Hadi Utomo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kol. TNI (Purn.) H.
Hadi Utomo
M.M
Ketua Umum Partai Demokrat ke-2
Masa jabatan
23 Mei 2005 – 23 Mei 2010
Didahului oleh Subur Budhisantoso
Digantikan oleh Anas Urbaningrum
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
1 Oktober 2004 – 1 Oktober 2009
Presiden Megawati Soekarnoputri
Susilo Bambang Yudhoyono
Ketua DPR Agung Laksono
Informasi pribadi
Lahir 15 Agustus 1945 (umur 69)
Bendera Belanda Semarang, Jawa Tengah, Hindia Belanda
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Partai politik Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat
Suami/istri Mastuti Rahayu
Alma mater Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
Sekolah Tinggi Hukum Militer
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Jayakarta
Profesi TNI
Politikus
Agama Islam
Dinas militer
Pengabdian  Indonesia
Dinas/cabang Lambang TNI AD.png TNI Angkatan Darat
Masa dinas 1970-2004
Pangkat Kolonel pdh ad.png Kolonel
Unit Infanteri

Kol. TNI (Purn) H. Hadi Utomo, M.M (lahir di Semarang, 15 Agustus 1945; umur 69 tahun) adalah Ketua Umum Partai Demokrat periode 2005-2010. Ia merupakan lulusan Akabri angkatan 1970, dan pensiun dengan pangkat terakhir Kolonel.[1] Ia juga pernah dikaryakan sebagai Kepala Dinas Tramtib Provinsi DKI. Hadi Utomo merupakan ipar dari Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Kehidupan dan Karir[sunting | sunting sumber]

Dia lahir pada tanggal 15 Agustus 1945. Hadi Utomo merupakan salah satu kader Partai Demokrat (PD) yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) pada tahun 2001 hingga 2005. Melalui Partai Demokrat, dia melenggang menjadi salah satu anggota dari jajaran wakil rakyat yang menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia periode 2004-2009. Meskipun begitu, dia pernah mengungkapkan kerelaannya untuk mencopot keanggotannya sebagai wakil rakyat DPR Republik Indonesia jika ia terpilih dan diangkat menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Pada tahun 2005 hingga 2010, dia terpilih dan menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Sebelum menjabat sebagai wakil rakyat DPR-RI, dia berkecimpung di dunia kemiliteran. Hadi Utomo mulai bergabung dengan Akabri dimulai tahun 1970. Pangkat tertinggi yang ia dapatkan adalah sebagai seorang Kolonel, tepatnya Kolonel Infanteri Angkatan Darat (AD). Selanjutnya dia melanjutkan pendidikan kemiliterannya dengan bergabung dalam Sekolah Tinggi Hukum Militer pada tahun 1998. Pendidikan selanjutnya yang ia dapatkan mulai jauh berbeda jika dikaitkan dengan dunia kemiliteran, dia terdaftar sebagai mahasiswa dan lulus Strata 2 (S2) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Widya Jayakarta jurusan Manajemen dengan gelar Magister pada tahun 2001.

Dia menikah dengan seorang wanita bernama Mastuti Rahayu, putri dari Sarwo Edhi Wibowo. Dibalik jabatannya sebagai wakil rakyat, namun seperti yang diungkapkan oleh seorang pengamat politik Darmawan Sinayangsah, Umar Hamdani (aktivis di Lembaga Studi Islam dan Kebudayaan, dan Nehemia Lawallata (tokoh GMNI Indonesia Timur) bahwa Hadi Utomo mungkin saja mempunyai peran dalam skandal Nazaruddin, tersangka kasus dugaan suap Wisma Atlet SEA Games di Jakabaring, Palembang.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Profil Hadi Utomo
  2. ^ "Profil Hadi Utomo". Merdeka.com. Diakses 10 November 2014.