Teknologi komunikasi digital

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Teknologi telekomunikasi  atau biasa juga disebut telekomunikasi adalah teknologi yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh. Teknologi inilah yang memungkinkan seseorang dapat mengirimkan informasi atau menerima informasi ke atau dari pihak lain yang letaknya berjauhan. Teknologi ini membuat jarak seperti tidak ada. Ratusan atau bahkan ribuan kilometer bukanlah menjadi hambatan untuk berkomunikasi secara online karena kehadirannya.[1]

Teknologi komunikasi digital adalah teknologi yang berbasis sinyal elektrik komputer, sinyalnya bersifat terputus-putus dan menggunakan sistem bilangan biner. Bilangan biner tersebut akan membentuk kode-kode yang merepresentasikan suatu informasi tertentu. Setelah melalui proses digitalisasi informasi yang masuk akan berubah menjadi serangkaian bilangan biner yang membentuk informasi dalam wujud kode digital. Kode digital tersebut nantinya akan mampu dimanipulasi oleh komputer. Contohnya adalah gambar kamera video yang telah diubah menjadi bentuk digital[2]. Bentuk digital tersebut mewakili element gambar (pixel). Elemen gambar tersebut dapat dimanipulasi oleh komputer. Sehingga kita dapat menciptakan efek tertentu pada gambar serta dapat juga memperbaiki kualitas gambar yang dianggap kurang baik. Bentuk manipulasinya bisa berupa penambahan intensitas cahaya pada gambar, sehingga gambar yang ada menjadi lebih terang atau gelap, meningkatkan ketajaman gambar yang kurang fokus, serta memperbaiki warna pada bagian tertentu dari gambar.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Komunikasi antar makhluk hidup yang paling awal adalah suara, yang dibangkitkan oleh mulut, dan diterima oleh telinga. Apabila jarak antar makhluk yang berkomunikasi tersebut jauh diperlukan alat bantu berupa sesuatu yang dapat dilihat. Sebagai contoh, pada abad ke dua sebelum Masehi, orang Yunani menggunakan sinyal obor untuk berkomunikasi. Kombinasi dan posis iyang berbeda dari obor tersebut menghasilkan kombinasi huruf -huruf Yunani. Bentuk komunikasi menggunakan obor ini merupakan bentuk awal dari sistim komunikasi data. Suara drum, juga dapat digunakan untuk berkomunikasi dalam jarak jauh. Pada abad ke delapan belas, mulai diperkenalkan bendera semaphore untuk menyampaikan komunikasi. Bendera semaphore ini prinsipnya sama dengan nyala obor pada zaman Yunani, yang mengandalkan kemampuan penglihatan. Setiap kombinasi dari bendera semaphore yang dikibarkan menghasilkan kombinasi huruf -huruf Latin. Pemakaian bendera semaphore ini terhalang kendala jarak, dimana semakin jauh jarak antar orang yang berkomunikasi, semakin tidak efisien pemakaian bendera ini..

Pada tahun 1753 Charles Morrison, seorang penemu dari Scotlandia,memperkenalkan sistem transmisi listrik menggunakan satu kabel (plus ground)untuk masing-masing huruf. Pada system ini diperlukan sebuah pithball dan kertas di sisi terima untuk mencetak hasilnya.Pada tahun 1835, Samuel Morse memulai bereksperimen dengantelegraph, seperti yang kita kenal sekarang. Dua tahun kemudian, pada 1837, telegraph mulai dikenalkan oleh Morse di USA, dan oleh Sir Charles Wheatstonedi Inggris. Telegraph pertama kali dipublikasikan pada tahun 1844, dan mulailahmasa komunikasi listrik yang kelak akan menguasai kehidupan manusia.Skema komunikasi yang dibicarakan di atas dapat dikatakan “digital”[3]

secara alamiah dikatakan demikian karena hanya ada sejumlah pesan terbatas yang digunakan. Tidak demikian halnya setelah Alexander Graham Bellmemperkenalkan telepon pada tahun 1876. Telepon merupakan sistim komunikasi analog. Pesan yang disampaikan dapat tidak terbatas, karena langsung diucapkan dari mulut manusia. Setelah penemuan ini, sistim analog mulai menggantikan sistem “digital” yang telah ada.[4] Bahkan Western Union Telegraph Company, perusahaan yang tadinya bergerak di bidang telegraph mulai beralih ke bisnis telepon. Dibutuhkan waktu beberapa abad lamanya, sebelum teknologi berbalik arah yaitu sistem digital menggantikan sistem analog.

