The Diving Bell and the Butterfly

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
The Diving Bell and the Butterfly
Pengarang Jean-Dominique Bauby
Negara Perancis
Bahasa Perancis
Genre Otobiografi, Memoir
Penerbit Éditions Robert Laffont
Tanggal rilis 6 Maret 1997
ISBN 978-0-375-40115-2

The Diving Bell and the Butterfly (judul asli dalam bahasa Perancis: Le Scaphandre et le Papillon) merupakan sebuah memoir karya jurnalis Jean-Dominique Bauby. Karya ini memerikan kehidupannya setelah ia menderita stroke hebat yang menyebabkan ia mengalami sindrom terkunci. Karya ini juga menjelaskan secara rinci tentang kehidupannya sebelum ia terjangkit stroke.

Pada 9 Desember 1995, Bauby, kepala editor majalah berbahasa Perancis Elle, terkena stroke dan jatuh koma. Dia baru sadar 20 hari kemudian. Pikirannya sadar akan sekelilingnya, tetapi fisiknya lumpuh oleh sindrom terkunci dengan pengecualian beberapa gerakan dari kepala dan matanya. Mata kanannya harus dijahit karena masalah iritasi. Keseluruhan buku ditulis berdasarkan kedipan mata kiri Bauby yang menghabiskan waktu sepuluh bulan (empat jam sehari). Menggunakan partner assisted scanning, seorang pengalih aksara berulang-ulang mengeja alfabet bahasa Perancis yang disusun berdasakan frekuensi huruf-hurufnya (E, S, A, R, I, N, T, U, L, dst.), hingga Bauby mengedip untuk menunjukkan huruf yang dia pilih. Buku tersebut dikarang melalui 200.000 kedipan dan rata-rata sebuah kata menghabiskan waktu kurang lebih dua menit. Buku tersebut juga mencatat kegiatan sehari-hari seseorang yang menderita sindrom terkunci. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi bermain di pantai bersama keluarga, dimandikan, dan bertemu pengunjung selama di rumah sakit di Berck-sur-Mer.

Edisi bahasa Perancis dari buku ini diterbitkan pada 6 Maret 1997. Buku ini mendapatkan ulasan-ulasan yang luar biasa, terjual 25.000 eksemplar pertama pada hari peluncuran, dan penjualannya mencapai 150.000 eksemplar dalam satu minggu. Kesuksesannya membawa buku ini pada peringkat pertama buku terlaris seantero Eropa. Hingga saat ini penjualan keseluruhan mencapai jutaan. Pada 9 Maret 1997, dua hari setelah buku ini diterbitkan, Bauby meninggal karena pneumonia.[1][2]

Film[sunting | sunting sumber]

Pada 2007, sebuah film tuturan dengan judul yang sama diangkat dari buku ini, disutradarai oleh Julian Schnabel, ditulis oleh Ronald Harwood dan dibintangi oleh Mathieu Amalric sebagai Bauby. Julian Schnabel memenangi sutradari terbaik tahun itu di Festival Film Cannes.[3] Filmnya dinominasikan dalam empat Academy Award tahun 2008 yaitu sutradara, sinematografi, penyuntingan, dan naskah.[4] Penghargaannya berlanjut dengan memenangi sejumlah penghargaan internasional, meliputi BAFTA untuk skenario adaptasi, dan Golden Globes untuk film berbahasa asing terbaik dan sutradara terbaik.[5][6]

Ketika Bauby masih hidup, sutradara berkebangsaan Perancis Jean-Jacques Beineix membuat film berdurasi 25 menit, "Assigné à résidence" (atau "Tahanan Rumah"), yang menggambarkan Bauby dalam keadaannya yang lumpuh, dan proses pembuatan bukunya.[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Thomas, Rebecca. Diving Bell movie's fly-away success, BBC, 8 Februari 2008. Diakses 5 Juni 2008.
  2. ^ "In the Blink of an Eye", oleh Thomas Mallon, ulasan The Diving Bell and the Butterfly, New York Times, 15 June 1997. Didapat 8 April 2008.
  3. ^ Cannes Film Festival Awards 2007: Alternative Film Guide
  4. ^ Academy Awards Database
  5. ^ BAFTA Awards Database
  6. ^ HFPA Awards Database Namun, Hollywood mengubah seperti biasanya. Dalam versi film dari buku ini, mantan pasangan Bauby selama 10 tahun bernama Sylvie de la Rouchefoucauld (dalam buku, dia menyebutnya dengan sikap dingin 'ibu dari dua anak-anaknya') yang berperan sebagai Madonna yang bercahaya dan bukan Florence Ben Sadoun yang merupakan temannya selama tiga tahun, wanita yang duduk di sampingnya dan yang memegang tangannya ketika dia meninggal.
  7. ^ "Cargo Films, Société de J-J Beineix" (dalam bahasa French). Diakses tanggal 2008-04-24. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Ulasan The Diving Bell and the Butterfly: