Bang Rojak yang berlebihan. Terlihat keberadaan Toing Cs di antara warga yang ingin bekerja bakti. Wati Cs telah mempersiapkan alat-alat untuk kerja bakti, namun Toing Cs hanya ingin menikmati makanan yang disiapkan untuk orang-orang yang bekerja. Wati meredam emosi teman-temannya yang kesal melihat ulah Toing Cs.

Toing Cs sempat emosi mendengar penuturan Mpok Siti yang membela dan mengagumi Wati Cs. Toing Cs membuat rencana untuk mempermalukan Wati Cs. Beberapa kali pekerjaan yang dilakukan oleh Wati Cs sia-sia bahkan membuat beberapa orang kesal termasuk Ustad Adi, berbeda dengan Toing Cs yang berhasil mengambil hati Ustad Adi dengan berpura-pura rajin. Wati dan Rin Bombom yang membantu Mpok Siti berhasil difitnah oleh cungkring dengan cara sembunyi-sembunyi memakan kue suguhan yang akan di bagikan oleh Mpok Siti.

Episode 65[sunting | sunting sumber]

Wati Cs yang terburu-buru untuk bertanding diperhatikan oleh Toing Cs. Toing Cs ingin menggagalkan pertandingan Wati Cs dengan mencoba menghambat Wati Cs agar telat bertanding. Mereka memanfaatkan kelemahan Wati Cs dengan mengganggu seorang anak kecil. Taktik Toing Cs berhasil menarik perhatian Wati Cs, dan mereka memberikan beberapa syarat yang harus dijalani oleh Wati Cs. Wati Cs menerima tantangan Toing Cs untuk bisa merebut kembali mainan milik anak kecil tersebut. Di permainan kelompok Wati Cs terpancing emosinya oleh Toing Cs, sehingga mereka hamper mengalami kegagalan. Ustad Adi yang tidak mengetahui apa yang sedang dialami oleh Wati Cs hanya bisa gelisah menunggu. Dipermainan tinggal Wati dan Rin Bombom yang belum tertawan. Wati dan Rin Bombom berusaha untuk membuat strategi untuk memenangkan pertandingan. Upaya mereka berhasil dan di luar dugaan Toing Cs.

Wati Cs yang ingin mengejar waktu tidak menemukan satupun gerobak. Dan ternyata semua gerobak sudah di amankan oleh Juleha disuatu tempat. Toing Cs mencoba menjebak Wati Cs disebuah rumah kosong, Menik berhasil memancing Wati Cs untuk masuk ke dalam rumah tersebut dan menguncinya dari luar. Kong Ali dan Bang Rojak yang ingin menyemangati Wati Cs baru sadar kalau Wati Cs belum ada dan mereka mengkhawatirkan mereka. Rekan-rakan Wati sempat menyesal akibat mereka perduli pada orang justru mereka gagal mengikuti pertandingan. Menik yang mendengar pembicaraan Wati Cs menjadi merasa bersalah.

Episode 66[sunting | sunting sumber]

Wati Cs yang asyik bermain-main bola diperhatikan oleh Toing Cs. Toing Cs berencana mengajak Wati Cs untuk bertanding bola sambil membawa kelereng di mulut mereka. Ceking yang merasa tertantang dengan ucapan Juleha akhirnya memutuskan untuk menerima tantangan Toing Cs. Wati Cs tidak menyadari kecurangan Toing Cs dalam pertandingan. Bahkan Rin Bombom sempat terkecoh disaat dirinya ingin menangkap bola, justru kelereng di mulutnya terjatuh sehingga mereka kehilangan angka. Wati Cs sempat kesal dengan permintaan Toing Cs yang meminta mereka menjadi pelayan-pelayan Toing Cs. Walau sempat marah, Wati Cs akhirnya mau menjalani hukuman yang diberikan oleh Toing Cs. Perlakuan Toing Cs terhadap Wati Cs semena-mena. Sempat Rin Bombom kesal dan membuat Toing Cs kewalahan terkena angin dari kipas yang digunakan Rin Bombom.

