Tulalit (film)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Tulalit)
Jump to navigation Jump to search
Tulalit
Sutradara Saptadjie
Produser Chandra Lie
Penulis Nestor Katanya
Pemeran Shareefa Daanish
Arie Untung
Meriam Bellina
Robby Tumewu
Edric Tjandra
Kiwil
Budi Anduk
Yadi Sembako
Bobby Maulana
Musik Teguh Pribadi
Penyunting Askan Larepano
Distributor Maxima Pictures
Durasi
93 menit
Negara Indonesia

Tulalit adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 2008. Film yang disutradarai oleh Saptadjie ini dibintangi antara lain oleh Shareefa Daanish, Arie Untung, Meriam Bellina, Robby Tumewu, Edric Tjandra, Kiwil, Budi Anduk, Yadi Sembako, Bobby Maulana.

Plot[sunting | sunting sumber]

Meri (Meriam Bellina), adalah seorang ibu sosialite yang sudah enam bulan ini pergi ke luar negeri. Kali ini kepulangannya membawa kepanikan buat anaknya, Edric (Edric Tjandra)yang mempunyai seorang teman bernama Arie (Arie Untung) yang selalu terlihat oleh mata Mer bahwa Arie adalah pacar Edric. Tidak ingin ibunya menduga dirinya gay, Edric langsung menanggapi Arie yang menyerahkan foto seorang model bernama Saripah (Shareefa Daanish) yang tertera di majalah dan segera dibingkai. Namun, Mer meminta lebih dengan mau berkenalan dengan Saripah.

Di sisi Saripah, ia diidamkan oleh seorang pria bernama Mario (Mario Maulana) yang terus mengejar Saripah. Hal ini bertentangan dengan keinginan ayah Saripah (Robby Tumewu) yang telah menjodohkan Saripah dengan Dauz Costner (Daus Separo). Saripah tidak menyetujui hal itu karena Daus sudah punya istri gemuk bernama Pretty (Pretty Asmara). Dauz juga mempunyai pengawal yang bertingkah laku bodoh bernama Kiwil (Kiwil). Saat Meri berjalan-jalan di kota, Meri baru mengetahui Saripah adalah seorang model dan makin mempercayai anaknya.

Di rumah Edric, ada lagi teman-temannya yang aneh yaitu Yadi (Yadi Sembako) dan Budi (Budi Anduk). Karena Meri ingin tahu alamat Saripah, terpaksa Yadi menemani Edric mencari majalah profil Saripah. Saat itulah, mereka bertemu dengan Dewi (diperankan oleh Shareefa Daanish juga) yang sedang mencari pekerjaan dengan profilnya yang polos dan idiot. Dewi diperkenalkan sebagai Saripah oleh Edric kepada Meri. Di pertemuan, Dewi membeberkan segala perbuatan Edric, Meripun marah dan mengusir Dewi.

Lalu, Meri yang masih bisa dibohongi, berjalan di kota dan menemukan Saripah yang sedang berpose dengan busana perkawinan, Meripun menduga Saripah dan Edric akan melancarkan pernikahan. Keesokan harinya, Edric dan Yadi yang nongkrong di jalan, bertemu Saripah yang nyaris terjebak penipuan bermodus tabrakan. Tapi sebelum mereka menyadari itu Saripah, Saripah sudah berlalu. Di rumah Saripah, berturut-turut ia didatangi Mario, Kiwil, dan Dauz. Lalu datanglah Pretty yang ternyata mengikuti Daus sampai kesana. Prettypun melabrak Daus dan Kiwil, membawa mereka pulang.

Di sebuah parkiran, mobil Meri mempunyai masalah dengan mobil Robby. Ternyata mereka adalah musuh sejak SMA. Dauz dan Kiwil diusir dari rumah yang ternyata semuanya adalah milik Pretty. Dijalan, Edric dan Yadi bertemu Saripah. Saripah mengajak mereka makan sebagai rasa terima kasih atas pertolongan mereka. Keesokan harinya, mobil yang dikendarai Robby mogok, dan dibetulkan oleh Edric yang kebetulan lewat. Meri, datang ke alamat Saripah yang tertera di majalah dan bertemu Robby. Terjadilah ketidaksetujuan dari Robby maupun Meri atas hubungan yang padahal tidak pernah ada antara Saripah dan Edric.

Keesokan harinya, Edric dibawa Meri ke rumah Saripah. Saripah dan Robby tentu mempunyai kenangan baik atas Edric, mempertanyakan hal sebenarnya kepada Edric. Edricpun digiring ke rumah oleh Meri. Di masing-masing rumah, baik Meri dan Robby ternyata mempunyai rasa suka, dan membiarkan anak mereka menikah, tetapi Edric dan Saripah menolak karena baru kenal. Akhirnya, Robby dan Meri diyakinkan oleh anak mereka untuk menikah. Dan sepertinya, Edric dan Saripah sendiri sudah jatuh cinta.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]