Jam Kiamat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Jam Kiamat adalah jam simbolis, mewakili hitung mundur berosilasi, yang dikelola sejak tahun 1947 oleh Science and Security Board (Dewan Ilmu Pengetahuan dan Keamanan) pada Bulletin of the Atomic Scientists di University of Chicago, Amerika Serikat. Semakin dekat mereka mengatur jam hingga tengah malam, semakin dekat Science and Security Board percaya dunia mengalami bencana global.

Pada awalnya, Jam Kiamat, yang menggantung pada dinding kantor Bulletin di University of Chicago[1] menggambarkan ancaman perang nuklir global, namun sejak tahun 2007 jam tersebut juga mencerminkan perubahan iklim[2] dan perkembangan baru dalam ilmu pengetahuan yang dapat menimbulkan bahaya yang tidak dapat diatasi.[3] Pengaturan terbaru yang resmi diumumkan—lima menit sebelum tengah malam (23:55)—dibuat pada tanggal 14 Januari 2014.[4]

Mencerminkan peristiwa internasional yang berbahaya bagi manusia, jarum jam ini telah disesuaikan dua puluh kali sejak diluncurkan pada tahun 1947, ketika jam pertama kali ditetapkan pada tujuh menit menuju tengah malam (23:53).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Asal-usul Jam Kiamat dapat ditelusuri dari kelompok peneliti internasional yang disebut Chicago Atomic Scientists yang telah berpartisipasi dalam Proyek Manhattan.[1] Setelah pengeboman Hiroshima dan Nagasaki, mereka mulai menerbitkan nawala (newsletter) stensilan, dan kemudian buletin. Sejak awal, jam tersebut telah digambarkan pada setiap sampul majalah Bulletin of the Atomic Scientists. Penggambaran pertama adalah pada tahun 1947, ketika pendiri majalah Hyman Goldsmith meminta seniman Martyl Langsdorf (istri pembantu penelitian Proyek Manhattan dan penandatangan petisi Szilárd Alexander Langsdorf, Jr.) untuk mendesain sampul untuk edisi Juni 1947 di majalah tersebut.

Pada Januari 2007, desainer Michael Bierut, yang menjadi dewan pengurus Bulletin, mendesain ulang jam untuk memberikan nuansa lebih modern. Pada tahun 2009, majalah ini berhenti menerbitkan edisi cetak dan merupakan publikasi pertama di Amerika Serikat yang berpindah media menjadi digital; jam tersebut kini dapat dijumpai sebagai bagian dari logo pada situs webnya. Informasi tentang simposium tahunan Jam Kiamat[5], pengaturan jam dari masa ke masa[6], juga pertunjukan multimedia tentang sejarah dan budaya jam[7] dapat ditemukan di situs web Bulletin.

Perubahan waktu[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1947, selama Perang Dingin, jam tersebut dimulai tujuh menit sampai tengah malam, dan kemudian maju atau mundur sesuai keadaan dunia dan prospek perang nuklir. Pengaturan Jam yang ditentukan oleh Science and Security Board di Bulletin of the Atomic Scientists dan merupakan tambahan untuk esai dalam Bulletin pada urusan global. Jam tersebut tidak diatur tepat saat peristiwa terjadi; alih-alih menanggapi setiap krisis seperti yang terjadi, Science and Security Board bertemu dua kali setiap tahun untuk membahas peristiwa-peristiwa global dengan cara musyawarah. Ancaman perang nuklir terbesar, Krisis Misil Kuba tahun 1962, mencapai krisis, klimaks, dan resolusi sebelum jam dapat diatur untuk mencerminkan bahwa 'kiamat' mungkin akan terjadi.