Episode 69[sunting | sunting sumber]

Rombongan Wati Cs pergi ke Kebun Binatang. Mereka semua menikmati liburan di sana. Bahkan Ceking dan Mat Gondrong sempat membuat rombongan Wati Cs khawatir dengan keisengan mereka setibanya ditempat tersebut. Bahkan Ceking sempat dibuat nyangkut di pohon oleh Rin Bombom dan Mat Gondrong. Rombongan Wati Cs berniat mengikuti perlombaan yang diadakan oleh pengelola Kebun Binatang. Wati Cs mendapat saingan dari keluarga Batak, Pak Guguk dan keluarganya. Keluarga Pak Guguk menganggap remeh Wati Cs. Ketika akan berfoto bersama mereka terkena semburan air dari gajah karena membuat keributan. Sedangkan Pak Guguk juga mengambil foto secara professional tidak seperti Wati Cs. Mat Gondrong dan Ceking yang melihat gaya Pak Guguk dalam mengambil foto membuat Ceking dan Mat Gondrong tidak mau kalah dalam memfoto.

Karena kurang hati-hati, Ceking dan Mat Gondrong hampir tergigit buaya jika saja Wati tidak menolongnya. Begitupula Bang Rojak dan Kong Ali, bahkan Bang Ali sempat menantang buaya yang dipikir telah menelan Kong Ali. Mereka senang dapat selamat, dan mereka penasaran mendengar pengumuman perlombaan memotret satwa. Tanpa disengaja Bang Rojak memenangkan perlombaan, Bu Dower tidak menerima dan merencanakan sesuatu untuk Wati Cs. Keluarga Pak Guguk yang kesal karena kalah, membuat ulah dengan melepas beberapa harimau dari kandangnya hingga membuat pengunjung Kebun Binatang menjadi panik.

Episode 72[sunting | sunting sumber]

Otong dan Odong, Pelatih dan assistan pelatih tim lawan Wati Cs khawatir tim mereka akan kalah dengan Wati Cs. Ada niat jahat yang mereka rencanakan berdua untuk mengalahkan Wati Cs dengan mudah. Kepulangan Mpok Romlah sendiri ke rumah dimanfaatkan oleh Otong dan Odong untuk menculiknya. Ternyata penculikan tersebut di luar dugaan Otong dan Odong, mereka mendapat perlawanan dari Mpok Romlah. Namun mereka berhasil mmperdaya Mpok Romlah dan membiusnya.

Wati Cs yang berjalan ke rumah Wati selesai pertandingan masih asyik berdebat, bahkan membuat Ceking pingsan. Ceking yang diisengi oleh Mat Gondrong terbang oleh angin yang di pompakan ke tubuhnya oleh Mat Gondrong, hingga dirinya sadar ada diatap rumah. Otong dan Odong sempat kewalahan menghadapi emosi Mpok Romlah yang baru sadar. Bahkan Mpok Romlah berani menggertak Otong dan Odong yang berniat mengalahkan Wati Cs.

Wati Cs kaget mengetahui Mpok Romlah diculik, mereka berniat untuk mencari Mpok Romlah. Dengan bantuan Mpok Siti, Kong Ali dan Bang Rojak, Wati Cs mencari Mpok Romlah. Tanpa sengaja mereka berapasan dengan gerombolan preman, dan Wati Cs ingin mencari informasi dari ketua preman itu. Wati Cs tidak mendapat informasi apappun dari para preman. Wati sedih belum dapat menemukan ibunya. Wati Cs berdoa untuk keselamatan Mpok Romlah.

