Tubagus Falak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Tubagus Muhammad Falak
K.H. Tubagus Muhammad Falak.jpg
Lahir Tubagus Muhammad Falak
1842
Bendera Belanda Sabi, Pandeglang, Banten.
Meninggal 19 Juli 1972
Pagentongan, Bogor
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Nama lain Mama Falak
Pekerjaan Perinti NU dan Ulama
Dikenal karena Melawan penjajah dan merintis NU di Kota Bogor

KH Tubagus Muhammad Falak atau lebih dikenal Mama Falak (lahir di Pandeglang, 0 Desember 1842 – meninggal di Bogor, 19 Juli 1972 pada umur 130 tahun) adalah seorang ulama yang dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan pesantren, ia dikenal luas sebagai pemimpin rohani dalam gerakan sufi sebagai mursyid Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah.

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Falak lahir di Pandeglang, Banten pada tahun 1842. Ayahnya, Tubagus Abbas adalah seorang pemimpin pesantren dan juga seorang petani. Tubagus Abbas juga merupakan keturunan Sunan Gunung Jati. Ibunya, Ratu Quraisin adalah seorang yang berketurunan Kerajaan Banten.[1]

Ia dibesarkan dalam lingkungan pesantren dan keagamaan. Falak diajari tentang ilmu aqidah, fiqih, dan bahasa sampai pada usia 15 tahun. Ia selain pintar dalam hal keagamaan, ia juga pintar dengan ilmu beladiri dan memperdalam ilmunya ke KH Abdul Halim Kadu Peusing atas anjuran ayahnya, KH Tubagus Abbas.[1][2] Selanjutnya, ia pergi ke Mekkah untuk menuntut ilmu dan pergi berhaji bersama Abdul Karim Banten, gurunya. Disana, ia berguru selama 21 tahun dan pernah pula ia mengunjungi makan Syekh Abdul Qadir Jailani.[1]

Ia dianggap seangkatan dengan Syekh Kholil Bangkalan, sementara itu Syekh Kholil Bangkalan berguru di Kota Mekah pada tahun 1860.[2] Sepulang dari Mekah, ia berguru kepada Syekh Salman, Soleh Sonding, dan Syekh Sofyan.[1]

Perjuangan[sunting | sunting sumber]

Melawan Kolonial Belanda[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Bibliografi