Subkultur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Secara sosiologis, sebuah subkultur adalah sekelompok orang yang memiliki perilaku dan kepercayaan yang berbeda dengan kebudayaan induk mereka. subkultur dapat terjadi karena perbedaan usia anggotanya, ras, etnisitas, kelas sosial, dan/atau gender, dan dapat pula terjadi karena perbedaan aesthetik, religi, politik, dan seksual; atau kombinasi dari faktor-faktor tersebut.

Anggota dari suatu subkultur biasanya menunjukan keanggotaan mereka dengan gaya hidup atau simbol-simbol tertentu. Karenanya, studi subkultur seringkali memasukan studi tentang simbolisme (pakaian, musik dan perilaku anggota sub kebudayaan) —dan bagaimana simbol tersebut diinterpretasikan oleh kebudayaan induknya— dalam pembelajarannya.

Jika suatu subkultur memiliki sifat yang bertentangan dengan kebudayaan induk, subkultur tersebut dapat dikelompokan sebagai kebudayaan tandingan.


Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Appadurai, Arjun (2003) Disjuncture and Difference in the Global Economy
  • Brodsky, Sasha (1994) Punk and the Aesthetics of American Dystopia. Intersections: an interdisciplinary journal, Department of the Comparative History of Ideas. University of Washington.
  • Hebdige, Dick (1979). Subculture: The Meaning of Style (Routledge, March 10, 1981; softcover ISBN 0-415-03949-5). Cited in Negus (1996).
  • Kaminski, Marek M. (2004). Games Prisoners Play Princeton University Press. ISBN 0-691-11721-7.
  • McKay, George (1996) Senseless Acts of Beauty: Cultures of Resistance since the Sixties. London: Verso. ISBN 1-85984-028-0.
  • McKay, George (2005) Circular Breathing: The Cultural Politics of Jazz in Britain. Durham NC: Duke University Press. ISBN 0-8223-3573-5.
  • Middleton, Richard (1990/2002). Studying Popular Music, p.155. Philadelphia: Open University Press. ISBN 0-335-15275-9.
  • Negus, Keith (1996). Popular Music in Theory: An Introduction. Wesleyan University Press. ISBN 0-8195-6310-2.
  • Riesman, David (1950). "Listening to popular music", American Quarterly, 2, p.359-71. Cited in Middleton (1990/2002).
  • Roe, K. (1990). "Adolescents' Music Use", Popular Music Research. Sweden: Nordicom. Cited in Negus (1996).
  • Thornton, Sarah (1995). Club Cultures: Music, Media, and Subcultural Capital. Cambridge: Polity Press. Cited in Negus (1996).

Lihat pula[sunting | sunting sumber]