Di pertandingan tim Wati Cs belum datang sedangkan Oodong meminta juri untuk menggugurkan tim Wati Cs. Wati Cs yang awalnya lesu menghadapi pertandingan, tiba-tiba berubah dan bersemangat untuk tetap melawan walau mereka belum menemukan Mpok Romlah. Melihat kehadiran tim Wati Cs membuat Odong kaget dan kemali mengancam keselamatan Mpo Romlah jika Tim Wati Cs tidak menuruti keinginan mereka. Di pertandingan Wati Cs jadi bulan-bulanan tim Garong anak didik Odong. Mpok Romlah berhasil meloloskan diri dari penjagaan Otong. Skor telah 50-0 di ertandingan kedua dan tersisa 10 menit, Odong telah yakin timnya akan menang, namun mereka semua dilapangan kaget melihat kehadiran Mpok Romlah yang menyemangati Wati Cs.

Episode 73[sunting | sunting sumber]

Di Museum, Wati Cs mengagumi patung Gajah Mada. Mereka memperdebatkannya hingga Mat Gondrong menantang Gajah Mada jika hidup. Karena Wati Cs ingin mencari Mat Gondrong di toilet dan waktu kunjungan telah usai, mereka tidak sadar kalau telah terkunci di dalam Museum. Wati Cs yang terkunci di dalam menatap patung-patung Museum terlihat menakutkan. Bahkan ketika malam menjelang semua patung yang ada di Museum bergerak semua dan itu membuat Wati Cs bertambah panik.

Wati Cs kewalahan menghadapi patung mansia dan hewan yang bisa bergerak dan berbicara layaknya manusia. Dan patung-patung kembali normal ketika petugas yang sebelumya pergi kini telah kembali. Awalnya petugas ketakutan mengetahui keberadaan Wati Cs dalam Museum. Wati Cs menceritakan apa yang terjadi sepeninggalan Satpam, namun satpam tidak menghiraukan mereka. Bahkan ketika isterinya menelpon kembali, satpam meninggalkan Wati Cs dan Museum yang masih terbuka. Wati Cs takut ketika semua patung kembali hidup sepeninggalan satpam dan menuju kearah luar Museum.

Episode 74[sunting | sunting sumber]

Bang Jabrik dan Mpok Minul sedang melakukan percobaan mengenai obat yang akan mereka jual ke adik mereka Cuplis. Bang Rojak dan Mpok Minul bersandiwara agar barang dagangan mereka laku, mereka memasuki kampung Bojong, yang tidak lain adalah kampung Wati Cs. Wati Cs sempat terpancing oleh barang dagangan Mpok Minul, begitupula dengan Bang Rojak dan Kong Ali juga terpancing oleh promosi Cuplis.

Wati Cs dan teman sekolahnya terlebih dulu merasakan dampak dari jajanan yang dijual Mpok Minul, bahkan para guru kewalahan melihat mereka. Baik Bang Rojak, Kong Ali, Mpok Romlah, Mpok Siti dan lainnya akhirnya mendatangi Puskesmas karena efek samping yang mereka alami dari makanan dan obat yang dibeli dari Mpok Minah dan Cuplis. Keadaan di Puskesmas menjadi heboh, Bang Jabrik mengambil kesempatan untuk menjual obat ramuannya di dekat Puskesmas. Akhirnya warga memutuskan membeli obat yang dijual Bang Jabrik.

Merasa berhasil berjualan obat mereka merencanakan sandiwara lainnya. Dan kali kedua Bang Jabrik, Mpok Minul dan Cuplis berhasil memperdaya Wati Cs dan warga, hingga mereka berhasil mengeruk keuntungan dari penyakit yang mereka buat. Tanpa sengaja Wati Cs memergoki keakraban Bang Jabrik, Mpok Minul dan Cuplis, mereka mencurigai bahwa semua yang dilakukan adalah rekayasa. Akhirnya Wati Cs berusaha menyelidiki mereka.

