Tujuh Jembatan Königsberg

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Peta jembatan Königsberg saat zaman Leonhard Euler di mana terdapat tata keteraturan tujuh jembatan yang sesungguhnya serta menyoroti sungai Pregel beserta jembatan-jembatannya.

Tujuh Jembatan Königsberg merupakan suatu perkara yang amat diperhatikan sejak dahulu kala dalam ilmu pasti (atau matematika). Leonhard Euler yang berpendirian teguh bahwasannya jembatan-jembatan tersebut tidak bagus pada tahun 1736 menempatkan dasar teori graf serta memaparkan bentuk awal topologi.[1]

Kota Königsberg yang termasuk dalam kekuasaan Prussia (sekarang bernama Kaliningrad, Rusia) telah dibangun di antara kedua sisi sungai Pregel dan meliputi dua pulau yang luas yang dapat tersambung antara satu dengan yang lain serta tujuh jembatan tersebut mampu mencakup satu tanah daratan. Persoalannya yakni bagaimana cara menciptakan rangka dari tempat untuk berjalan melalui kota dengan bermaksud menyeberangi tiap-tiap jembatan sekaligus dalam satu kali saja dengan syarat apabila suatu pulau itu dapat dijangkau dengan jembatan-jembatan tersebut serta saat menuju jalan masuk dari setiap jembatan tersebut harus diseberangi dalam satu kali sampai ke titik ujung jembatan yang lain. Tempat jalan masuk dan jalan keluar dari tujuh jembatan tersebut tidak usah tampak seperti itu juga.

Euler telah membuktikan bahwa tak ada pemecahan perkara atas persoalan tersebut. Hal yang merumitkannya ialah bagaimana untuk mengembangkan suatu cara untuk melakukan penelaahan serta melakukan pengujian selanjutnya atas hal tersebut sehingga dapat diperlihatkannya pernyataan yang tegas ini serta dibarengi oleh kecermatan yang didasari dengan ilmu pasti.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ See Shields, Rob (Desember 2012). 'Cultural Topology: The Seven Bridges of Königsburg 1736' in Theory Culture and Society 29. pp.43-57 and in versions online for a discussion of the social significance of Euler's engagement with this popular problem and its significance as an example of (proto-)topological understanding applied to everyday life.