Telekomunikasi ini mulai di gunanakan tahun 1970 yang diawali dengan penggunaan microprosesor untuk teknologi komunikasi. Dan pada tahun 1972, jaringan handhone pertama dibuka di falandia bernama ARP. Selama hampir sepanjang sejarah masa lampau, telekomunikasi telah didominasi switching analog, transmisi, dan frekuensi-multiplexing divisi.

Sejak tahun 1976, sistem komunikasi digital secara perlahan mulai menggantikan dominasi sistemkomunikasi analog. Pergantian sistem ini berlangsung cukup pesat sejakditemukannya komputer dan piranti elektronik solid state.Aplikasi komersial digital dimulai pada tahun 1962, saat Bell System memperkenalkan sistem transmisi TI, yang menandai awal kebangkitan revolusidigital komersial. Di akhir tahun ini, sekitar 250 rangkaian komunikasi digital telahdi-instal.  Pada pertengahan tahun 1976, angka ini melonjak mencapai 3 juta, suatu perkembangan yang cukup fantastis Pada pertengahan 1980 an, ketika sistem komputer merayakan 40 tahun keberadaannya, sementara teknologi solid state masih cukup muda, jaringan digital dengan kontrol komputer telah dikomersialkan. Masyarakatinformasi telah mencapai level kematangan dalam fase kehidupannya. Akses komunikasi instan, baik dari mobil, pesawat udara, atau dari gelanggang olahraga sekalipun, akan menjadi suatu kenyataan. Dibutuhkan waktu 20 abad lamanya untuk berpindah dari sistim nyala obor ke sistem komunikasi sinyal listrik, untuk mengkomunikasikan data yang sama. Dibutuhkan waktu 20 tahun untuk berpindah dari sistem transmisi data listrik primitif ke sistem komunikasi data lanjutan berkecepatan tinggi. Dan hingga saat ini, perkembangan teknologi masih belum berakhir.

Benar-benar tidak praktis lagi untuk menganggap komputer dan telekomunikasi sebagai dua kesatuan yang terpisah. Keduanya didasarkan pada teknologi mikrop rosesor yang sama, dan keduanya melakukan informasi.[5]Pada waktu yang lampau, jaringan telekomunikasi hanya dianggap sebagai pembawa informasi pasif, Informasi merupakan input akhir dan output hanya dengan transformasi fisik diantaranya. Karena komputer mengeluarkan informasi dalam bentuk format digital, jaringan telekomunikasi analog yang ada harus mampu melakukan arus jenis ini. Komunikasi data yang kecepatannya relatif rendah, yang kecepatannya dari 1200 bps sampai 9.6 kbps dan sampai diatas 19,6 kbps, bisa dengan mudah mungkin dengan penggunaan modems terhadapan jaringan analog yang ada. Tetapi, jaringan analog yang ada tidak mampu menawarkan hubungan komunikaai dengan kecepatan tinggi yang perlu untuk mendukung komputer efektif terhadap komunikasi komputer dan vidio. Terim kasih pada teknologi seperti serat optik, hal ini memungkinkan bisa memindahkan informasi pada rata-rata satu trillion bit per detik mungki n menjadikan nyata untuk ayang akan datang.

Penggabungan swtching digital dan teknik-teknik transmisi menjadi telekomunikasi suadah mulai mengubah seluruh fondasi pada industri yang terbangun. Sementara itu komunikasi suara merupakan dan akan terus, menjadi alat primer yang mana informasi itu dikirim, filsafat seluruhnya dari desain jaringan itu berubah. Tak lama kemudian voice (suara) itu merupakan ciri dominan yang mana jaringan-jaringan itu didesain. Dari sekarang jaringan itu seharusnya menunjujjan semua jenis tanda menurut cara digital.