Episode 75[sunting | sunting sumber]

Wati Cs yang menghadiri turnamen terlihat kesal dengan mobil yang ditumpangi seorang gadis kecil yang cantik, Lala. Mat Gondrong, Iwan dan Ceking sama-sama tertarik melihat kecantikan Lala. Ternyata Lala adalah manager Tim Borju, lawan main Tim Wati Cs. Lala yang sempat bersikap sombong di hadapan Wati Cs akhirnya tidak berdaya ketika Wati Cs tidak memberi satu angka pun pada Tim Borju. Wati Cs dan warga lain sempat menganggap remeh ucapan Lala yang meminta bantuan ayahnya untuk menggusur kampung Bojong. Wati Cs dan warga panik mendengar kalau kampung mereka telah dikuasai oleh ayah Lala. Namun Lala memberi kesempatan untuk tidak menggusur bagi Wati Cs dan Warga dengan syarat dapat mendatangkan Ronaldinho untuk bertemu dengannya. Wati Cs dan warga sempat putus asa, namun Ceking memberi solusi untuk mencari seseorang yang mirip dengan Ronaldinho.

Di saat sudah putus asa, Wati Cs dan warga kedatangan Ronaldikin yang terlihat mirip dengan penampilan Ronaldinho. Penampilan sudah meyakinkan, namun Wati Cs khawatir tentang kemampuan Ronaldikin dalam bermain bola. Melihat kemampuan Wati Cs, Ronaldikin beralasan untuk tidak memperlihatkan kemampuannya. Ronaldikin yang pura-pura sakit, menikmati hidangan yang dipersiapkan warga untuknya. Wati Cs dan Warga sempat kesal melihat Ronaldikin sama sekali tidak mau menunjukkan kemampuannya bermain bola. Wati Cs dan Warga baru tahu kalau Ronaldikin sama sekali tidak bisa bermain bola. Merasa mengecewakan Wati cs dan Warga, Ronaldikin meninggalkan Wati Cs ketika mereka terlelap.

Ronaldikin yang bertemu dengan kembarannya Ronaldinho dan memberi semangat padanya. Akhirnya Ronaldikin mengurungkan niatnya untuk meninggalkan kampung Bojong dan memenuhi keinginan Wati Cs dan warga untuk bertemu dengan Lala.

Episode 76[sunting | sunting sumber]

Wati Cs memasuki sebuah pameran di sebuah Museum, mereka sangat ketakutan melihat pemandu yang terlihat seram bagi mereka, Pak Brojo. Bahkan Rin Bombom sampai sakit perut melihat penampilan Pak Brojo. Akibatnya Wati Cs yang memang mencari Rin Bombom terkunci dalam museum. Rin Bombom yang terkunci dalam toilet berhasil ditemukan oleh Wati Cs. Wati Cs yang terkurung dalam Museum kaget melihat Mummi dalam peti mati dapat bergerak dan mengejar mereka.

Wati Cs berusaha melumpuhkan Mummi dan keluar dari dalam Museum. Tindakan Wati Cs yang memperlihatkan kekuatan mereka diketahui oleh Pak Brojo dan Pak Jajang, Penjaga Museum. Mereka memiliki niat jahat untuk memanfaatkan Wati Cs. Pak Brojo dan Pak Jajang membohongi Wati Cs dengan cerita menyeramkan tentang benda-benda dalam Museum dan memanfaatkan Wati Cs untuk menukar Arca asli dengan Arca palsu.

Wati Cs yang ingin meninggalkan Museum mencurigai keberadaan Mummi, mereka berhasil mengetahui keterikatan Mummi palsu dengan Pak Brojo dan Pak Jajang. Perlawanan Wati Cs sia-sia karena Pak Brojo meminta bantuan 3 orang kekar yang berhasil menangkap Wati Cs. Wati Cs yang tertangkap menyamar sebagai Arca emas.

