Buah kiwi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Kiwi
Buah kiwi
Buah kiwi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Ericales
Famili: Actinidiaceae
Genus: Actinidia
Spesies: A. deliciosa
Nama binomial
Actinidia deliciosa
C.F.Liang.& A.R.Ferguson.

Kiwi adalah sejenis buah beri dengan kelompok kultivar dari kayu pohon anggur Actinidia deliciosa dan hibrida antara ini dan spesies pada genus Actinidia. Actinidia asli berasal dari Shaanxi, Cina.

Buah kiwi yang normal berbentuk oval, kira-kira sebesar telur ayam (5–8 cm / 2–3 in dan diameter 4.5–5.5 cm / 1¾–2 ). Buah ini kaya serat, kulit berwarna hijau-kecokelatan dan daging buah berwarna hijau terang atau keemasan dengan biji kecil, hitam, dan bisa dimakan. Tekstur buah ini sangat halus dan rasanya yang unik, saat ini buah kiwi sudah ditanam di berbagai negara.

Buah ini awalnya bernama Gosberi Cina, buah ini dinamai kembali dengan alasan ekspor marketing pada tahun 1950-an, menjadi melonette, kemudian kiwi. Nama buah ini berasal dari kiwi — burung yang tak bisa terbang dari Selandia Baru.

Khasiat[sunting | sunting sumber]

Mengandung Antioksidan[sunting | sunting sumber]

Dr. Marlyn Glenville, mantan Presiden Food and Health Forum (Bahasa Indonesia: Forum Kesehatan dan Makanan), mengatakan bahwa kulit buah kiwi yang berambut mengandung antioksidan yang tinggi. Kulit buah kiwi mengandung antioksidan tiga kali lebih banyak daripada dagingnya.[1] Manfaat dari kandungan antioksidan yang tingi, antara lain:

Obat Hipertensi[sunting | sunting sumber]

Dalam pertemuan American Heart Association[2] (Bahasa Indonesia: Asosiasi Jantung Amerika) di Orlando, Amerika Serikat, dipublikasikan hasil penelitian tentang khasiat buah kiwi yang dapat dengan efektif menurunkan hipertensi. Penelitian yang dilakukan oleh Mette Svendsen dari Universitas Rumah Sakit Oslo (Bahasa Inggris: Oslo University Hospital), Norwegia, menyebutkan konsumsi kiwi tiga kali dalam sehari cukup efektif menurunkan hipertensi. Penelitian tersebut dilakukan selama 8 minggu terhadap 118 orang berusia 55 tahun dan menderita hipertensi sedang. Para responden dibagi ke dalam dua kelompok, pertama adalah yang mengonsumsi tiga buah kiwi setiap hari dan sisanya mengonsumsi makanan yang mengandung apel satu kali dalam sehari. Setelah 8 minggu, para peneliti menemukan nilai tekanan sistolik (angka tekanan darah sebelah atas) para partisipan lebih rendah 3,6 milimeter dibanding dengan partisipan yang mengonsumsi apel. Walau kelompok pemakan kiwi memiliki tekanan darah lebih rendah, namun para peneliti belum mengetahui apakah penyebab utamanya. Hal ini baru bisa dikonfirmasi dengan penelitian yang lebih luas.

Kandungan penting buah kiwi[sunting | sunting sumber]

Dalam buah kiwi terdapat ion potasium yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kompas - 2 November 2010
  2. ^ Kompas - 16 November 2011
Kiwifruit, fresh, raw
Nilai nutrisi per 100 g (3.5 oz)
Energi 255 kJ (61 kcal)
Karbohidrat 14.66 g
- Gula 8.99 g
- Serat pangan 3.0 g
Lemak 0.52 g
Protein 1.14 g
- lutein dam zeaxanthin 122 μg
Thiamine (Vit. B1) 0.027 mg (2%)
Riboflavin (Vit. B2) 0.025 mg (2%)
Niacin (Vit. B3) 0.341 mg (2%)
Vitamin B6 0.63 mg (48%)
Folat (Vit. B9) 25 μg (6%)
Vitamin C 92.7 mg (155%)
Vitamin E 1.5 mg (10%)
Vitamin K 40.3 μg (38%)
Kalsium 34 mg (3%)
Besi 0.31 mg (2%)
Magnesium 17 mg (5%)
Fosfor 34 mg (5%)
Kalium 312 mg (7%)
Natrium 3 mg (0%)
Seng 0.14 mg (1%)
Manganese 0.098 mg
Persentase merujuk kepada rekomendasi Amerika Serikat untuk dewasa.
Sumber: Data Nutrisi USDA