Tarmizi Saat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Tarmizi Saat
Bupati Bangka ke-13
Masa jabatan
2013 – 2018
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
Gubernur Eko Maulana Ali
Rustam Effendi
Wakil Rustamsyah
Didahului oleh Yusroni Yazid
Digantikan oleh Masih menjabat
Informasi pribadi
Lahir Tarmizi Saat
26 Desember 1962 (umur 54)
Mendo Barat, Bangka, Bangka Belitung, Indonesia
Kebangsaan Bendera Indonesia
Partai politik Partai Keadilan Sejahtera
Alma mater Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Yogyakarta
Agama Islam

Ir. H.Tarmizi Saat, MM (lahir di Mendo Barat, Bangka, 26 Desember 1962; umur 54 tahun) adalah Bupati Bangka , Kepulauan Bangka Belitung, yang menjabat sejak 2013. Pria yang akrab dipanggil Bujoi adalah putra asli desa Kemuja, Kecamatan Mendobarat, Bangka. Dilahirkan di Desa Kemuja dari keluarga petani dikenal taat menjalankan agama. Desa Kemuja dikenal dengan sebutan Desa Santri, “gudang orang alim di Pulau Bangka”, karena kuatnya tradisi keagamaan dianut masyarakatnya.

Di bangku sekolah, Tarmizi dikenal menonjol dalam prestasi, baik akademik maupun olahraga, utamanya bola kaki yang menjadi kegemarannya hingga kini.

Sekolah Dasar ia tamatkan di desa kelahirannya. Selepas SD, kehidupan sebagai anak rantau pun mulai dilakoni Tarmizi. SMP ia tamatkan di SMP Karya Mentok, dengan tinggal bersama pamannya yang tinggal di kota sejarah tersebut. SMA ia selesaikan di SMAN 1 IKIP Yogyakarta. Gelar Insinyur (IR) diperoleh dari Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Yogyakarta (1988), dan gelar MM bidang Manajemen Pemasaran diperoleh dari Sekolah Tinggi Manajemen Labora Jakarta (2001).

Sempat bercita-cita sebagai Pengacara terkenal, Adnan Buyung Nasution idolanya, namun takdir berkehendak lain. Didasari niat untuk menyenangkan hati kedua orangtua, ia memutuskan menjadi PNS. Karier diawali tahun 1989 sebagai Kepala Cabang Dinas Tanaman Pangan Kecamatan Mendobarat, kampung halamannya. 1992 menjabat Pj. Kabag TU Unit Kerja Dinas Perkebunan, 1996 sebagai Kabag Penyusunan Program Setwilda, 1999 menjadi Kepala Dinas Perhutanan dan Konservasi Tanah. Tahun 2000 sebagai Kepala Dinas Perkebunan, 2001 menjabat sebagai Kabag Ekonomi dan Pembangunan, 2003 menjabat sebagai Pj. Asisten Pemerintahan dan Pembangunan, 2004 Asisten Administrasi, 2005 menjabat Kepala Dinas Pendapatan Daerah, dan sampai pada puncak kariernya di Pemerintah Kabupaten Bangka, sejak 2007-2013 menjabat sebagai Sekretaris Daerah. Pada tahun 2011, telah melaksanakan Diklat PIM Tingkat I (SEPATI) Angkatan XXII diselenggarakan LEMHANAS Jakarta. Sungguh sebuah perjalanan karier yang patut menjadi contoh bagi pelaku birokrasi di daerah. “Tarmizi tetap pada posisi Sekda karena loyalitas dan profesionalismenya dalam bekerja” ungkap Yusroni Yazid, SE., Bupati Bangka dalam pengantar Biografi “Tarmizi Saat, Urang Kampong, Santri Birokrat dari Mendobarat”.

Tarmizi dikenal sangat dekat dengan semua kelompok masyarakat. Dengan gaya bicara (logat) khas kampung, agamis, loyal, dan mudah bergaul. Di samping Sekda, seabrek jabatan di masyarakat pun diemban. Ketua Yayasan Masjid Agung dan Islamic Centre, Ketua Sekolah Tinggi Pertanian, Ketua organisasi berbagai cabang olahraga, dan pimpinan organisasi kepemudaan pernah dilakoninya. Ketua Kwarcab Pramuka Bangka, Ketua KAHMI Bangka, Wakil Ketua NU Bangka, Wakil Ketua IPHI Bangka, dan Ketua KORPRI Bangka dijalankan sampai saat ini.

Pria dikenal supel, mudah bergaul ini pagi hari rutin berolahraga beberapa cabang olahraga yang menjadi hobinya; sepak bola dan bersepeda. Disela berolahraga, ia sempatkan diri ngopi diwarung sambil beramah tamah dengan masyarakat.

Kegiatan keseharian yang telah biasa dilakukan meskipun telah menjabat Sekda terus dilakukan. Azan di masjid jika waktu solat tiba dan sudah kurang lebih 6 tahun menjadi narasumber tetap mewakili Pemerintah daerah untuk berdialog langsung dengan masyarakat melalui siaran rasio, RRI Sungailiat.

Telah menjadi tabiatnya, sangat peduli dan peka terhadap persoalan-persoalan yang muncul di masyarakat. Tidak segan-segan, Tarmizi turun tangan langsung membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat meskipun terkadang itu di luar bidang tugasnya. Bagi Tarmizi, selesaikan dulu persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dan risiko urusan belakangan. Walaupun akhirnya dapat merepotkan dirinya sendiri. Inilah salah satu dari sejuta alasan, mengapa Tarmizi maju sebagai calon Bupati Bangka 2013-2018.

Didahului oleh:
Yusroni Yazid
Bupati Bangka
2013
Diteruskan oleh:
-