Majenang, Cilacap

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Majenang
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Cilacap
Pemerintahan
 • Camat -
Luas - km²
Jumlah penduduk -
Kepadatan - jiwa/km²
Desa/kelurahan -

Majenang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Indonesia. Majenang merupakan batas ujung barat Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Jawa Barat. Kecamatan ini merupakan jalan utama lintas provinsi antara Jateng dan Jabar yang dihubungkan dengan Cilacap dan Banjar. Begitu lepas Jabar, memasuki Majenang dengan pemandangan/lanskap hutan karet di sepanjang jalan.

Letak[sunting | sunting sumber]

Majenang adalah salah satu kecamatan di kabupaten Cilacap yang letaknya paling utara (berjajar ke Barat bersama kecamatan Wanareja dan Dayeuh Luhur. Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Brebes, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Cimanggu, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Cipari, dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Wanareja.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar wilayah Majenang adalah pegunungan (hampir 60%) dan selebihnya dataran, mulai dari ketinggian sekitar 100 meter sampai 1200 meter di atas permukaan laut. Tanahnya hampir semuanya subur, baik yang berupa pegunungan maupun dataran. Curah hujan sangat tinggi, pada musim penghujan hampir setiap hari hujan turun. Ada 3 sungai yang cuku deras yaitu: Sungai Cijalu, Sungai Cilopadang, dan Sungai Cileumeuh. Di kanan kiri sungai-sungai tersebut terdapat sawah-sawah dan ladang-ladang yang subur dan indah.

Hutannya masih sangat lebat berupa belantara dengan pohon hutan asli. Bukit-bukitnya sebagian besar terjal dengan kemiringan 25 derajat sampai 75 derajat. Mata air hampir ada dimana-mana, bahkan di musim kemarau tidak pernah kekurangan air.

Hasil hutan berupa kayu dan hasil kebun buah-buahan serta sayuran berlimpah. Sawah tersebar mulai dari dataran hingga perbukitan yang landai sehingga boleh dibilang surplus beras.

Alamnya dipenuhi panorama indah, sehingga banyak tempat yang bisa dijadikan obyek wisata alam, mulai perbukitan yang hijau hingga air terjun yang sejuk.

Di perut buminya ada beberapa jenis tambang :

  1. Tambang emas di desa Sadahayu (belum di eksplor)
  2. Tambang batu alam di desa Cibeunying (gunung Cungakan)
  3. Tambang pasir dan batu kali ada di sepanjang sungai Cijalu

Demografi[sunting | sunting sumber]

Majenang merupakan daerah "peralihan" Sunda-Jawa dalam arti bahwa di wilayah ini bahasa ibu yang mereka pakai terdiri dari Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa, namun Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa boleh dibilang agak kasar dibanding Sunda di Jawa Barat atau Jawa di Jawa Tengah sebelah timur.

Desa/kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Bener
  2. Boja
  3. Cibeunying
  4. Cilopadang
  5. Jenang
  6. Mulyadadi
  7. Mulyasari
  8. Padangjaya
  9. Padangsari
  10. Pahonjean
  11. Pengadegan
  12. Sadabumi
  13. Sadahayu
  14. Salebu
  15. Sepatnunggal
  16. Sindangsari
  17. Ujungbarang

Tokoh[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]