Episode 77[sunting | sunting sumber]

Wati Cs sedang asyik menikmati pentas Reog ponorogo yang digelar dikampung mereka. Pak Heru selaku pimpinan Reog ponorogo terlihat memberikan perintah ke anak buahnya. Di tengah-tengah keramaian acara pentas Reog Ponorogo, terlihat seseorang menjahili topeng singa Barong yang akan digunakan puncak acara. Akibatnya terjadi kekacauan di arena pentas kesenian tersebut. Wati Cs yang melihat kekacauan itu berusaha untuk mengatasinya, akibat kejadian itu penonton merasa khawatir dan meninggalkan pertunjukan itu. Setelah itu Pak Heru baru tahu penyebab kekacauan karena adanya seekor ulat bulu yang mengganggu pemain mereka. Wati Cs mengutarakan niat mereka untuk bisa bermain dalam pertunjukan Reog Ponorogo, namun Pak Heru yang telah putus asa tidak bisa mengabulkan keinginan Wati Cs.

Tanpa diketahui Pak Heru dan Wati Cs, ada salah satu anak buah Pak Heru yang memperhatikan mereka. Wati Cs gembira ketika Pak Heru memberi kesempatan melatih Wati Cs untuk tampil di pertunjukkan terakhir mereka. Ketika akan berlatih Wati Cs diprotes oleh Karta, salah satu anggota pemain Reog. Namun Wati cs dengan keahliannya dapat menunjukkan kalau mereka dapat mengikuti latihan Reog tersebut, hal itu terlihat tidak disukai oleh Karta. Ada seseorang yang terlihat mencurigakan dan mengunci salah satu pemain Reog di sebuah toilet. Sosok misterius mulai menyerang Wati Cs dengan menutupi wajahnya dengan topng. Wati Cs yang merasa lelaki bertopeng itu sudah keterlaluan, ingin membalasnya. Gerakan lelaki yang menggunakan topeng Singa Barong merasa kewalahan menghadapi serangan Wati Cs.

Pak Heru dan Wati Cs kaget mengetahui lelaki yang menggunakan topeng Singa Garong mulai menyerang mereka dengan senjata tersembunyi. Pak Heru menanyakan Karta dan Joko yang ditugaskan memegang topeng Singa Garong, namun mereka semua memiliki alibi. Wati Cs mulai mencurigai adanya keterlibatan orang dalam untuk menjatuhkan sanggar Reog milik Pak Heru. Wati Cs menyelidiki Karta, Wati Cs melihat sesosok misterius memasuki ruang kostum dan membakarnya. Berkat bantuan salah seorang rombongan sanggar, Paijo, Wati berhasil meringkus Karta yang mereka curigai. Disaat pentas, ternyata justru Paijo melakukan aksi di luar perkiraan Wati Cs. Paijo membuat Joko pingsan dan telah menghasut Karta sebagai pelaku kejahatan.

Episode 78[sunting | sunting sumber]

Ceking sempat ketakutan ketika dirinya menonton sebuah film di rumah Kong Ali, terlebih ketika Mat Gondrong dan Rin Bombom yang juga ketakutan menutupi wajah mereka dengan topeng yang menambah takut Ceking. Wati Cs, Bang Rojak dan Kong Ali kaget melihat ada bingkisan kado di depan rumah. Karena takut Bang Rojak melempar bungkusan itu ke hutan. Dua orang penjahat Kubil dan Tongki yang mencari hewan di hutan kaget menemukan sebuah telur. Kong Ali yang membaca pesan dari bingkisan itu kaget ternyata kiriman dari temannya yang di Mesir adalah sebuah telur yang jika terkena air akan sangat berbahaya.

Ceking sempat ketakutan ketika dirinya menonton sebuah film di rumah Kong Ali, terlebih ketika Mat Gondrong dan Rin Bombom yang juga ketakutan menutupi wajah mereka dengan topeng yang menambah takut Ceking. Wati Cs, Bang Rojak dan Kong Ali kaget melihat ada bingkisan kado did epan rumah. Karena takut Bang Rojak melempar bungkusan itu ke hutan. Dua orang penjahat Kubil dan Tongki yang mencari hewan di hutan kaget menemukan sebuah telur. Kong Ali yang membaca pesan dari bingkisan itu kaget ternyata kiriman dari temannya yang di Mesir adalah sebuah telur yang jika terkena air akan sangat berbahaya.

