Annisa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Annisa
Format Drama
Sutradara Encep Masduki
Pemeran Shireen Sungkar
Ocean Alagia
Bayu Septi Virguna
Eva Anindhita
Poppy Bunga
Dinda Kanyadewi
Fanny Bauty
Ferdi Ali
Vicky Burky
Vicky Zainal
Lagu pembuka Padamu Kubersujud, Afgan
Lagu penutup Padamu Kubersujud, Afgan
Negara Bendera Indonesia
Produksi
Produser Dhamoo Punjabi, Manoj Punjabi
Durasi 90 menit
Rumah produksi MD Entertainment
Siaran
Saluran asli SCTV
Penayangan awal 25 Agustus 2008 – 30 September 2008
Kronologi
Diawali oleh Cookies FTV
Dilanjutkan oleh Kepompong (sinetron)

Annisa adalah salah satu judul sinetron yang ditayangkan oleh stasiun tv SCTV. Sinetron ini ditayangkan dari Senin-Minggu Pukul 16.30-17.30 WIB.

Pemain[sunting | sunting sumber]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Annisa adalah gadis cilik berusia 6 tahun. Dia periang, jahil, pintar, dan banyak akal. Sejak kecil Annisa sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya. Ibunya, Shafa, meninggal karena sakit, sedangkan ayahnya, Irsyad (30) memutuskan pergi ke luar negeri setelah Shafa meninggal. Irsyad menitipkan Annisa ke pesantren.

Sebenarnya, Irsyad adalah pria baik dan bertanggung jawab. Namun, Irsyad tak sanggup melihat wajah anaknya sangat mirip dengan almarhumah isterinya, karena itu Irsyad memilih tinggal di Eropa, jauh dari Annisa.

Setelah beberapa tahun meninggalkan Annisa, Irsyad selalu bermimpi didatangi Shafa yang memintanya kembali ke Jakarta untuk mengurus Annisa. Karena tak sanggup menahan rasa bersalah, Irsyad memutuskan kembali ke Jakarta lalu menemui Annisa. Sontak saja, Annisa begitu bahagia bisa bertemu dengan ayahnya yang selama ini hanya melihat fotonya.

Aisyah (25). Aisyah merupakan wanita cantik, baik hati, dan pintar. Ustadzah Aisyah begitu menyayangi Annisa. Selain ustadzah Aisyah, ada juga Ibu Salma (25). Salma merupakan wanita gemuk, jahil, baik hati, lucu. Ibu Salma merupakan juru masak di pesantren. Dia juga begitu

menyayangi Annisa. Bahkan, Ibu Salma tak jarang membuat Annisa tertawa dengan cerita lucunya, bahkan dia sering menyuruh Annisa melakukan hal konyol dalam menyelesaikan masalah.

Sejak pertama bertemu dengan Irsyad, Bu Salma sudah mengagumi ketampanannya. Tak jarang Bu Salma bengong jika melihat wajah Irsyad hingga Irsyad salah tingkah. Jika terlibat dalam pembicaraan, Bu Salma suka nyerocos sendiri hingga tak tahu yang dibicarakan hanya memuji

ketampanan Irsyad. Sementara, ustadzah Aisyah hanya terdiam dan mengagumi dalam hati, itu dilakukannya karena sebagai muslimah sejati tak boleh mengagumi lelaki yang bukan muhrimnya.

Di saat Annisa baru ingin mengenal sang ayah yang selama ini pergi jauh, tiba-tiba muncul Renata (25), wanita cantik dan jutek, yang sudah dipacari Irsyad selama di luar negeri. Renata tidak benar-benar mencintai Irsyad. Terpenting bagi Renata adalah harta Irsyad yang melimpah. Itu pula sebabnya Renata berpikir tak perlu mendekatkan diri apalagi akrab kepadda Annisa. Bagi Renata, Annisa hanyalah anak kecil nakal. Namun, Annisa sudah mengetahui mana kasih sayang yang sesungguhnya, mana yang bukan. Annisa sudah tak menyukai Renata sejak awal pertemuan.