Brassica oleracea

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Brassica oleracea
Brassica oleracea liar
Brassica oleracea liar
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Brassicales
Famili: Brassicaceae
Genus: Brassica
Spesies: B. oleracea
Nama binomial
Brassica oleracea
L.


Spesies Brassica oleracea L. (suku kubis-kubisan atau Brassicaceae) biasa dikenal awam sebagai kubis atau kol. Namun spesies ini mencakup juga berbagai jenis sayur-sayuran populer lain seperti kubis bunga (termasuk romanesco), brokoli, kubis tunas (brusselsprout), kolrabi, dan kailan. Semua jenis sayuran tersebut berasal dari moyang setengah liar yang sama yang juga merupakan sayuran pada masyarakat purba yang tinggal di sekitar Laut Tengah dan dimakan daunnya. Tumbuhan ini memang berasal dari daerah tersebut. Plinius sudah menyebut tentang beberapa macamnya dalam ensiklopedia yang ia tulis.

Mudahnya spesies ini mengubah penampilannya secara drastis dimanfaatkan oleh para petani untuk menyeleksi bentuk-bentuk unik dan diperdagangkan dengan nama yang berbeda-beda seperti disebut di atas. Kolrabi dimanfaatkan pangkal batangnya yang menggelembung untuk dimakan, kailan dimanfaatkan daunnya yang terpisah, kubis dan kubis tunas dimanfaatkan daunnya yang tumbuh rapat, sedangkan kubis bunga dan brokoli dimanfaatkan bunganya yang tumbuh merapat.

Pengelompokan[sunting | sunting sumber]

Jenis tumbuhan ini luas dibudidayakan di seluruh dunia, namun biasanya tidak mudah tumbuh di daerah tropika karena menyukai udara sejuk. Karena mencakup berbagai bentuk budidaya, pembagian secara taksonomik biasanya berdasarkan kepentingan budidaya (kelompok budidaya) bukan berdasarkan aspek botani. Berikut adalah tujuh kelompok dalam B. oleracea:

Kelompok Acephala memiliki penampilan paling mirip dengan tipe yang masih liar (tidak dibudidayakan).

Galeri gambar[sunting | sunting sumber]

Klik pada gambar untuk ukuran lebih besar.

Botani[sunting | sunting sumber]

B. oleracea (2n=2x=18) adalah terna dwimusim (biennial), namun dapat pula semusim maupun tahunan (perennial) tergantung kultivar dan suhu lingkungan. Hal ini terjadi akibat beberapa varietasnya memerlukan rangsangan suhu rendah (di atas 0°C dan di bawah 7 °C) untuk memulai pembungaan. Mereka memerlukan vernalisasi atau perlakuan suhu dingin. Apabila varietas demikian tidak mengalami suhu rendah dalam selang waktu tertentu yang mencukupi (biasanya 2-3 bulan) maka ia akan tumbuh terus tanpa berbunga selama bertahun-tahun. Dalam agronomi varietas demikian disebut tipe "musim dingin" (winter type, karena memerlukan musim dingin untuk berproduksi) atau "musim gugur" (autumn type, karena disemai pada musim gugur). Varietas yang tidak memerlukan vernalisasi untuk berbunga disebut tipe "musim panas" (summer type) atau "musim semi" (spring type, karena ditanam pada musim semi). Akibat persilangan yang dilakukan manusia, sekarang terdapat pula tipe "setengah musim dingin" (semi-winter type) yang dapat berbunga dengan rangsangan suhu yang tidak terlalu rendah atau suhu rendah tetapi tidak terlalu lama.

Daun B. oleracea relatif tebal berwarna hijau dengan sedikit nuansa putih karena permukaannya ditumbuhi rambut halus. Pada beberapa varietas daun tersusun dalam bentuk roset rapat dan duduk pada batang. Sifat ini dimanfaatkan orang untuk merakit kubis dan kubis tunas sehingga daun tersusun secara ekstrem dalam bentuk bulatan.

Bunga tersusun majemuk. Setiap kuntum memiliki empat mahkota bunga, khas untuk semua Brassicaceae. Warnanya kuning, meskipun terdapat mutan yang berwarna putih. Benang sari enam, tersusun dalam dua lingkaran. Putik tunggal agak rendah sehingga penyerbukan sendiri sangat dimungkinkan. Pada kubis bunga, karangan bunganyalah yang tersusun secara roset dan sangat rapat. Pada brokoli sifat rosetnya masih agak moderat.

Buah bertipe siliqua dan dalam bahasa sehari-hari disebut "polong" juga, karena agak mirip dengan tipe polong atau "legum" dari Fabaceae (suku polong-polongan). Bentuknya langsing memanjang dengan dua ruang. Satu polong memiliki sejumlah biji (biasanya sekitar belasan hingga 20-an).

Biji berukuran kecil (diameter sekitar 1mm) berbentuk bulatan dan terbungkus oleh cangkang berwarna hitam (ada mutan yang berwarna kuning atau coklat) yang permukaannya tidak rata. Biji ini tahan disimpan bertahun-tahun.