Episode 79[sunting | sunting sumber]

Wati Cs mendatangi sebuah pasar malam, mereka menikmati permainan bahkan sempat membantu anak-anak untuk bermain komedi putar. Iwan, Mat Gondrong dan Ceking memasuki rumah hantu, namun mereka tidak menghiraukan peringatan yang ada dipintu masuk. Ketika berada di dalam rumah hantu mereka bertiga ketakutan terlebih ketika melihat sosok genderuwo. Mat Gondrong dan Ceking berhasil keluar dari rumah hantu, namun mereka baru menyadari kalau Iwan masih tertinggal di dalam rumah hantu. Wati dan Rin Bombom yang mengetahui Iwan hilang menjadi panik.

Wati Cs melaporkan kejadian hilangnya Iwan pada petugas Pasar Malam. Bersama petugas mereka mencari Iwan bahkan mereka menanyakan ke penjaga stan rumah hantu. Wati Cs mencurigai adanya kejanggalan di rumah hantu itu. Wati Cs melihat keberadaan Genderuwo mereka berpencar untuk mencari namun mereka gagal untuk menangkapnya. Ceking, Mat Gondrong dan Rin Bombom melihat Genderuwo masuk Stan Rumah Hantu, memberanikan diri masuk dan tidak memperdulikan pantangan yang tertulis di pintu masuk. Mat Gondrong dan Ceking baru mnyadari kalau Rin Bombom kembali hilang setelah mereka bertemu Genderuwo. Wati memaksa Mat Gondrong dan Ceking untuk mau mencari Iwan dan Rin Bombom di rumah hantu.

Wati Cs melihat keberadaan Genderuwo dan mengejarnya. Awal mulanya Wati Cs ketakutan karena semua hantu mengejar merka, namun ketika melihat cermin barulah Wati Cs sadar kalau hantu yang mengejar mereka semua gadungan. Wati Cs akhirnya membuat serangan balasan dan membuat para hantu pingsan. Dan dari Hantu Genderuwo mereka menemukan Iwan dan Rin Bombom yang sedang dijamu makanan yang enak disebuah ruangan. Dari sinilah Wati Cs mengetahui apa yang menjadi masalah di stan Rumah Hantu. Pengelola rumah hantu berkeinginan membuat tempat mereka ramai dengan adanya pantangan yang mereka tempel di depan pintu masuk.

Episode 81[sunting | sunting sumber]

Wati Cs sedang memperhatikan pertandingan Tim Raja Kobra dan Tim Musang. Wati Cs khawatir melihat permainan kedua tim yang sama-sama bagus. Mereka ingin tim mereka ada yang melatih sehingga mampu menghadapi lawan mereka. Wati berniat menjadikan Ronaldikin menjadi pelatih mereka, namun mereka ditolak oleh Ronaldikin. Wati Cs mencoba untuk mencari pelatih lain, kendala kembali mereka hadapi karena masalah uang.

Ronaldikin menerima kemarahan dari poster Ronaldinho yang tidak menerima sikap materialistik dari Ronaldikin. Ronaldikin merasa bersalah terhadap Wati Cs. Sobri, Kapten Tim Raja Kobra mencoba mendekati Ceking yang terlihat kesulitan ekonomi. Wati Cs yang sempat cemas karena tidak memiliki uang untuk membayar pelatih menjadi senang dengan kehadiran Ronaldikin yang bersedia melatih mereka tanpa bayaran. Namun Wati Cs tidak memperhatikan sikap lesu dari Ceking yang masih memikirkan kebutuhan adik-adiknya.

