Doksologi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Doksologi (bahasa Yunani: doxa - "pujian" dan logos - "firman" atau "berbicara") adalah sebuah himne pendek yang digunakan di pelbagai kebaktian Kristen, seringkali dinyanyikan pada akhir kebaktian. Tradisi menyanyikan himne pendek ini diturunkan dari praktik serupa yang dilakukan di sinagoga Yahudi untuk mengakhiri suatu doa/ibadah.[1] Dalam Doa Bapa Kami kaum Kristen, terdapat pula kalimat doksologi "kar'na Engkaulah yang empunya Kerajaan, dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin." Kidung Jemaat (KJ) 475 Ka'rna Engkaulah syair: Matius 6:13b perjanjian baru pada Alkitab terbitan LAI, Lagu: H.A. Pandopo 1980.

Santo Paulus seringkali menggunakan doksologi, misalnya: Roma 11:36, Galatia 1:5, Efesus 3:21; sementara Forma Baptisan merupakan contoh penggunaan Ketiga Pribadi (Trinitas) dalam urutan sejajar (Matius 28:19). Penggunaan doksologi menjadi populer sejak abad ke-4, yaitu sebagai perlawanan terhadap bidaah Arianisme, yang ditandai dengan dirumuskannya Pengakuan Iman Nicea. Sejak saat itu mulailah dilakukan pembedaan kedua doksologi: "doksologi kecil" (Gloria Patri), dan "doksologi besar" (Gloria in Excelsis Deo) yang biasa dinyanyikan dalam misa di Gereja Katolik.[1]


Gloria Patri[sunting | sunting sumber]

Gloria Patri sejauh ini merupakan doksologi yang paling banyak digunakan baik dalam Gereja Katolik, Ortodoks, dan banyak denominasi Protestan seperti Reformed, Lutheran, Anglikan, Baptis, Methodis. Kata gloria patri diambil dari kalimat pengakuan Tritunggal dalam bahasa Latin:

Gloria Patri, et Filio, et Spiritui Sancto. Sicut erat in principio, et nunc, et in semper, et in sæcula sæculorum. Amen.

Terjemahan secara literalnya kira-kira demikian:

Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, dan sekarang, dan selalu, dan sampai ke segala zaman. Amin.

Versi Katolik[sunting | sunting sumber]

Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad.
Amin

Versi Ortodoks[sunting | sunting sumber]

Terpujilah Allah sekarang hingga selama-lamanya,
dan sampai ke segala zaman. Amin.

Versi Anglikan[sunting | sunting sumber]

Terpujilah Allah Bapa dan Allah Anak
dan Allah Roh Kudus;
Dari semula hingga sekarang
sampai selama-lamanya.
Amin.

Mazmur keseratus[sunting | sunting sumber]

Versi melodi yang banyak digunakan dalam Gereja Kristen Protestan berbahasa Indonesia berasal dari lagu/melodi Old 100th atau Mazmur keseratus/Mazmur 100 yang dipercayai digubah oleh komposer Perancis Loys Bourgeois (c. 1510 - c. 1560). Lagu ini merupakan salah satu melodi yang paling sering dinyanyikan dalam tradisi musik Kristiani. Melodi ini tadinya digunakan untuk versi bahasa Perancis dari Mazmur 134. Oleh Willian Kethe, melodi ini dipakai untuk lagu versi bahasa Inggris dari Mazmur 100. Melodi ini kemudian dikenal sebagai "The Hundredth" atau "Keseratus".

Terjemahan Indonesia
Ada paling sedikit tiga versi syair doksologi dalam bahasa Indonesia
  1. Versi yang diambil dari buku himne Puji-Pujian Kristen (PPK) terbitan SAAT yang mengajarkan doktrin Tritunggal. Syair ini memakai klimaks "Pohon s'lamat sumber berkat". Istilah "pohon s'lamat" diambil dari Alkitab Terjemahan Lama yang berarti "Tuhan itu keselamatanku".
  2. Versi yang diambil dari buku himne Kidung Jemaat (KJ) terjemahan Yayasan Musik Gereja (Yamuger) yang lebih mirip ke versi bahasa Inggris. Sajaknya adalah a-a-b-b
  3. Versi baru yang diambil dari Kidung Puji-Pujian Kristen (KPPK) terjemahan tim SAAT yang sangat dekat ke versi bahasa Inggris, hanya saja sajaknya tidak puitis (a-b-a-c)
PPK Lama KJ PPK Baru

Puji Allah Bapa, Putra,
Puji Allah Roh'ul Kudus,
Ketiganya yang Esa,
Pohon s'lamat sumber berkat.
Amin.

Pujilah Khalik Semesta,
Sumber segala kurnia,
Sorga dan bumi puji t'rus,
Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Amin.

Puji Allah sumber berkat,
Puji Dia s'mua ciptaanNya,
Puji Dia para malaikat,
Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Amin.

Kalimat Doksologi tersebut, yang dinyanyikan di beberapa gereja Kristen Protestan di seluruh dunia selama hampir 350 tahun ini, dituliskan pada tahun 1674 oleh Thomas Ken, seorang uskup Anglikan di Inggris. Uskup Thomas Ken ini sangat berani dan dengan terus terang menegur kerusakan moral dari siapa pun bahkan penguasa pemerintah saat itu.

Bishop Ken menulis beberapa himne. Dia rindu orang Kristen bisa menyatakan pujian mereka kepada Allah tanpa dibatasi hanya pada kalimat-kalimat kitab Mazmur dan kalimat pujian lainnya dalam Alkitab yang biasa dinyanyikan orang Kristen masa itu. Kalimat-kalimat yang tidak saja berupa pujian tetapi juga pengajaran. Dia adalah salah satu penulis himne pertama yang kalimatnya bukan dari Kitab Mazmur.

Salah satu himne yang ia ciptakan adalah Doksologi. Hymne ini ditulis untuk mengajarkan doktrin Tritunggal. Sebagai salah satu guru di Winchester College, ia mendorong para muridnya untuk bersaat-teduh / doa pagi setiap hari dan merenungkan kalimat Doksologi ini. Himne Doksologi ini kemudian hari disebut "Te Deum Laudamus Umat Protestan". Artinya "Himne Pujian Untuk Umat Protestan".


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b (Inggris) Adrian Fortescue (1909). "The Catholic Encyclopedia Vol. 5 - Doxology". New York: Robert Appleton Company (retrieved from New Advent).