Garis waktu Jam Kiamat
Tahun Menit tersisa Waktu Perubahan Alasan
1947 7 23:53  — Pengaturan pertama pada Jam Kiamat.
1949 3 23:57 +4 Uni Soviet menguji bom atom pertamanya, menandakan awal mula perlombaan senjata nuklir.
1953 2 23:58 +1 Amerika Serikat dan Uni Soviet menguji perangkat termonuklir satu sama lain selama sembilan bulan. (Ini merupakan waktu terdekat dengan tengah malam sejak peluncurannya.)
1960 7 23:53 −5 Sebagai tanggapan terhadap persepsi kerjasama ilmiah dan peningkatan pemahaman masyarakat tentang bahaya senjata nuklir, serta tindakan politik untuk menghindari "pembalasan besar-besaran", Amerika Serikat dan Uni Soviet bekerja sama dan menghindari konfrontasi langsung dalam konflik regional seperti Krisis Suez 1956. Para ilmuwan dari berbagai negara membantu mendirikan Tahun Geofisika Internasional, rangkaian pengamatan ilmiah terkoordinasi tingkat dunia antara negara-negara yang bersekutu, baik dengan Amerika Serikat maupun Uni Soviet, dan Pugwash Conferences on Science and World Affairs (Konferensi Pugwash pada Ilmu Pengetahuan dan Urusan Dunia), yang memungkinkan para ilmuwan Soviet dan Amerika untuk berinteraksi.
1963 12 23:48 −5 Amerika Serikat dan Uni Soviet menandatangani Partial Test Ban Treaty, membatasi pengujian nuklir atmosferik.
1968 7 23:53 +5 Perang regional: Perang Vietnam meningkat, Perang Enam Hari terjadi pada tahun 1967, dan Perang Indo-Pakistan 1965 berlangsung. Parahnya, Prancis dan Cina, dua negara yang belum menandatangani Partial Test Ban Treaty, memperoleh dan menguji senjata nuklir—masing-masing tahun 1960 (uji coba nuklir Gerboise Bleue) dan 1964 (uji coba nuklir 596)—untuk menegaskan diri sebagai pemain global dalam perlombaan senjata nuklir.
1969 10 23:50 −3 Semua negara di dunia, kecuali India, Pakistan, dan Israel, menandatangani Perjanjian Nonproliferasi Nuklir.
1972 12 23:48 −2 Amerika Serikat dan Uni Soviet menandatangani SALT I (Strategic Arms Limitation Treaty) dan Traktat Peluru Kendali Anti-Balistik.
1974 9 23:51 +3 India menguji perangkat nuklir (Smiling Buddha), SALT II mulai diberlakukan. Amerika Serikat dan Uni Soviet memperbarui MIRV-nya.
1980 7 23:53 +2 Akhir yang tidak terduga membuntui pembicaraan AS-Uni Soviet saat Perang Soviet-Afganistan berjalan. Hasilnya, Senat AS menolak untuk meratifikasi perjanjian SALT II antara kedua negara, dan Presiden AS Jimmy Carter menarik Amerika Serikat dari Olimpiade Musim Panas 1980 di Moskow dan mempertimbangkan cara-cara di mana Amerika Serikat dapat memenangkan perang nuklir.
1981 4 23:56 +3 Perang Soviet-Afganistan mempersulit sikap nuklir AS. Ronald Reagan menjadi presiden AS, dan membatalkan pembicaraan pengawasan senjata lebih lanjut dengan Uni Soviet serta berpendapat bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri Perang Dingin adalah dengan memenangkannya.
1984 3 23:57 +1 Peningkatan lebih lanjut dari perlombaan senjata antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.
1988 6 23:54 −3 Amerika Serikat dan Uni Soviet menandatangani perjanjian untuk mengurangi kekuatan nuklir jarak menengah, hubungan mulai membaik.
1990 10 23:50 −4 Runtuhnya Tembok Berlin, penghancuran Tirai Besi yang menyegel Eropa Timur, Perang Dingin hampir berakhir.
1991 17 23:43 −7 Amerika Serikat dan Uni Soviet menandatangani Traktat Pengurangan Senjata Strategis. (Ini merupakan waktu terjauh dengan tengah malam sejak peluncurannya.)
1995 14 23:46 +3 Pengeluaran militer global berlanjut pada tingkat Perang Dingin; kekhawatiran tentang proliferasi senjata nuklir dan kekuatan pikiran pada negara-negara eks-Soviet.