Ceking menanyakan pendapat ibunya tentang sogokan Sobri, Ibunya menentang keras hal tersebut. Penolakan Ceking terhadap penawaran Sobri diketahui oleh Wati Cs dan bangga atas sikap yang diambil oleh Ceking. Ronaldikin justru khawatir melihat cara bermain Wati Cs yang bertambah parah. Ronaldikin menghindar ketika Wati Cs menjemputnya untuk ketempat pertandingan. Poster Ronaldinho memarahi sikap Ronaldikin yang tidak bertanggung jawab.

Dipertandingan Tim Wati Cs terlihat bermain kasar dan kurang konsentrasi. Karena permainanyang buruk Wati Cs beberapakali kebobolan. Kehadiran Ronaldikin membuat tim Wati Cs senang dan Tim Ular Kobra sempat kaget melihatnya. Tim Wati Cs kembali bersemangat untuk memenangkan pertandingan di babak kedua. Tim Wati Cs mulai melakukan permainan baru dalam menghadapi Tim Raja Kobra.

Episode 82[sunting | sunting sumber]

Wati Cs menjalani latihan yang diberikan oleh Ronadikin, namun mereka merasakan aneh menjalani semua latihan tersebut. Bahkan Wati Cs dibiarkan diserang oleh segerombolan lebah yang diusik oleh Ronaldikin. Dengan kekuatannya Wati Cs berhasil menghalau serangan lebah dan akibatnya lebah-lebah tersebut menyerang Ronaldikin. Wati Cs iri melihat cara latihan Tim Musang yang terlihat professional. Ronaldikin yang tersinggung ingin membuktikan dirinya lebih baik, namun justru membuat dirinya malu di depan Tim Musang dan Wati Cs. Ronaldikin ingin menunjukkan bisa melakukan apa yang pelatih Tim Musang lakukan, namun selalu gagal. Ronaldikin yang diremehkan akhirnya menantang pelatih Tim Musang, namun dia kaget mengetahui pelatih Tim Musang adalah seorang wanita, Tari.

Rojak salah paham ketika dirinya dan Ronaldikin mengkhayal gadis impian masing-masing. Tari mendengarkan nasihat ponakannya Rani untuk memanfaatkan Ronaldikin agar Timnya bisa memenangkan pertandingan. Wati Cs kembali sedih ketika mengetahui Rin Bombom akan meninggalkan kampung Bojong. Wati Cs melihat Ronaldikin kesal karena lebih memikirkan pelatih Tim Musang dibandingkan Rin Bombom. Ceking dan Mat Gondrong memperhatikan perilaku Ronaldikin yang sedang kasmaran dan berusaha membantunya walapun akhirnya gagal. Wati dan Iwan tidak tahu rencana Rani, keponakan Tari yang ikut audisi sebagai kipper tim Wati Cs.

Rin Bombom yang tahu rencana Tari dan Rani memberitahu Ronaldikin, namun Ronaldikin yang kasmaran tidak mengindahkan ucapan Rin Bombom. Dipertandingan terbukti jika Rani membela Tim Musang daripada timnya. Ronaldikin patah hati melihat Tari bersama pacarnya dan mengetahui Rani berkomplot untuk menjatuhkan Tim Wati Cs. Orang tua Rin Bombom yang membatalkan niatnya membuat Tim Wati Cs kembali bersemangat mengalahkan Tim Musang. Tari mendatangi Ronaldikin setelah Tim-nya kalah oleh Wati Cs ditolak oleh Ronaldikin, Namun kenyataannya Ronaldikin merasa kehilangan Tari yang memang disukainya.

Episode 83[sunting | sunting sumber]

Belor, pelatih Tim Kurawa dan anak asuhnya menyepelekan dan mengganggu Wati Cs yang sedang asyik merayakan kemenangan mereka. Mat Gondrong sempat marah pada Belor, untunglah Wati berhasil meredamnya. Akhirnya Wati menerima tantangan Tim Kurawa dan bertanding dalam melakukan tendangan pinalti. Diawal tendangan yang dilakukan Tim Kurawa, diwakili oleh Rahwana. Tendangan Rahwana membuat Rin Bombom kaget dan melupakan tendangan bola Rahwana yang masuk ke gawangnya.

