Martin Bormann

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Martin Bormann
Martin Bormann pada tahun 1934
Menteri dari NSDAP
Masa jabatan
30 April – 2 Mei 1945
Didahului oleh pertama kali dibentuk
Digantikan oleh Tidak ada
Kepala Parteikanzlei
Masa jabatan
12 Mei 1941 – 2 Mei 1945
Didahului oleh Rudolf Hess (sebagai Deputi Führer)
Digantikan oleh Tidak ada
Sekretaris Pribadi Führer
Masa jabatan
12 April 1943 – 30 April 1945
Sekretaris Pribadi Deputi Führer
Masa jabatan
Juli 1933 – 12 Mei 1941
Reichsleiter
Masa jabatan
Oktober 1933 – 2 Mei 1945
Ketua NSDAP
Masa jabatan
30 April 1945 – 2 Mei 1945
Didahului oleh Adolf Hitler
Digantikan oleh Tidak ada
Informasi pribadi
Lahir 17 Juni 1900
Wegeleben, Prussia, Jerman
Meninggal 02 Mei 1945 (umur 44)
Berlin, Jerman
Kebangsaan Jerman
Partai politik Partai Pekerja Nasional-Sosialis Jerman (NSDAP)
Suami/istri Gerda Buch
(menikah pada tanggal 2 September 1929)

Martin Bormann (lahir di Wegeleben, Prussia, Jerman, 17 Juni 1900 – meninggal di Berlin, Jerman, 2 Mei 1945 pada umur 44 tahun) adalah tokoh Nazi dan menjabat sebagai sekretaris Partai Pekerja Nasional-Sosialis Jerman (NSDAP) pada akhir pemerintahan "Reich ke-3". Dan menjadi ketuanya setelah Adolf Hitler bunuh diri.

Ia diketahui berada dalam bunker bersama Adolf Hitler pada saat-saat terahir kehancuran rezim Nazi dan berupaya pergi meninggalkan Hitler. Setelah melarikan diri, ia ditemukan tewas dibunuh tentara Rusia yang sudah memasuki Berlin waktu itu.

Martin Bormann lahir pada tanggal 17 Juni 1900 di Wegeleben. Ia anak dari Theodor Bormaan dan istri keduanya Antonie Bernhardine Mennong. Bormann mempunyai dua orang saudara tiri yaitu Else Bormann dan Walter Bormann. Bormann juga memiliki seorang saudara kandung yang bernama Albert Borman yang lahir pada tahun 1902.

Pada masa Perang Dunia I Bormann pernah menjadi serdadu dalam resimen artileri. Namun ia tidak sempat diturunkan dalam medan pertempuran lantaran perang sudah selesai, kemudian Bormann masuk ke dalam Freikorps saat ia menjadi manajer sebuah real estate di Mecklenburg.

Ia pernah dihukum satu tahun penjara karena membantu Rudolf Höss membunuh Walter Kadow. Pada Tahun 1925, Bormann bergabung dengan Partai Nazi di Thuringia. Ia menjabat sebagai humas partai di wilayah itu.

Pada tanggal 2 September 1929, Bormann menikah dengan Gerda Buch. Dari perkawinannya tersebut, Bormann dikaruniai sepuluh orang anak yang bernama Adolf Martin Bormann, Ilse Bormann, Ehrengard Bormann, Irmgard Bormann, Rudolf Gerhard Bormann, Heinrich Hugo Bormann, Eva Ute Bormann, Gerda Bormann, Fred Harmut Bormann, dan Volker Bormann.

Pada bulan Oktober tahun 1933, Bormann menjadi Reich leiter (Pemimpin Pusat Partai Nazi). Sebulan kemudian, ia menjadi anggota Reichstag. Pada tahun 1933 sampai 1941, Bormann ditugaskan menjadi sekretaris pribadi Rudolf Hess. Setelah kepergian Hess, Bormann pun ditunjuk sebagai Kepala Kekanseliran Partai. Bormann mendirikan Adolf Hitler Endowment Fund of German Industry sebuah lembaga donor dari para pengusaha untuk Partai Nazi. Bormann di beri tugas dalam hal surat-menyurat, pembuatan makalah, penujukan orang, bahkan keuangan pribadi Hitler. Bormann memegang semua urusan dalam hal birokrasi. Segala hal yang ingin disampaikan kepada Hitler haruslah melewatinya.

Pada tanggal 28 April 1945, Bormann berada di markas bawah tanah Führer yang berada di bawah gedung kekanseliran Reich di kota Berlin. Bormann mengirim telegram ke Admiral Karl Dönitz di Flensburg yang berisi keadaan yang sangat genting di Berlin. Esok harinya Bormann, General der Infanterie Wilhelm Burgdof, Joseph Goebbels, dan General der Infanterie Hans Krebs menjadi saksi serta menandatangani surat wasiat dan kehendak terakhir Hitler. Pada tanggal 1 Mei 1945 pada pukul 03.15, Goebbels bersama Bormann mengirim pesan kepada Admiral Karl Dönitz tentang kematian Hitler. Atas keinginan Hitler, Dönitz ditunjuk sebagai Presiden Reich yang baru.

Pada hari yang sama, Bormann pergi meniggalkan markas bawah tanah Führer bersama dengan Ludwig Stumpfegger, dan Artur Axmann. Mereka bertiga berusaha kabur dari kepungan tentara merah yang telah menguasai Kota Berlin. Mereka keluar dari terowongan bawah tanah dan berjalan bersama dengan beberapa Panzer. Ditengah jalan mereka dikagetkan oleh serangan pasukan Uni Soviet. Mereka bertiga langsung lari meninggalkan rombongan panzer tersebut. Mereka bertiga berjalan sepanjang jalur kereta menuju stasiun Lehrter. Di sini Axmann berpisah dengan Bormann dan Stumpfegger, ia pergi ke arah yang berlawanan. Namun Axmann bertemu dengan patroli Tentara Uni Soviet dan ia lari ke arah Stumpfegger dan Bormann. Namun ia menemukan mereka berdua telah tewas.