Demam Rift Valley

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Demam Rift Valley
Klasifikasi dan rujukan eksternal
Mikrograf TEM yang memaparkan keadaan jaringan tubuh yang dijangkiti virus Demam Rift Valley
ICD-10 A92.4
ICD-9 066.3
MeSH D012295
?Virus Demam Rift Valley
Klasifikasi virus
Kelas: Kelas V ((-)ssRNA)
Famili: Bunyaviridae
Genus: Phlebovirus
Spesies: Virus Demam Rift Valley

Demam Rift Valley (RVF) adalah sejenis demam yang terjadi akibat serangan virus zoonosis hewan ternak, infeksi dari virus ini pula akhirnya mampu menyerang manusia dengan menunjukkan gejala awal infeksi yaitu demam. Cara infeksi diidentifikasi akibat dari gigitan vektor seperti nyamuk, biasanya dari spesies Aedes atau Culex. Penyakit ini terjadi akibat serangan RVF virus, yang tergolong dalam genus Phlebovirus (famili Bunyaviridae). Sejarah epidemiologi penyakit ini dilaporkan mulai dari kalangan hewan ternak di Kenya sekitar tahun 1915, tetapi virus tidak diasingkan sampai tahun 1931. Sejak dari itu, wabah RVF telah melampaui batas sub-Sahara Afrika, dengan wabah yang terjadi tidaklah secara berkelanjutan (tetapi kadang kala dilihat sangat membahayakan seperti yang terjadi di Mesir pada tahun 1977-78, jutaan orang telah dicatat terinfeksi virus ini dan ribuan nyawa telah mati akibat infeksi parah. Di Kenya pada tahun 1998, serangan virus telah merenggut hampir 400 nyawa. Pada September 2000 pertama kali dilaporkan wabah ini telah menular hingga ke benua Asia mulai dari wilayah timur tengah yaitu di Arab Saudi dan Yaman).

Transmisi[sunting | sunting sumber]

Virus ini ditularkan melalui nyamuk vektor, dan juga melalui kontak dengan jaringan binatang yang terinfeksi. Kontak dengan jaringan yang terinfeksi dianggap sumber utama infeksi pada manusia. [1] Virus ini telah diisolasi dalam dua strain kelelawar, yaitu Micropteropus pusillus dan Hipposideros abae, yang diyakini merupakan reservoir dari virus ini.[2]

Tanda-tanda klinis dan diagnosis[sunting | sunting sumber]

Pada manusia, virus itu dapat menyebabkan beberapa sindrom. Biasanya, penderita telah baik tidak menunjukkan gejala atau hanya sakit ringan dengan demam, sakit kepala, myalgia dan kelainan hati. Pada sebagian kecil kasus (<2%), penyakit dapat berkembang menjadi sindrom demam berdarah, meningoencephalitis (radang otak), atau mempengaruhi mata.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Swanepoel R., Coetzer J.A., Rift Valley fever, in: Coetzer J.A., Tustin R.C. (Eds.), Infectious diseases of livestock, Oxford University Press South- ern Africa, Cape Town, 2004, pp. 1037–1070.
  2. ^ PMID 3607999 (PubMed)
    Citation will be completed automatically in a few minutes. Jump the queue or expand by hand

Pranala luar[sunting | sunting sumber]