Inkuisisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Galileo di hadapan sidang Inkuisisi Romawi.

Inkuisisi (dengan huruf I besar) adalah istilah yang secara luas digunakan untuk menyebut pengadilan terhadap bidaah oleh Gereja Katolik Roma. Istilah ini juga dapat bermakna tribunal gerejawi atau lembaga dalam Gereja Katolik Roma yang bertugas melawan atau menyingkirkan bidaah, sejumlah gerakan ekspurgasi historis terhadap bidaah (yang digiatkan oleh Gereja Katolik Roma), atau pengadilan atas seseorang yang didakwa bidaah[1]

Tribunal dan institusi inkuisisi[sunting | sunting sumber]

Sebelum abad ke-12, Gereja Katolik menekan bidaah sedikit demi sedikit, biasanya melalui sebuah sistem pelarangan dan penahanan. Meskipun banyak negara mengizinkan Gereja untuk menggunakan hukuman mati, mula-mula izin tersebut tidak sering dimanfaatkan, karena bentuk hukuman itu ditentang banyak pihak Gereja.[2][3]

Pada abad ke-12, untuk melawan penyebaran Katarisme, prosekusi terhadap bidaah menjadi makin sering. Gereja menugaskan dewan-dewan yang beranggotakan uskup-uskup dan uskup-uskup agung untuk melaksanakan inkuisisi. (Lihat Inkuisisi Episkopal)

Pada abad ke-13, paus memberikan tugas melaksanakan inkuisisi kepada ordo Dominikan. Para inkuisitor bertindak atas nama dan dengan otoritas penuh Sri Paus. Mereka menggunakan prosedur-prosedur inkuisisi, sebuah praktik hukum yang umum pada masa itu. Mereka mengadili bidaah sendirian, dengan memanfaatkan penguasa-penguasa setempat untuk mendirikan sebuah tribunal dan untuk memprosekusi kaum bidaah. Sesudah akhir abad ke-15, seorang Inkuisitor Agung mengepalai tiap inkuisisi. Inkuisisi dalam cara ini bertahan sampai abad ke-19.[4]

Pada abad ke-16, Paus Paulus III membentuk sebuah sistem tribunal, dibawahi oleh "Kongregasi Suci Tertinggi Inkuisisi Universal", dijalankan oleh para kardinal dan pejabat-pejabat Gereja lainnya. Sistem ini kelak dikenal sebagai Inkuisisi Romawi. Pada 1908 Santo Paus Pius X mengganti nama organisasi tersebut menjadi "Kongregasi Suci Tertinggi Jawatan Suci". nama ini kemudian digantikan menjadi Kongregasi Doktrin Iman[5] Pada 1965, nama inilah yang dipergunakan sampai sekarang.

Tujuan[sunting | sunting sumber]

Dalam sebuah buku panduan bagi para inkuisitor tahun 1578 tercantum tujuan dari hukuman inkuisisi: ... quoniam punitio non refertur primo & per se in correctionem & bonum eius qui punitur, sed in bonum publicum ut alij terreantur, & a malis committendis avocentur. (Terjemahan dari Bahasa Latin: "... karena hukuman bukan dijatuhkan terutama dan per se demi perbaikan dan kebaikan si terhukum, melainkan demi kebaikan masyarakat agar orang-orang lain menjadi takut dan menjauhkan diri dari kejahatan-kejahatan yang hendak mereka lakukan.")[6]


Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]