Kabupaten Buol

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Buol
Coat of arms of Buol Regency.png
Lambang Kabupaten Buol
Moto: BERKAH (Budaya, Enerjik, Ramah, Kreatif, Amanah dan Harmonis)


{{{peta}}}
Peta lokasi Kabupaten Buol
Koordinat: -
Provinsi Sulawesi Tengah
Dasar hukum Undang-undang RI Nomor 51 tahun 1999
Tanggal -
Ibu kota Kota Buol
Pemerintahan
 - Bupati dr. H. Amirudin Rauf, Sp.OG, M.Si
Sebelumnya, H. Amran Batalipu
 - DAU Rp. 405.310.339.000.-(2013)[1]
Luas 3.507 km2
Populasi
 - Total 132.330 jiwa (2010)
 - Kepadatan 37,73 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0445
Pembagian administratif
 - Kecamatan 11
 - Kelurahan 100/7
 - Situs web www.buolkab.go.id

Kabupaten Buol adalah salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Buol. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 3.507 km² dan berpenduduk sebanyak 132.330 jiwa (2010).

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Pada Tahun 2008 mencapai 117.028 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 25.011, kepadatan rata-rata 3,73 jiwa per km2 dan laju pertumbuhan 2,35%. Penduduk menurut jenis kelamin adalah laki-laki 56.780 jiwa sedangkan perempuan 52.673 jiwa.[butuh rujukan]

Sosial dan budaya[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk miskin sebanyak 33,72% atau sebanyak 36.909 jiwa (8.115 rumah tangga) dari total 25.011 Kepala Keluarga.

Sarana dan prasarana[sunting | sunting sumber]

Transportasi Darat
Prasarana jalan di Kabupaten Buol sampai dengan tahun 2004 baru mencapai 492.745 km[butuh rujukan] dengan rincian sebagai berikut:
  1. Jalan negara sepanjang 188.295 km; kondisi baik 99.65 km; kondisi rusak berat 88.654 km.
  2. Jalan provinsi sepanjang 47.455 km; kondisi baik 14.15 km; kondisi rusak berat 32.74 km.
  3. Jalan kabupaten sepanjang 256.995 km; kondisi baik 131.845 km; kondisi rusak berat 125.15 km.
Transportasi Udara
Transportasi udara di Kabupaten Buol baru dapat disinggahi oleh pesawat dengan kapasitas penumpang 12 orang dengan penerbangan seminggu sekali di Bandar Udara Buol. Transportasi udara terdekat ada dua pilihan, yaitu 390 km ke arah timur terdapat Bandara Jalaluddin Gorontalo dengan penerbangan 3 kali sehari ke Jakarta dan 570 km ke arah barat terdapat Bandara Mutiara Palu. Umumnya masyarakat Buol memilih ke Jalaluddin yang lebih dekat dengan kondisi jalan yang sangat bagus.
Transportasi Laut
Kapasitas daya tampung pelabuhan di Kabupaten Buol khususnya pelabuhan Lokodidi belum dapat disinggahi oleh kapal-kapal Pelni.Pelabuhan yang disinggahi kapal Pelni terdekat adalah Tolitoli 154 km di sebelah barat Buol. Sedangkan pelabuhan samudera untuk keperluan ekspor terletak 330 km ke arah timur, yakni Pelabuhan Anggrek Provinsi Gorontalo.
Telekomunikasi
Jangkauan jaringan telepon saat ini di Kabupaten Buol masih sangat terbatas, hanya terdapat pada wilayah perkantoran.
Listrik
Jaringan Listrik di Kabupaten Buol sejak bulan Juni tahun 2010 telah beroperasi 24 jam.