Skala tugas yang dipakai untuk mengubah jaringan dari analog sampai digital adalah menakutkan. Jaringan telepon telepon telah berkembang pada 100 tahun belakangan ini. Segera setelah itu haringan telekomunikasi dari hampir seluruh negara industri dunia sebagian besar akan menggunakan sistem digital. Hal ini akan memerlukan penempatan fasilitas transmisi dan switching, pengenalan skal luas tentang pelayanan baru disamping suara, seperti data dengan kecepatan tinngi, vidio, dan komunikasi tek, tidak sebagai pelayanan atau jaringan terpisah tetapi sebagai fasilitas telekomunikasi standar yang tersedia untuk semua langganan.[6]

Kelebihan teknologi informasi digital[sunting | sunting sumber]

Sesuai dengan teknologi komputer[sunting | sunting sumber]

setelah melalui proses digitalisasi, informasi yang masuk akan berubah menjadi serangkaian bilangan biner yang membentuk informasi dalam wujud kode digital. Kode digital tersebut nantinya akan mampu dimanipulasi oleh komputer. Contohnya adalah gambar kamera video yang telah diubah menjadi bentuk digital. Bentuk digital tersebut mewakili element gambar (pixel). Elemen gambar tersebut dapat dimanipulasi oleh komputer. Sehingga kita dapat menciptakan efek tertentu pada gambar serta dapat juga memperbaiki kualitas gambar yang dianggap kurang baik. Bentuk manipulasinya bisa berupa penambahan intensitas cahaya pada gambar, sehingga gambar yang ada menjadi lebih terang atau gelap, meningkatkan ketajaman gambar yang kurang fokus, serta memperbaiki warna pada bagian tertentu dari gambar.

Multiplexing[sunting | sunting sumber]

Teknologi ini memungkinkan kita untuk mendistribusikan Informasi dalam beragam jenis dan dalam jumlah yang banyak secara sekaligus. Informasi yang berupa sinyal digital akan di distribusikan melalui sebuah saluran komunikasi tunggal. Nantinya saluran tunggal tersebut akan terbagi lagi menjadi saluran yang lebih kecil dan terpisah, Sehingga, kebutuhan akan konstruksi dan pemeliharaan akan semakin berkurang. terdapat dua sistem multiplexing yang ditawarkan yaitu:

  1. Frequency-division multiplexing (FDM)[7]
    Saluran komunikasi tersebut akan terbagi menjadi saluran kecil yang memiliki frekuensi yang unik. Sehingga sinyal digital yang berisi informasi kemudian masuk dan didistribusikan pada saluran tersebut tak akan bercampur baur satu sama lain. Contoh dari sistem multiplexing jenis ini adalah pada siaran elevisi dan kabel. FDM popular dengan sebutan code transparant
  2. Time division multiplexing (TDM)[8]
    Sistem multiplexing ini cara kerjanya adalah dengan membagi sinyal digital yang masuk menjadi kepingan yang lebih kecil. Kemudian masing-masing dari sinyal tersebut akan dikirimkan serentak dalam satu waktu. Sistem ini cepat serta efisien.Sistem ini dapat pula dipantau melalui komputer.

Keutuhan data pada saat proses transmisi[sunting | sunting sumber]

Pada saat informasi dipancarkan dalam bentuk sinyal digital, walaupun telah menempuh jarak yang cukup jauh keutuhan data akan tetap terjaga. Sinyal digital tersebut akan melaui serangkaian repeater station (stasiun pengulang) yang berfungsi untuk melindungi dan memperkuat sinyal sepanjang jalur perjalanan transmisi. Gangguan berupa cuaca buruk dan noise tidak akan memengaruhi transmisi sinyal digital. Hal tersebut terjadi karena, pada repeater station sinyal digital akan mengalami regenerasi. Sinyal-sinyal yang rusak akan digantikan oleh sinyal baru.

Sistem komunikasi yang fleksibel[sunting | sunting sumber]

Teknologi digital melalui teknologi Integrated Service Digital Network ( ISDN ) atau dalam bahasa indonesia populer dengan sebutan jaringan telekomunikasi digital pelayanan terpadu dapat menghantarkan berbagai informasi dalam sebauh jaringan tunggal. [ISDN] ISDN bisa diibaratkan sebagai sebuah pipa saluran informasi besar yang terdiri dari berbagai komponen informasi yang dapat berupa gambar, data, suara. Semua data tersebut dapat diakses dan dipindahkan dengan mudah melalui alat tertentu yang mudah dicolokan dan dicabut . Contoh alat yang digunakan untuk transfer data dengan metode tersebut adalah kabel data dan flashdisk alat ini banyak digunakan untuk pertukaran data dan informasi dalam bentuk digital. Teknologi ISDN ini membawa revolusi dalam cara kita berkomunikasi. Kita dapat bertukar gambar, grafik, dan data dengan mudah, cepat serta dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Efisiensi Biaya[sunting | sunting sumber]

