BDSM

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
BDSM collar back.jpg

BDSM merupakan kegiatan alternatif seksual yang melibatkan suatu Roleplay (Permainan Peran).

BDSM sendiri merupakan kumpulan akronim yang disusun oleh istilah-istilah yang didasarkan pada pola hubungan dari para pelaku BDSM itu sendiri, sebagai berikut:

  1. Bondage (Perbudakan) & Discipline (Disiplin) atau disingkat BD
  2. Domination (dominasi) & Submission (Subordinat) atau disingkat DS.
  3. Sadism (Sadisme) & Masacochism (Masakokis) atau disingkat SM.

Dalam "permainan" BDSM pelaku dibagi menjadi 2 bagian : Tuan/Master/Dominant dan Budak/Slave/Submissive,

Budak/Slave/Submissive 
kehilangan kuasa atas tubuh dan pikiran dan
Tuan/Master/Dominant
memegang kontrol atas semua kegiatan.

Bondage & Discipline.

Bondage (Perbudakan) adalah cabang dari BDSM yang melibatkan kegiatan pengekangan kebebasan atau pengendalian terhadap individu, dalam hal ini indvidu yang melakukan pengekangan sering disebut Tuan/Master sedangkan individu yang dikekang disebut Budak/Slave. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menggunakan peralatan yang dapat melakukan pengekangan terhadap individu seperti tali, rantai, borgol untuk mengikat dan juga barang-barang lain seperti kursi, rak, palang berbentuk x (X-Cross), kandang, dsb untuk tempat melakukan pengekangan. Selain itu dalam pelaksanaan kegiatan ini sering kali dilakukan pengekangan terhadap kebebasan dari Budak/Save untuk berbicara dan melihat, sehingga dalam praktiknya juga digunakan peralatan untuk menyumbat mulut (Gag) seperti : kain, bandana, scarf, selotip, dan beberapa peralatan Gag khusus BDSM seperti Ball Gag, Bit Gag, Harness Gag, Penis Gag, dsb. Sedangkan untuk penutup mata tidak ada suatu peralatan khusus dalam praktik BDSM.

Discipline adalah cabang dari BDSM yang mengaplikasikan peraturan dan hukuman untuk mengontrol tindakan dari budak/slave oleh tuan/masternya. Peraturan dan Hukuman ini dilaksanakan oleh pelaku BDSM pada saat melakukan permainan peran (roleplay), hukuman yang diterapkan pun pada umumnya adalah hukuman yang sudah disepakati oleh para pelakunya dan umunya bersifat memberikan stimulasi erotis/seksual bagi para pelakunya.

Bondage & Discipline (BD) adalah cabang yang unsur-unsurnya tidak memiliki keterkaitan langsung namun pada umunya seringkali ditemui Bondage dan Discipline dilakukan secara bersamaan pada saat melakukan praktik BDSM (Permainan Peran/Roleplay).

Kegiatan ini membutuhkan rasa kepercayaan yang tinggi di antara pelakunya dan SSC (Save, Sane, Consensual) atau Aman, Sadar dan Konsensual. Sang budak bukan dalam kondisi terpaksa dan menikmati atifitas tersebut.

Kehilangan kontrol dengan apa yang akan terjadi memberikan ‘sensasi’ tersendiri dan ini juga berlaku pada yang memegang kontrol itu sendiri (Tuan). Tingkatannya sangat variatif dari sekedar bondage sampai “budak 24/7” (tanpa batasan waktu) dengan atau tanpa kegiatan seksual.

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]