Astro Nusantara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
PT Direct Vision (Astro Nusantara)
Astro logo.gif
Disiarkan 1 Maret 2006
Didirikan 1 Maret 2006
Didirikan Djenar Maesa Ayu (Presiden Direktur Utama)
Diluncurkan 1 Maret 2006
Ditutup 20 Oktober 2008, 00:00 WIB
Pemilik Grup Lippo
(1 Maret 2006-19 Oktober 2008)
Tokoh penting Djenar Maesa Ayu (Presiden Direktur Utama)
(1 Maret 2006-19 Oktober 2008)
Format gambar SDTV (480i 4:3)
PAL (576i 4:3)
UHF (Digital DVB-T)
Slogan Hidup Penuh Warna
(1 Maret 2006-19 Oktober 2008)
Moto Hidup Penuh Warna
(1 Maret 2006-19 Oktober 2008)
Negara  Indonesia
(1 Maret 2006-19 Oktober 2008)
Wilayah siaran Sumatera, Jawa dan Bali
(1 Maret 2006-19 Oktober 2008)
Kantor pusat Plaza Indonesia Lantai Basement
Jalan Muhammad Husni Thamrin Kavling. 28-30
Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng
Kota Jakarta Pusat 10350
Telepon: (62-21) 3983 8779
Faksimili: (62-21) 3983 8779
(1 Maret 2006-19 Oktober 2008)
Situs web www.astro-nusantara.com

Astro Nusantara adalah stasiun televisi satelit berlangganan di Indonesia yang beroperasi sejak pada tanggal 1 Maret 2006 sampai dengan 19 Oktober 2008.[1] Stasiun televisi ini menjadikan siaran eksklusif Liga Utama Inggris sebagai jualan utamanya untuk wilayah yang menjadi sasaran pemasaran adalah pulau Sumatera, Jawa dan Bali. Pada akhir tahun 2007, jumlah pelanggannya mencapai 145.000-orang pelanggan. Sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB, Astro Nusantara berhenti siaran karena berakhirnya lisensi penggunaan merek dagang Astro dengan slogan dan moto "Hidup Penuh Warna" yang digunakan pertama kali memperkenalkan sejak pada tanggal 1 Maret 2006 sampai dengan 19 Oktober 2008 juga berstudio televisi dan kantor pusat di Plaza Indonesia Lantai Basement di Jalan Muhammad Husni Thamrin Kavling. 28-30 dari kelurahan Gondangdia, kecamatan Menteng, kota Jakarta Pusat menyertai presiden direktur utama saat ini adalah Konglomerat Djenar Maesa Ayu. Ia merupakan duta bagi saluran Astro Nusantara.

Astro Nusantara dioperasikan oleh PT Direct Vision yang dimiliki oleh PT Ayunda Prima Mitra (49%) dan Silver Concorde Holding Limited (51%). Kedua perusahaan tersebut merupakan bagian dari Grup Lippo di mana PT Ayunda Prima Mitra adalah anak perusahaan langsung dari First Media juga operator televisi kabel berlangganan. PT Direct Vision memperoleh pasokan siaran dari Astro All Asia Networks yang beroperator televisi satelit berlangganan Astro di Malaysia dan Brunei yang juga berhak menggunakan nama Astro melalui suatu perjanjian lisensi penggunaan merek dagang (Trademark License Agreement). Kedua pihak juga menyepakati suatu perjanjian dimana dalam waktu 2-tahun Astro All Asia Networks akan turut serta menjadi pemegang saham di PT Direct Vision.

Astro Nusantara beroperasi dengan menggunakan satelit Measat 2.