Wati berhasil mengimbangi angka dan membuat kiper Tim Kurawa, Gareng tidak siap menghadang tendangan. Semua tendangan Wati Cs dapat mengimbangi tendangan Tim Kurawa, namun tidak dengan tendangan Iwan yang mengakibatkan Wati Cs kalah. Iwan merasa bersalah dan meninggalkan lapangan. Wati Cs meminta bantuan Ronaldikin untuk menghibur Iwan. Ceking dan Mat Gondrong membantu Ronaldikin mencari poster Ronaldinho, namun mereka belum berhasil.

Iwan meminta saran Wati agar dirinya juga memiliki kekuatan seperti yang lain. Iwan yang sempat menyerah dalam melatih dirinya, akhirnya menemukan poster Ronaldinho. Iwan senang ketika Ronaldinho berkeinginan melatihnya bermain bola. Disaat pertandigan dengan Tim Kurawa, Wati Cs cemas menunggu kehadiran Iwan. Wati Cs tidak mengetahui kalau Iwan telah dilatih oleh poster Ronaldinho. Wati Cs kewalahan menghadapi serangan yang dilancarkan Tim Kurawa. Ronaldikin pun tidak sanggup melihat kekalahan yang dialami oleh Wati Cs. Kehadiran Iwan yang membawa poster Ronaldinho memberi semangat bagi Wati Cs dan Ronaldikin. Mereka berhasil mengimbangi permainan dan menyamakan skor. Akhirnya terjadi adu pinalti dalam menentukan pemenangnya.

Episode 84[sunting | sunting sumber]

Wati Cs yang berniat membuat kaget Bang Rojak, Kong Ali, dan Ronaldikin justru kaget akibat kaleng yang tiba-tiba dilempar seseorang. Kaleng tersebut berisi ancaman dari Maling Kondang yang ingin mengambil Piala Turnamen Sepakbola. Wati Cs mempersiapkan jebakan di rumah ketua Panitia, mereka merasa sanggup menangkap Maling Kondang dengan cara mereka. Bang Rojak, Kong Ali, dan Ronaldikin yang sedang mengawasi terlebih dahulu terkena perbuatan jahil Maling Kondang. Karena emosi mereka bertiga terpancing oleh Maling Kondang dan anak buahnya hingga masuk ke rumah Ketua Panitia yang sudah ada beberapa jebakan yang dibuat oleh Wati Cs.

Dengan mengelabui Bang Rojak, Kong Ali dan Ronaldikin, Maling Kondang berhasil memasuki rumah Ketua Panitia dengan lancar. Wati Cs kaget mengetahui bukan Maling Kondang yang masuk perangkap mereka. Namun Maling Kondang dan anak buahnya tidak menyangka kalau ternyata ada Maling lainnya, Tomtom, yang telah mendahului mereka untuk mengambil Piala Turnamen tersebut. Wati Cs berhasil mengejar Maling Kondang namun mereka terkejut karena piala tidak ada ditangannya. Sedangkan Bang Rojak, Kong Ali, dan Ronaldikin berhasil memergoki pencuri lainnya, Tomtom. Namun mereka tidak menyadari kehadiran Maling Kondang yang berhasil kabur dari Wati Cs dan membuat mereka semua pingsan.

Maling Kondang merencanakan sesuatu dengan Tomtom untuk mengerjai Wati Cs. Wati Cs terpancing oleh anak buah Maling Kondang untuk datang ke rumah kosong. Wati Cs bertubi-tubi menghadapi jebakan Maling Kondang. Wati Cs yang berhasil melalui jebakan Maling Kondang Cs kaget karena sang Maling memiliki sandera. Dan Ronaldikinlah yang dijadikan sandera oleh Maling Kondang. Ronaldikin berhasil menghambat Maling Kondang Cs dengan berpura-pura sakit perut.