Najd

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Najd atau Nejd (dalam bahasa Arab: نجد Naǧd, dibaca 'Najed') adalah sebuah wilayah di pusat negara Arab Saudi dan merupakan tempat di mana ibukota negara tersebut, Riyadh, berada. Najd juga merupakan bagian tengah dari Semenanjung Arab. Najd adalah sebuah daerah dataran tinggi dengan ketinggian 762 hingga 1.525 meter di atas permukaan laut. Bagian timur wilayah ini ditandai dengan perkampungan-perkampungan oasis, sedang di daerah Najd lainnya sedikit didiami oleh suku nomaden Badui. Orang yang berasal dari Najd disebut Najdi dalam bahasa Arab.

Garis Batas[sunting | sunting sumber]

Wilayah Najd dalam pembagian wilayah politik Arab Saudi saat ini

Najd dalam bahasa Arab secara harfiah berarti 'dataran tinggi'. Di sebelah barat, Najd dibatasi oleh pegunungan Hijaz dan Yaman, disebelah timur oleh wilayah historis Bahrain serta di utara oleh Suriah dan Irak. Batas selatan Najd adalah hamparan padang pasir terluas di dunia yang bernama Rub 'al Khali atau "Daerah Kosong", sedangkan batas di barat daya ditandai oleh lembah Wadi Ranyah, Wadi Bisha, dan Wadi Tathlith.

Saat ini wilayah Najd secara administratif terbagi di empat provinsi di negara Arab Saudi yaitu Ha'il, Qasim, Riyadh dan sebagian Syarqiyah.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Selama tahun 632 M dan 633 M, Najd terlibat dalam perang Riddah, di mana Khalifah Abu Bakar mengirimkan Khalid bin Walid menuju Najd dengan kekuatan 4.000 orang.

Najd merupakan daerah di luar kekhalifahan Islam yang ada pada waktu itu, yakni Kekhalifahan Utsmaniyah (1299–1923 M). Najd pada waktu itu dibawah kekuasaan Dinasti Saud yang bernama Kesultanan Najd. Pada tahun 1926, Kesultanan Najd dibawah pemerintahan Abdul Aziz bin Saud memperluas wilayahnya dan menaklukkan Kerajaan Hijaz milik Dinasti Hasyimiyah yang pada waktu itu merupakan pemelihara Dua Tanah Suci (Haramain) yakni Mekkah dan Madinah. Setelah Kerajaan Najd dan Hijaz disatukan, Abdul Aziz bin Saud menjadi rajanya. Pada 23 September 1932, wilayah utama kekuasaan Dinasti Saud yakni Al-Hasa, 'Asir, Qatif, Najd dan Hijaz disatukan menjadi Kerajaan Arab Saudi dan akhirnya Najd menjadi salah satu provinsi dari Kerajaan Arab Saudi.

Di antara orang-orang terkenal yang lahir di Najd adalah Ibnu Baz, Ibnu Utsaimin, dan juga Muhammad bin Abdul Wahhab.

Agama[sunting | sunting sumber]

Penduduk Najd beragama Islam. Wilayah ini terkenal dengan penafsiran puritannya atas Islam, dan umumnya dianggap sebagai benteng pertahanan konservatisme agama yang dikenal sebagai Wahhabisme (gerakan Wahabi), atau mereka sendiri menyebutnya sebagai Salafi. Paham Wahhabi/Salafi ini hingga kini telah menyebar ke penjuru dunia terutama di negara-negara yang memiliki populasi Muslim. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh kekuasaan Kerajaan Arab Saudi atas Mekkah dan Madinah yang merupakan tanah suci Umat Islam dan juga hubungan diplomatik Arab Saudi dengan negara-negara lain dengan memberikan beasiswa pendidikan di Arab Saudi maupun dengan mendirikan lembaga pendidikan Islam di negara-negara tersebut.

Hadis[sunting | sunting sumber]

Dalam suatu hadits terkenal dari Nabi Muhammad, nama Najd disebut oleh beliau sebagai berikut:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna yang berkata telah menceritakan kepada kami Husain bin Hasan yang berkata telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Aun dari Nafi’ dari Ibnu Umar yang berkata (Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda “Ya Allah, berilah keberkatan kepada kami, pada Syam kami dan pada Yaman kami”. Para sahabat berkata “Dan juga Najd kami?”. Beliau bersabda “Di sana muncul kegoncangan dan fitnah, dan di sanalah muncul tanduk setan.”[1]

Dalam hadis lain, sabda Nabi Muhammad: "Wahai Allah, berkahilah wilayah Yaman kami dan wilayah Syam kami", lalu mereka berkata: dan juga untuk wilayah Najd kita wahai Rasulullah..! Rasulullah berdoa lagi: "Ya Allah, berkahilah wilayah Yaman kami dan wilayah Syam kami" lalu mereka berkata lagi: Dan juga untuk wilayah Najd kita, wahai Rasulullah!, Rasulullah menjawab: "Di situlah goncangan, fitnah, dan di sanalah terbitnya tanduk setan."[2]

Meskipun secara tekstual disebutkan "Najd", namun hadis di atas mempunyai redaksi lain dimana kata "Najd" disebutkan sebagai "Irak". Telah menjadi perbedaan pendapat (ikhtilaf) di kalangan para ulama hingga saat ini apakah yang dimaksud oleh rasulullah itu adalah Najd ataukah Irak. Ulama semisal Ibnu Hajar Al 'Asqalani menyebutkan bahwa yang dimaksud Najd di hadits tersebut adalah Irak. Namun, banyak ulama Yaman[siapa?] mengatakan posisi Najd adalah di Arab Saudi.

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Shahih Bukhari 2/33 no 1037)
  2. ^ (Shahih Bukhari hadis no.990)