Kefir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Untuk istilah Islam, lihat Kafir.
Kefir
Kefirpilze.jpg
Butiran kefir, yang merupakan pembiakan simbiosis ragi dan bakteri, yang digunakan untuk membuat kefir
Informasi
Nama lain Kefīrs, keefir, kephir, kewra, talai, mudu kekiya, milk kefir, búlgaros
Penyajian dan bahan
Bahan susu, kefir grains (bakteri,garam, ragi, protein, lemak, gula)

Kefir adalah minuman yang terbuat dari susu dengan proses fermentasi yang berasal dari daerah Kaukasus. Cara pembuatannya adalah dengan memasukaan butiran kefir ke dalam susu sapi, kambing, atau domba. Kefir tradisional dibuat di dalam tas kulit kambing dan digantung di dekat pintu, tas ini akan bergoyang ketika seseorang membuka pintu sehingga susu dan kefir akan tercampur.

Asal mula kefir[sunting | sunting sumber]

Kefir telah dikenal dan dikonsumsi masyarakat pegunungan Kaukasus Utara, Rusia, selama lebih dari 1.400 tahun yang lalu. Biji kefir diberikan oleh Nabi Muhammad kepada rakyat Kaukasus dan menjadi semacam “pusaka” yang diwariskan secara turun temurun.[1]

Istilah kefir berasal dari bahasa Turki, ke’if, yang artinya enak, keadaan (kondisi) yang baik. Dari wujudnya, kefir berbeda dari yoghurt yang juga merupakan hasil fermentasi susu. Kefir berwujud cair, sedang yoghurt berwujud kental.

Dugaan yang lebih memiliki landasan adalah bahwa nama Kefir berasal dari "kaafuura", yaitu nama mata air di surga yang airnya berwarna putih, harum baunya dan lezat rasanya. Kata ini tercantum dalam Al Qur'an, yaitu pada Surat Al Insaan, ayat 5. Kefir merupakan salah satu jenis susu fermentasi dengan menggunakan kultur starter berupa biji kefir, namun dapat juga menggunakan starter cair kefir.[2] Selain dibuat dari susu sapi, kefir juga dapat dibuat dengan menggunakan susu kambing.[3]

Komposisi mikroba kefir[sunting | sunting sumber]

Bakteri[sunting | sunting sumber]

Lactobacillus[sunting | sunting sumber]

Lactobacillus brevis, Lb. helveticus, Lb. kefir, Lb. viridescens, Lb. casei, Lb. kefiranofaciens, Lb. kefirgranum,Lb. parakefir, Lb. plantarum, Lb. acidophilus, Lb. delbrueckii, Lb. rhamnosis, Lb. paracasei, Lb. fructirorans, Lb. hilgardii, Lb. fermentum, Lb. riridescens.

Lactococcus dan lain-lain[sunting | sunting sumber]

Lactococcus lactis subsp. lactis, Lactococcus lactis subsp. cremoris, Streptococcus thermophilus, Enterococci durans, Leuconostocs sp., Leuconostocs mesenteroides, Acetobacter sp., Bacillus sp., Bacillus subtilis, Micrococcus sp., Escherechia coli, Kluyveromyces lactis, Kluyveromyces marxianus, dan Pichia fermentans.

Starter kefir[sunting | sunting sumber]

Untuk membuat kefir digunakan kultur starter yang terdiri atas beberapa mikroba. Starter kombinasi yang dapat digunakan terdiri atas lactobacillus acidophillus, l bulgaricus, l lactis, bifidobacterium longum, acetobacter aceti, leuconostoc mesenteroides dan s cerevisiae.[4] Kefir juga dapat dibuat dnengan menggunakan Bulk Starter Freeze Drying.[5] Aktivitas kultur starter kefir mampu menghambat bakteri Staphylococcus aureus selama proses penyimpanan dingin.[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Sejarah Kefir di Epetani.deptan.go.id
  2. ^ [1][Pembuatan dan Karakterisasi Kefir Susu Sapi]
  3. ^ [2][Pengaruh lama penyimpanan terhadap aktivitas antimikroba kefir yang dibuat dari susu kambing saannnen dan susu kambing peranakan etawah-saanen (PESA)]
  4. ^ [3][Pengaruh Penggunaan Starter Kombinasi Berbagai Jenis Bakteri dan Khamir Terhadap Sifat Fisikokimia dan Sensori Kefir]
  5. ^ [4][Kualitas Kefir dengan Menggunakan Bulk Starter Freeze Drying]
  6. ^ [5][Aktivitas antagonistik kultur starter yogurt dan kefir terhadap bakteri Staphylococcus aureus selama proses penyimpanan dingin]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]