Peralatan pada teknologi digital membangkitkan produksi massal yang kemudian akan menekan biaya produksi. Alat-alat pada teknologi digital juga lebih stabil, praktis dan memiliki daya tahan yang lama dalam pemakaiannya. Hal tersebut menyebabkan biaya pemeliharaan menjadi lebih sedikit. Hal ini dikarenakan adanya teknologi integrated circuit ( IC) yang kemudian akan lebih dikenal dengan sebutan chips. Benda ini memberikan dampak yang signifikan, karena dengan sebuah chips, teknologi komputer yang sebelumnya harus menggunakan mesin dan komponen yang berukuran besar, berat dan tidak praktis dapat digantikan tugasnya oleh chips tersebut.

Kekurangan teknologi informasi digital[sunting | sunting sumber]

Permintaan saluran informasi yang tinggi[sunting | sunting sumber]

Segala jenis informasi yang telah didigitalisasi akan mampu didistribusikan secara efisien dan dalam jumlah yang banyak melalui sistem multiplexing. Namun terdapat beberapa saluran aplikasi yang tak mampu menampung jumlah arus data digital yang dikirimkan tersebut. Contohnya adalah saluran telepon yang belum dapat mengakomodasi tampilan video digital pada penggunaan aplikasinya.

Kesalahan pada saat digitalisasi[sunting | sunting sumber]

Pada saat proses perubahan dari sinyal analog ke sinyal digital. Konsep informasi yang ada pada dunia nyata akan melewati digitalisasi. Konsep informasi tersebut akan diubah menjadi sinyal digital, dan sinyal digital tesebut merupakan rangkaian dari kode-kode tertentu. Dikawatirkan konsep informasi asli yang terdapat pada dunia nyata tersebut tidak dapat terepresentasikan dengan baik saat digitalisasi. Contohnya adalah warna, jika suatu warna belum terdapat dalam sistem penyimpanan teknologi digital, maka akan dicari padanan warna yang paling dekat dan paling mirip dengan warna tersebut. Hal ini menyebabkan warna yang akan tertampil setelah digitalisasi menjadi kurang akurat dan tidak mewakili warna aslinya.

Dominasi dunia oleh teknologi analog[sunting | sunting sumber]

Sampai saat ini dunia masih didominasi oleh teknologi analog. Banyak bentuk informasi komunikasi yang menggunakan sistem analog, perangkatnya pun menggunakan perangkat analog. Sehingga untuk menikmati layanan teknologi digital kita harus menggunakan analog-digital converter (ADC) dan digital-analog converter (DAC).

Investasi Publik[sunting | sunting sumber]

Untuk menikmati layanan digital secara keseluruhan. Maka harus dilakukan penggantian alat komunikasi seperti telepon, televisi dan radio dari yang sebelumnya berbasis teknologi analog menjadi teknologi digital. Hal ini menyebabkan masyarakat mengeluarkan biaya yang tidak sedikit terlebih lagi teknologi ini masih tergolong teknologi yang baru. Hal ini menyebabkan instrumen yang disediakan untuk masyarakat umum sifatnya masih terbatas dan mahal harganya. Hal ini menjadi permasalahan bagi kelangsungan industri pertelekomunikasian dan hal ini juga akan memengaruhi kemampuan membeli masyarakat.