Sejak pada tanggal 11 April 2008, siaran Astro Nusantara sempat dihentikan selama lebih kurang 3-hari akibat belum dipenuhinya persyaratan administrasi yang ditentukan Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Menjelang berakhirnya perjanjian lisensi penggunaan merek dagang Astro sejak pada tanggal 30 Agustus 2008, Astro All Asia Networks dan Grup Lippo bersengketa mengenai kerjasama mereka dalam penyelenggaraan siaran Astro di bawah PT Direct Vision. Astro All Asia Networks meragukan rencana awal mereka untuk menjadi pemegang saham di PT Direct Vision akan terwujud dengan sementara mereka telah menyediakan pasokan siaran bernilai Rp2,5 triliun selama lebih dari 2-tahun. Astro All Asia Networks menginginkan kejelasan mengenai rencana tersebut yang apabila tidak mungkin terwujud, Astro All Asia Networks menginginkan PT Direct Vision membayar seluruh jasa yang telah mereka berikan secara gratis tersebut. Walau lisensi penggunaan merek dagang Astro sempat diperpanjang sejak pada tanggal 30 September 2008 dan kemudian diperpanjang lagi menjadi sejak pada tanggal 19 Oktober 2008, Astro All Asia Networks dan Grup Lippo tetap tidak berhasil mencapai kesepakatan. Hal ini berujung pada dihentikannya secara total seluruh pasokan siaran dari Astro All Asia Networks sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB dengan bersamaan dengan berakhirnya masa perpanjangan lisensi.

Pecahnya kerjasama ini sempat coba dimanfaatkan oleh Aora TV untuk mencoba menjadi mitra Astro di Indonesia selanjutnya. Hasilnya, hak siar eksklusif Liga Utama Inggris untuk musim 2008-2009 berhasil diambil alih oleh Aora TV. Hal ini berdampak kepada penurunan jumlah pelanggan Astro Nusantara dari 145.000-pelanggan pada akhir tahun 2007 menjadi 98.000-pelanggan terakhir pada saat berhenti siaran.

Acara-acara yang diselenggarakan[sunting | sunting sumber]

Program[sunting | sunting sumber]

Sampai saat terakhirnya, Astro Nusantara menyediakan 60-stasiun televisi termasuk di dalamnya 9-saluran yang diproduksi khusus oleh Astro Indonesia melalui perusahaan penyedia isi siaran PT Adhi Karya Visi yaitu: Astro TVIQ (untuk ilmu pengetahuan dan pendidikan), Astro Ceria (untuk anak-anak), Astro Aruna (untuk sinetron Indonesia), Astro Kirana (untuk film Indonesia), Astro Xpresi (untuk video musik klip muda dan remaja), Astro Awani (untuk berita dan informasi), Astro SuperSport (untuk olahraga), Astro Wah Lai Toi (untuk sinetron bahasa Kantonis) dan Astro Shuang Xing (untuk sinetron bahasa Mandarin) yang disiarkan di Astro Nusantara sejak pada tanggal 1 Juli 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB. Astro Ceria, Astro Kirana dan Astro Aruna juga disiarkan di Astro Malaysia dan Brunei sejak pada tanggal 1 September 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 Waktu Malaysia (23:00 WIB).

Sejak pada tanggal 1 Agustus 2007 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB, Astro Nusantara tidak lagi menyediakan siaran ANTV dan digantikan dengan Al Jazerra English News.

Sejak pada tanggal 7 September 2007 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB, Astro Nusantara menambah satu lagi saluran baru yaitu Astro Oasis. Astro Oasis adalah saluran Astro yang menayangkan program-program yang bernafaskan agama Islam.

Mulai musim 2008-2009, Astro Nusantara kehilangan hak siar Liga Utama Inggris di Indonesia.

Terhitung mulai pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB, PT Direct Vision selaku pemegang hak siar televisi berlangganan Astro sudah tidak menyiarkan lagi tayangan Astro Nusantara di Indonesia.

Saluran televisi[sunting | sunting sumber]

Daftar saluran sampai penutup siaran dan tamat transmissi sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB.

Anak-anak[sunting | sunting sumber]

Ilmu pengetahuan dan pendidikan[sunting | sunting sumber]

Berita dan informasi[sunting | sunting sumber]

Bisnis dan keuangan[sunting | sunting sumber]

Hiburan[sunting | sunting sumber]

Musik[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Dinasti[sunting | sunting sumber]

Siaran gratis terestrial[sunting | sunting sumber]

Mantan saluran[sunting | sunting sumber]

Slogan dan moto[sunting | sunting sumber]

Slogan dan moto Digunakan sejak Digunakan sampai dengan
Hidup Penuh Warna 1 Maret 2006 19 Oktober 2008

