Wunungo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Wunungo (artinya selingan) merupakan nyanyian yang syair-syairnya berisikan tentang penghormatan, anjuran dan ucapan terima kasih yang biasanya dilakukan pada tadarusan Al-Quran. Wunungo juga dalam bahasa Gorontalo yaitu satu syair yang mengandung nasihat keagamaan khususnya agama Islam dan dilagukan serta dilafazkan bersama-sama atau berkelompok. Sebagian besar orang dahulu di Gorontalo yang menulis karya-karya seni budaya religius tidak menulis nama-nama mereka. Wunungo diperkirakan ada pada abad ke-18 setelah masyarakat sudah banyak mengenal dan membaca Al-Quran. Untuk memasyarakatkan Al-Quran, para ulama menghimpun masyarakat untuk bertadarus. Wunungo yang dilantunkan menjadi selingan untuk orang yang sering salah dalam membaca Al-Quran agar mereka dapat berhenti sejenak untuk melihat kesalahan mereka.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Wunungo". Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Kemdikbud.