Penggunaan dan dampak sosial[sunting | sunting sumber]

penggunaan teknologi komunikasi digital

Kini masyarakat berhadapan dengan sebuah masa yang dikenal dengan era elektronik (electronic age). Pada era elektronik (electronic age), masyarakat mengenal berbagai alat komunikasi seperti radio, telegram, telepon genggam (smartphone), televisi, tabletipad dan internet. Hal ini tentunya membawa perubahan yang sangat signifikan di tengah-tengah masyarakat, dimana masyarakat memiliki kemudahan dalam menjalin komunikasi satu sama lain. Kemudahan ini diperoleh dengan adanya berbagai alat komunikasi yang serba canggih. Selain itu, seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, gaya berpikir dan berperilaku seseorang pun ikut dipengaruhi oleh perkembangan teknologi komunikasi tersebut. Perubahan dalam gaya berpikir dan berperilaku seseorang dapat dipengaruhi oleh penemuan dan perkembangan dari teknologi komunikasi tersebut, dimana dengan adanya perkembangan teknologi, seseorang memiliki perubahan sikap dan perilaku dalam berkomunikasi. Akses yang semakin canggih dan mudah merupakan alasan utama dari perubahan ini.[9]

Teknologi komunikasi digital berbeda dengan teknologi komunikasi analog. Teknologi komunikasi digital lebih bersifat otomatis dan menggunakan sistem operasi komputer, serta output yang dihasilkan berbentuk digital sehingga tidak terdapat bentuk nyata atau fisik dari benda tersebut. Karena hasil atau output teknologi komunikasi digital hanya terdapat dalam bentuk digital atau virtual, maka  keterlibatan panca indera manusia sangat minim. Manusia tidak dapat menyentuh atau merasakan dan memegang bentuk fisik atau nyata dari output teknologi komunikasi digital. Walaupun tidak menghasilkan bentuk fisik, teknologi komunikasi digital juga termasuk dalam media komunikasi, karena teknologi komunikasi digital mampu mengantarkan pesan dari komunikator ke komunikan dalam bentuk digital. Salah satu contoh teknologi komunikasi digital adalah electronic book (e-book). Buku yang merupakan bentuk fisik dari hasil teknologi komunikasi analog dapat di-digitalisasi menjadi e-book. Walaupun e-book hanya berbentuk digital dan tidak memiliki bentuk fisik, tetapi informasi dari pegarang (komunikator) tetap dapat disampaikan kepada pembaca (komunikan), sehingga e-book dapat dikatakan sebagai media komunikasi yang dihasilkan oleh teknologi komunikasi digital.

Saat ini, karena beberapa alasan seperti global warming dan efisiensi waktu maupun biaya, banyak masyarakat yang mulai beralih dari teknologi komunikasi  analog menjadi teknologi komunikasi digital. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya pengguna internet di Indonesia dari tahun ke tahun. Menurut  Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada tahun 1998 hanya berjumlah sekitar 500 ribu user. Walaupun tergolong sangat rendah,  pengguna internet ternyata terus menerus meningkat. Kini, pada tahun 2015, pengguna internet di Indonesia telah mencapai sekitar 139 juta user. Pertumbuhan pengguna internet terlihat begitu signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknologi komunikasi digital terus berkembang dan semakin diminati. [10]

Kelebihan dari teknologi komunikasi digital dibandingkan analog ialah produk visual lebih beresolusi tinggi, akurasi dalam penyampaian pesan dan informasi lebih jelas dan teknologi komunikasi digital tidak dipengarui oleh ruang dan waktu.  Karena itu komunikasi digital lebih efisien dan efektif. Teknologi komunikasi digital pun mempunyai kelebihan lain, yakni dapat memudahkan aktivitas hidup manusia bagi yang menggunakannya dalam aspek apapun dari transportasi, pendidikan ,hiburan sampai ke bidang bisnis dan industri.[11]

Dampak Sosial

Kemajuan teknologi saat ini sangat berkembang pesat dan membantu manusia untuk berinteraksi satu sama lain tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu. Kemudahan yang diberikan oleh teknologi tersebut mencakup banyak hal serta merambah berbagai aspek kehidupan, mulai dari ekonomi, sosial, budaya hingga pendidikan. Pada prinsipnya teknologi ini berkembang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia agar dalam kehidupannya dapat lebih mudah berkomunikasi ataupun melakukan sesuatu. Namun dari segala efek positif yang diterima oleh manusia terdapat pula berbagai efek negative.

  1. Bidang Ekonomi dan Industri

Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain:

  • Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
  • Terjadinya industrialisasi
  • Produktifitas dunia industri semakin meningkat

Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Telah ditunjukkan bahwa segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.

Meskipun demikian ada pula dampak negatifnya antara lain;

  • Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.

Contoh kasusnya adalah bisnis online shop yang memanfaatkan kemajuan teknologi dalam bidang ekonomi sehingga dapat memudahkan bisnis tanpa terhambat jarak dan waktu.

