Elektrodinamika

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Listrik Dinamis adalah listrik yang dapat bergerak. cara mengukur kuat arus pada listrik dinamis adalah muatan listrik dibagai waktu dengan satuan muatan listrik adalah coulumb dan satuan waktu adalah detik. kuat arus pada rangkaian bercabang sama dengan kuata arus yang masuk sama dengan kuat arus yang keluar. sedangkan pada rangkaian seri kuat arus tetap sama disetiap ujung-ujung hambatan. Sebaliknya tegangan berbeda pada hambatan. pada rangkaian seri tegangan sangat tergantung pada hambatan, tetapi pada rangkaian bercabang tegangan tidak berpengaruh pada hambatan. semua itu telah dikemukakan oleh hukum kirchoff yang berbunyi "jumlah kuat arus listrik yang masuk sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar". berdasarkan hukum ohm dapat disimpulkan cara mengukur tegangan listrik adalah kuat arus × hambatan. Hambatan nilainya selalu sama karena tegangan sebanding dengan kuat arus. tegangan memiliki satuan volt(V) dan kuat arus adalah ampere (A) serta hambatan adalah ohm.

Hukum Kichoff I berbunyi : " Secara Aljabar jumlah arus-arus cabang pada suatu titik pertemuan dalam rangkaian listrik selalu sama dengan nol ". (Sumber : Buku Rangkaian Elektronika Dasar terbitan Ganeca Exact Bandung halaman 55 ) . Hukum kirchoff I ini disebut sebagai Hukum Kirchoff arus.

Hukum Kirchoff II berbunyi : "Secara Aljabar jumlah gaya-gaya motor listrik (tegangan E) dan kerugian-kerugian tegangan IxR dalam rangkaian listrik tertutup adalah sama dengan nol". (Sumber : Buku Rangkaian Elektronika Dasar terbitan Ganeca Exact Bandung halaman 56 ) . Hukum kirchoff II ini disebut sebagai Hukum Kirchoff tegangan. Perbandingan antara beda potensial dan kuat arus disebut resistansi.

Elektromagnetisme klasik[sunting | sunting sumber]

Elektrodinamika atau Elektromagnetisme klasik atau Elektrodinamik klasik adalah cabang teori fisika yang mempelajari tentang akibat dari gaya elektromagnetik antara muatan listrik dan arus listrik. Teori ini memberikan gambaran yang sangat baik dari fenomena elektromagnetik setiap kali skala panjang yang relevan dan kekuatan medan cukup besar bahwa efek mekanika kuantum dapat diabaikan.

Aspek fisika dasar elektrodinamika klasik disajikan misalnya oleh Feynman, Leighton dan Sands, Panofsky dan Phillips, dan Jackson. Teori elektromagnetik dikembangkan selama abad ke-19, yang paling menonjol oleh James Clerk Maxwell. Untuk catatan sejarah rinci, konsultasikan Pauli, Whittaker, dan Pais. Lihat juga Sejarah optik, Sejarah elektromagnetisme dan persamaan Maxwell.