Potensi daerah[sunting | sunting sumber]

Darat[sunting | sunting sumber]

Lahan pertanian
  1. Sawah 9.432,9 Ha
  2. Perkebunan 49.093,33 Ha
  3. Ladang tadah hujan 23.691,1 Ha
  4. Hutan rakyat 72.886,9
  5. Ladang untuk bangunan lain 213,9 Ha
Perkebunan rakyat
  1. Luas areal perkebunan kelapa 12.480 Ha
  2. Luas areal perkebunan cengkeh 1.918 Ha
  3. Luas areal perkebunan kopi 619 Ha
  4. Luas areal tanaman kapuk, lada dan pala 38 Ha
  5. Luas areal perkebunan kakao 8.154 Ha
  6. Luas areal perkebunan jambu mente 1.347 Ha
  7. Luas areal perkebunan kelapa sawit 26.500 Ha
Kawasan hutan
  1. Hutan suaka alam dan kawasan pelestarian alam 9.802 Ha
  2. Hutan lindung 63.602 ha
  3. Hutan produksi terbatas 100.341 ha
  4. Hutan produksi tetap 60.413 ha
  5. Hutan yang dapat di konversi 24.070 ha
  6. Areal Penggunaan Lain (APL) 158.614 ha
Perikanan darat

Potensi lahan untuk budidaya perikanan darat Kabupaten Buol menunjukkan belum dimanfaatkannya sumber daya yang tersedia secara optimal. Kendala yang dihadapi berkaitan dengan kepemilikan sarana produksi terbatas. Sedangkan rendahnya produktifitas berkaitan dengan keterampilan yang dimiliki petani tambak/kolam dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Potensi kolam 2.270,3 Ha. Yang terolah 17,3 Ha dengan hasil produksi 15,98 ton per tahun.
  2. Potensi tambak 3.136,0 Ha. Yang terolah 97,0 Ha dengan hasil produksi 32,82 ton per tahun.

Kelautan[sunting | sunting sumber]

Perairan laut di wilayah Kabupaten Buol pada dasarnya adalah Laut Sulawesi yang mencapai sekitar 40.320 km² yang terbentang disepanjang garis pantai yang mempunyai panjang sekitar ± 234.634 km[butuh rujukan] wilayah perairan tersebut memiliki potensi untuk berkembangnya berbagai jenis ikan seperti tuna, cakalang/tongkol, karapu, napoleon serta berbagai jenis ikan lainnya.

Pertambangan dan energi[sunting | sunting sumber]

Beberapa potensi tambang yang terdapat di perut bumi Kabupaten Buol dapat dikemukakan sebagai berikut:

  1. Batu bara terdapat di Desa Lamadong I kecamatan momunu pada formasi melosa berselang seling dengan lempung dan batu pasir halus sampai kasar.
  2. Emas: Potensi ini terletak di lokasi masyarakat melalui pertambangan rakyat terdapat dibeberapa tempat antara lain Desa Lintidu di Kecamatan Paleleh; Desa Bulagidun, Labuton dan Matinan di Kecamatan Bunobogu.
  3. Pasir kuarsa dan kaolin: Bermanfaat untuk industri keramik, gelas abrasive, bahan timbunan, industri kimia, industri cat, isolasi dan industri semen, tersebar di sembilan Kecamatan.
  4. Gypsum, Lempung dan tanah liat terdapat di hampir seluruh Kecamatan.
  5. Kerikil dan batu terdapat di seluruh sungai dalam jumlah yang besar.
  6. Biji besi tersebar di sembilan Kecamatan.
  7. Pasir terdapat dihampir semua pesisir pantai dan sungai dalam jumlah yang besar.
  8. Batu kapur terdapat di Kecamatan Biau dan Bokat.
  9. Kaolin tersebar di Sembilan Kecamatan.
  10. Bahan tambang lainnya, seperti minyak bumi masih perlu dilakukan penelitian secara intensif.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Obyek wisata alam
  1. Air terjun di Desa Body dan Desa Kokobuka
  2. Permandian air panas di Desa Pinamula, Kecamatan Momunu
Obyek wisata tirta/bahari
  1. Batu susun di Kecamatan Biau, Desa Lakea II.
  2. Pantai pasir putih di beberapa kecamatan, yaitu Pulau Busak, Pulau Boki dan Pulau Raja

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15.