Teknik Serangga Steril

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Teknik Serangga Steril atau Teknik Serangga Mandul adalah suatu metode pengurangan jumlah populasi serangga tertentu dalam suatu ekosistem menggunakan serangga steril atau serangga mandul. Serangga mandul ini telah direkayasa dengan iradiasi sinar gambar.[1] Teknik ini telah digunakan secara internasional selama lebih dari 50 tahun.[2] Teknik ini telah diterapkan ke beberapa spesies serangga.[3]

Prosedur[sunting | sunting sumber]

Prosedur penerapan Teknik Serangga Steril menerapkan konsep pengendalian kelahiran. Pengendalian ini diterapkan ke serangga betina. Reproduksi serangga betina digagalkan melalui pejantannya.[3] Sel-sel telur telah mengalami sterilisasi akibat efek radiasi.[3] Teknik Serangga Steril berbeda dengan metode lama dalam pengendalian kelahiran. Rekayasa genetika melalui proses transgenik tidak diterapkan pada Teknik Serangga Steril.[2] Tiga konsep utama yang membedakan Teknik Serangga Steril dengan teknik lainnya adalah: 1) replikasi diri serangga steril tidak dapat terjadi, 2) siklus reproduksi hama terputus secara spesifik melalui serangga, dan 3) menggunakan spesies asli.[2] Melalui teknik ini, serangga steril akan terus bereproduksi tanpa menghasilkan telur yang dapat menetas.[2]

Penerapan[sunting | sunting sumber]

Organisme serangga steril telah dimasukkan ke dalam kategori serangga yang bermanfaat. Ini secara resmi dinyatakan pada Konvensi Perlindungan Tumbuhan Internasional.[2] Jenis serangga yang telah menerima penerapa Teknik Serangga Steril yaitu lalat, nyamuk dan ngengat. Spesies lalat yang telah mengalami uji coba adalah lalat buah, lalat tsetse, dan lalat cacing tambang.[3] Jenis ngengat yang telah diuji coba yaitu ngengat kaktus dan ngengat apel.[2]

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Teknik Serangga Steril telah digunakan untuk keperluan pengelolaan pemberantasan hama secara terpadu.[2] Teknik Serangga Streil digunakan untuk memberantas berbagai hama pertanian dengan cara biologis. Teknik ini juga digunakan untuk berbagai keperluan terkait penelitian medis.[3] Negara-negara yang telah menerapkan Teknik Serangga Steril telah memperoleh keuntangan dari segi ekonomi. Penerapan teknik ini telah mengembalikan berbagai dana investasi tambahan yang digunakan untuk keperluan pengelolaan hama serangga. Jenis investasi yang dapat dikurangi adalah: 1) investasi akibat kerugian tanaman dan produksi ternak, 2) investasi pengusiran hama serangga di kawasan industri hortikultura dan peternakan, 3) investasi biaya karantina komoditas yang akan diekspor, 4) investasi biaya produksi dan kesehatan manusia, dan 5) investasi pengusiran hama melalui insektisida.[2]

Teknik Serangga Steril juga meningkatkan kesehatan tanaman dan hewan. Ini dibuktikan dengan peningkatan hasil produksi tanaman dan hewan. Selian itu, teknik ini juga mneingkatkan kesehatan manusia melalui lingkungan yang lebih bersih dari bahan kimia buatan. Percepatan pembangunan eknomi juga mengalami peningkatan dengan meingkatnya produksi pertanian.[2] Teknik Serangga Steril telah menjadi subjek utama berbagai organisasi internasional. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia, dan Badan Tenaga Atom Internasional, telah menggunakan Teknik Serangga Steril untuk pemanfaatan nuklir dalam pangan dan pertanian.[2]

Sumber Informasi[sunting | sunting sumber]

Informasi mengenai Teknik Serangga Steril telah dipublikasikan ke publik. Informasi ini dipublikasi melalui beberapa cara, yaitu: 1) Penerapan Penelitian dan Pengembangan, 2) Koordinasi Proyek Penelitian, 3) Pertemuan dan Simposium, dan 4) Kegiatan Pelatihan.[3] Para peneliti dan praktisi dalam bidang hama tanaman dan hewan, memperoleh informasi penting dengan berbagai cara tersebut. Informasi ini juga mempengaruhi pengambilan keputusan oleh para pembuat kebijakan di bidang kesehatan dan pertanian.[3]

Sebuah buku berjudul 'Teknik Serangga Steril: Prinsip dan Praktik dalam Pengelolaan Hama Terpadu Terpadu", merupakan referensi utama yang membahas tentang Teknik Serangga Steril. Buku ini dapat diterapkan secara global. Buku ini disusun oleh 50 orang ahli yang berasal dari 19 negara. Buku ini terus mengalami perkembangan isi sesuai hasil penelitian terkini.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perhimpunan Entomologi Indonesia - Menghimpun, Mengembangkan, Dan Mengamalkan". pei-pusat.org. Diakses tanggal 2020-02-27. 
  2. ^ a b c d e f g h i j "Sterile insect technique". www.iaea.org (dalam bahasa Inggris). 2016-04-13. Diakses tanggal 2020-02-27. 
  3. ^ a b c d e f g h "Sterile Insect Technique, Insect Pest Control - NAFA". www-naweb.iaea.org. Diakses tanggal 2020-02-27.