Teori Kendala

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Teori Kendala adalah filsafat manajemen menyeluruh yang diperkenalkan oleh Dr. Eliyahu M. Goldratt dalam bukunya berjudul The Goal pada tahun 1984, yang dimaksudkan untuk membantu organisasi agar terus menerus mencapai tujuan mereka. Judul buku ini intinya adalah bahwa sistem manajemen manapun terbatas dalam meraih satu atau lebih tujuannya oleh setidaknya satu kendala. Proses TOC berupaya mengidentifikasi kendala-kendala dan merestrukturisasi organisasi, melalui Lima Tahap Fokus (Five Focusing Steps).

Dasar-Dasar[sunting | sunting sumber]

Asumsi Dasar[sunting | sunting sumber]

Ide dasar Teori Kendala adalah bahwa organisasi dapat diukur dan dikendalikan oleh tiga ukuran: throughput, ongkos operasional dan inventaris. Throughput adalah tingkat sejauh mana sistem menghasilkan uang melalui penjualan. Inventaris adalah semua uang yang sistem tanamkan dalam bentuk pembelian barang-barang untuk dijual. Ongkos operasional adalah semua uang yang dibelanjakan sistem untuk mengubah inventaris menjadi throughput. "The Goal" sendiri berarti "menghasilkan uang". Semua bentuk keuntungan yang lain diturunkan dari tujuan tunggal yang utama ini.

Lima Tahap Fokus[sunting | sunting sumber]

Teori Kendala berdasarkan pada ide dasar bahwa tingkat tujuan dibatasi oleh setidaknya satu proses yang menjadi kendala. Hanya dengan menaikkan aliran melalui kendala maka throughput keseluruhan bisa dinaikkan. Anggaplah tujuan organisasi telah dirumuskan (misalnya, "Hasilkan uang sekarang dan pada masa depan") langkah-langkahnya adalah:

  1. Identifikasi kendala (sumber daya atau kebijakan yang menghalangi organisasi mencapai tujuan)
  2. Putuskan bagaimana memanfaatkan kendala (memperoleh kapasitass terbesar pada proses kendala)
  3. Jadikan proses-proses yang lain bagian dari keputusan atasan (sejajarkan seluruh sistem atau organisasi untuk menunjang keputusan yang dibuat atasan)
  4. Naikkan kendala (lakukan perubahan besar untuk mengatasi kendala)
  5. Jika kendala telah teratasi, ulangi tahap 1. Jangan biarkan kelembaman menjadi kendala.

Lima tahap fokus ini bertujuan untuk memastikan upaya-upaya perbaikan yang sedang dilakukan berpusat di sekitar kendala-kendala organisasi. Pada literatur TOC, lima tahap ini disebut sebagai "Proses Perbaikan yang Sedang Berjalan" (Process of Ongoing Improvement -- POOGI).