1998 9 23:51 +5 India (Pokhran-II) dan Pakistan (Chagai-I) menguji senjata nuklir dengan agresi pembalasan setimpal; Amerika Serikat dan Rusia mengalami kesulitan dalam mengurangi persediaan nuklir.
2002 7 23:53 +2 Sedikit kemajuan pada pelucutan senjata nuklir global, Amerika Serikat menolak sejumlah perjanjian pengendalian senjata dan mengumumkan niatnya untuk menarik diri dari Traktat Peluru Kendali Anti-Balistik, kekhawatiran tentang kemungkinan serangan nuklir teroris karena material nuklir kelas senjata yang tidak aman dan belum diketahui jumlahnya di seluruh dunia.
2007 5 23:55 +2 Uji peluru kendali Korea Utara,[8] ambisi nuklir Iran, penekanan baru Amerika pada peralatan militer senjata nuklir, kegagalan mengamankan bahan nuklir secara memadai, dan kemunculan sekitar 26.000 senjata nuklir di Amerika Serikat dan Rusia secara terus-menerus.[9] Beberapa ilmuwan, yang mengkaji bahaya-bahaya yang mengancam peradaban, mulai menambahkan perubahan iklim hingga prospek pemusnahan nuklir sebagai ancaman terbesar bagi umat manusia.[10]
2010 6 23:54 −1 Kerjasama seluruh dunia untuk mengurangi persediaan nuklir dan membatasi efek perubahan iklim.[11] Perjanjian New START diratifikasi, baik oleh Amerika Serikat maupun Rusia dan berbagai negosiasi lebih lanjut untuk mengurangi persediaan nuklir kedua negara sudah direncanakan. Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2009 di Kopenhagen, Denmark menghasilkan kesepakatan bahwa negara-negara berkembang dan industri setuju untuk bertanggung jawab atas emisi karbon dan membatasi kenaikan suhu global hingga 2 derajat Celcius.
2012 5 23:55 +1 Kurangnya tindakan politik global untuk menarik persediaan senjata nuklir, berpotensi pada munculnya masalah konflik nuklir regional, keamanan atas kekuatan nuklir, dan tantangan perubahan iklim.[12]
2014 5 23:55 0 Terhentinya negosiasi untuk mengurangi persenjataan nuklir di Amerika Serikat dan Rusia, perluasan dan modernisasi stok nuklir di Cina, Pakistan, dan India tidak benar-benar mengamankan persediaan nuklir di seluruh dunia, melanjutkan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir tanpa fitur keselamatan antipeluru, kurangnya kemauan politik di dunia untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan perubahan iklim.[4]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Doomsday Clock moving closer to midnight? The Spokesman-Review, 16 Oktober 2006.
  2. ^ Stover, Dawn. "How Many Hiroshimas Does it Take to Describe Climate Change?". Bulletin of the Atomic Scientists. Diakses September 26, 2013. 
  3. ^ "'Doomsday Clock' Moves Two Minutes Closer To Midnight". Bulletin of the Atomic Scientists. Diakses 2013-06-29. 
  4. ^ a b "Five minutes is too close". Bulletin of the Atomic Scientists. Diakses 2014-01-14. 
  5. ^ "Doomsday Clock Symposium". Bulletin of the Atomic Scientists. Diakses September 10, 2013. 
  6. ^ "Doomsday Clock Timeline". Bulletin of the Atomic Scientists. Diakses January 14, 2013. 
  7. ^ "A Timeline of Conflict, Culture, and Change". Bulletin of the Atomic Scientists. Diakses June 20, 2013. 
  8. ^ "The North Korean nuclear test". "Bulletin of the Atomic Scientists". 2009. Diakses 2009-08-04. 
  9. ^ ""Doomsday Clock" Moves Two Minutes Closer To Midnight". Bulletin of the Atomic Scientists. 2007-01-17. Diakses 2007-01-17. 
  10. ^ "Nukes, climate push 'Doomsday Clock' forward". MSNBC. 2012-01-15. Diakses 2012-01-15. 
  11. ^ "Timeline of the Doomsday Clock". Bulletin of the Atomic Scientists. 
  12. ^ "Doomsday Clock moves to five minutes to midnight". Bulletin of the Atomic Scientists. Diakses 2013-06-29. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]