Presiden Direktur Utama[sunting | sunting sumber]

Nama Awal Ketua Akhir Ketua
Djenar Maesa Ayu 1 Maret 2006 19 Oktober 2008

Daftar managemen[sunting | sunting sumber]

Nama Jabatan Awal Ketua Akhir Ketua
Djenar Maesa Ayu Presiden Direktur Utama Astro Nusantara 1 Maret 2006 19 Oktober 2008

Ambassador (iklan televisi)[sunting | sunting sumber]

Nama Awal jabatan Akhir jabatan
Djenar Maesa Ayu 1 Maret 2006 19 Oktober 2008

Hari libur nasional di Indonesia[sunting | sunting sumber]

2006[sunting | sunting sumber]

Hari-hari libur nasional Indonesia untuk tahun 2006:

No Tanggal Hari Keteraĥngan
Hari Libur Nasional
1 1 Januari Kamis Tahun Baru Masehi
2 10 Januari Selasa Idul Adha (10 Dzulhijjah 1426H)
3 29 Januari Minggu Tahun Baru Imlek 2557
4 31 Januari Selasa Tahun Baru Hijriyah (1 Muharram 1427H)
5 30 Maret Kamis Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka 1928)
6 10 April Senin Maulid Nabi Muhammad SAW (12 Rabiul Awal 1427H)
7 14 April Jumat Wafat Yesus Kristus
8 13 Mei Sabtu Hari Raya Waisak 2550
9 25 Mei Kamis Kenaikan Yesus Kristus
10 17 Agustus Kamis Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-61
11 21 Agustus Senin Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW (27 Rajab 1427H)
12 24-25 Oktober Selasa-Rabu Idul Fitri (1-2 Syawal 1427H)
13 25 Desember Senin Hari Raya Natal
14 31 Desember Minggu Idul Adha (10 Dzulhijjah 1427H)

2007[sunting | sunting sumber]

Hari-hari libur nasional Indonesia untuk tahun 2007:

No Tanggal Hari Keteraĥngan
Hari Libur Nasional
1 1 Januari Senin Tahun Baru Masehi
2 20 Januari Sabtu Tahun Baru Hijriyah (1 Muharram 1428H)
3 18 Februari Minggu Tahun Baru Imlek 2558
4 19 Maret Senin Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka 1929)
5 31 Maret Sabtu Maulid Nabi Muhammad SAW (12 Rabiul Awal 1428H)
6 6 April Jumat Wafat Yesus Kristus
7 17 Mei Kamis Kenaikan Yesus Kristus
8 1 Juni Jumat Hari Raya Waisak 2551
9 11 Agustus Sabtu Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW (27 Rajab 1428H)
10 17 Agustus Jumat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-62
11 13-14 Oktober Sabtu-Minggu Idul Fitri (1-2 Syawal 1428H)
12 20 Desember Kamis Idul Adha (10 Dzulhijjah 1428H)
13 25 Desember Selasa Hari Raya Natal

2008[sunting | sunting sumber]

Hari-hari libur nasional Indonesia untuk tahun 2008:

No Tanggal Hari Keteraĥngan
Hari Libur Nasional
1 1 Januari Selasa Tahun Baru Masehi
2 10 Januari Kamis Tahun Baru Hijriyah (1 Muharram 1429H)
3 7 Februari Kamis Tahun Baru Imlek 2559
4 7 Maret Jumat Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka 1930)
5 20 Maret Kamis Maulid Nabi Muhammad SAW (12 Rabiul Awal 1429H)
6 21 Maret Jumat Wafat Yesus Kristus
7 1 Mei Kamis Kenaikan Yesus Kristus
8 20 Mei Selasa Hari Raya Waisak 2552
9 30 Juli Rabu Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW (27 Rajab 1429H)
10 17 Agustus Minggu Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-63
11 1-2 Oktober Rabu-Kamis Idul Fitri (1-2 Syawal 1429H)
12 8 Desember Senin Idul Adha (10 Dzulhijjah 1429H)
13 25 Desember Kamis Hari Raya Natal
14 29 Desember Senin Tahun Baru Hijriyah (1 Muharram 1430H)

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]