  1. Bidang Informasi dan Sosial

Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positifnya antara lain:

  • Masyarakat lebih mudah memperoleh informasi dalam lingkup luas melalui media-media seperti radio, TV, internet dan lain sebagainya.
  • Mudah melakukan komunikasi dengan orang yang tinggal jauh.
  • Hilangnya batasan ruang dan waktu dengan adanya internet membuka peluang baru untuk melalukan pekerjaan dari jarak jauh.

Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu.

Kerahasiaan alat tes semakin terancam melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet.

Adapun dampak negatifnya adalah:

  • Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face).
  • perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.
  • Penggunaan TIK yang berlebihan akan membuat kecendrungan untuk menutup diri dari pergaulan.

Akibatnya manusia menjadi malas untuk bersosialisasi dengan teman dan lingkungan sekitar. Dengan fasilitas yang dimiliki oleh HP, maka di zaman yang serba canggih dan modern ini segalanya bisa dilakukan dengan duduk di tempat tanpa perlu beranjak dari tempat duduk dan meninggalkan aktivitas seseorang. Mulai dari mengisi pulsa, transfer uang, memesan tiket, belanja, hingga memesan makanan dapat dilakukan tanpa beranjak dari tempat sedikitpun. Memang akan menjadi lebih mudah tetapi orang akan lebih tidak peduli dengan rasa sosial.

  1. Bidang Pendidikan

Dampak Positif dari perkembangan teknologi di bidang pendidikan adalah:

  • Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
  • Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode barn yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
  • Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain

Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam proses pendidikan antara lain:

* Kerahasiaan alat tes semakin terancam Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk. Implikasi dan permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.

  • Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kita tahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi yang berepngetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu komputer yang tingi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan lain-lain.[12]

8 dampak sosial dari tenologi digital

1.     Kecepatan perubahan detik ini berita didapat,detik ini pula dibaca dan diserakan keseluruh dunia.

2.     Tidak lagi yang dirahasiakan.

3.     Munculnya komunitas virtual yang diikat oleh kebersamaan-kebersamaan tertentu dimana berita tidak hanya datang dari media tapi juga dari komunitas tertentu.

4.     Cara membaca berubah, masyarakat cenderung membaca judu, berita namun berkesinambungan.

5.     Bergeser "power" dari pemerintahan ke individual cityzan.

6.     Akibat poin ke 5 di atas, yang lebih dahsyat lagi timbulnya krisis dalam kepercayaan masyarakat,

7.     Switch juga terjadi dalam bentuk multimedia.

Adanya dekonstruksi industry.[13]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Prof.Dr. Jogiyanto HM, MBA,Akt, Sistem Teknologi Informasi,(CV Anto:Yogyakarta,2009) hlm 176
  2. ^ Drs. Abdul kadir, Teknologi informasi dan komunikasi(Yudhistira:Jakarta.2007)hlm.25
  3. ^ Uke Kurniawan, Pengantar Ilmu Telekomunikasi (Informatika:Bandung,2008) Hlm.76
  4. ^ Jogi yanto, Sistem Teknologi Informasi (CV Anto:Yogyakarta,2009).hlm 97
  5. ^ Abdul Kadir , Information Technologi(Terra chi:Yogyakarta,2012) hlm 336
  6. ^ William Stalligngs, Komunikasi dan jaringan Nirkabel(Erlangga:Yogyakarta,2007).hal 136-137
  7. ^ FDM
  8. ^ TDM
  9. ^ Drs. Abdul Hamid M.Ed, teknologi informasi dan komunikasi, yudhistira, 2007, jakarta. Hal...37
  10. ^ http://komunikasi.us/index.php/course/5078-implementasi-teknologi-analog-dan-digital-dalam-komunikasi
  11. ^ Raymond mc Leod (diterjemahkan oleh Ali Akbar Yulianto), sistem informasi manajemen, Jakarta, salemba empat, 2008. Hal....234 
  12. ^ https://rafikaratna.wordpress.com/2012/12/17/dampak-positif-dan-atau-negatif-dari-teknologi-komunikasi/
  13. ^ Dr.rhenal Khalid, M.A, komunika warta ilmiah popular komunikasidalam pembangunan, jakarta, LIPI, 2006. Hal.... 3-4