Amiloidosis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Amiloidosis
Klasifikasi dan rujukan eksternal
Preparat usus halus dengan penumpukan amiloid kongo merah.
ICD-10 E85.
ICD-9 277.3
DiseasesDB 633
eMedicine med/3377  med/3888
MeSH D000686

Amiloidosis adalah sebutan untuk berbagai macam kondisi dengan adanya penumpukan protein amiloid pada organ dan/atau jaringan, sehingga mengakibatkan timbulnya penyakit. Sebuah protein adalah amiloid bila protein menjadi sebuah bentuk tak larut yang khas, yang disebut lembaran lipat-beta yang disebabkan oleh perubahan struktur sekunder protein.

Kurang lebih terdapat 25 protein yang dikenal dapat membentuk amiloid pada manusia. Sebagian besar terdapat dalam plasma darah.

Beberapa jenis amiloidosis dapat menyerang secara sistemis atau spesifik pada organ tertentu. Ada pula yang merupakan kelainan genetika karena mutasi pada protein prekursornya. Perubahan bentuk sekunder terutama disebabkan penyakit lain yang mengakibatkan terbentuknya protein tak normal yang berlebihan seperti pembentukan berlebihan rantai ringan gamma globulin pada mieloma multipel (atau disebut juga amiloid AL), atau pembentukan berlebihan protein fase akit secara berkesinambungan pada radang kronis (yang dapat menjadi amiloid AA).

Diagnosis[sunting | sunting sumber]

Amiloid dapat didiagnosa melalui pemeriksaan histologis pada jaringan yang terkena. Penumpukan amiloid diidentifikasi dengan pewarnaan kongo merah dan dilihat melalui cahaya terpolarisasi, di mana penumpukan tersebut dikenal dengan 'refraksi ganda hijau apel'. Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan uji-uji yang lebih khusus untuk protein amiloid. Biopsi dilakukan pada organ yang terkena. Semua penumpukan amiloid menyimpan komponen P amiloid serum (SAP atau serum amyloid P component), sebuah protein sirkulasi dari kelompok pentraksin. Pemindaian radionuklida SAP telah dapat melokalisasi penumpukan amiloid pada pasien.

Amiloid Sistemis[sunting | sunting sumber]

Amiloidosis sangat jarang terjadi dan diklasifikasikan menjadi 5 kategori:[1]

Amiloid yang ditemukan pada amiloidosis dapat dibedakan berdasarkan senyawa yang tergantung pada bagian fibril. Amiloid AL yang ditemukan pada amiloidosis primer mengandung fibril yang terdiri dari rantai ringan imunoglobulin, sedang tipe AA pada amiloidosis sekunder mengandung fibril yang terdiri dari protein A dengan massa molekul 8.500 dalton dengan panjang 76 AA tanpa kandungan imunoglobulin sama sekali.

Amoid AL umumnya melibatkan jantung, lidah, saluran pencernaan dan kulit, sedangkan tipe AA umumnya menyebabkan penumpukan fibril pada hati, ginjal dan limpa.

Amilodosis primer atau herediter[sunting | sunting sumber]

Kelainan herediter yang jarang ditemukan ini biasanya disebabkan oleh mutasi di protein prekursor, dan selalu dominan otosomal. Protein perkursor adalah:

Amiloidosis sekunder[sunting | sunting sumber]

Amiloidosis sekunder adalah amilodisis yang sering terjadi.

  • Amiloidosis AL. Imunoglobulin rantai ringan adlaah protein perkursornya, diproduksi berlebih pada penyakit mieloma multipel.
  • Amiloidosis AA. Protein perkursornya adalah protein A amiloid serum atau SAA (serum amyloid A protein), sebuah protein fase akut karen radang kronis. Istilah amiloidosis sekunder lebih sering merujuk pada jenis ini.
  • Amiloidosis terkait dialisis. Protein prekursornya adalah mikroglobulin-beta-2 yang tidak dapat dibersihkan dengan dialisis atau cuci darah. Hal ini mengakibatkan penumpukan dan gagal ginjal tingkat akhir pada dialisis.[2]

Amilodosis Spesifik Organ[sunting | sunting sumber]

Amiloid neurologis

Amiloidosis kardiovaskular

Lainnya

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Inggris)Donald W Kufe, MD, Raphael E Pollock, MD, PhD, Ralph R Weichselbaum, MD, Robert C Bast, Jr, MD, Ted S Gansler, MD, MBA, James F Holland, MD, ScD (hc), dan Emil Frei, III, MD. (2003). "Holland-Frei Cancer Medicine". Dana-Farber Cancer Institute, Harvard Medical School Boston, Department of Surgical Oncology, University of Texas, MD Anderson Cancer Center, Department of Radiation and Cellular Oncology, University of Chicago Hospital, Chicago Tumor Institute, University of Chicago, American Cancer Society, Derald H Ruttenberg Cancer Center, Mount Sinai School of Medicine New York (ed. 6) (BC Decker Inc.). hlm. Amyloidosis. ISBN 1-55009-213-8. Diakses 2011-05-02. 
  2. ^ Uremia, Timothy W. Meyer and Thomas H. Hostetter, N Engl J Med, 2007 Sep 27, 357(16):1316

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  • (Inggris) Overview dari Cleveland Clinic
  • (Inggris)[1] Boston University Amyloid Treatment and Research Program
  • (Inggris) [2] Information, support and advice to anyone with Amyloidosis (www.amyloidosisaustralia.org)