Stimulus (fisiologi)

| Bagian dari seri |
| Biologi |
|---|
Dalam fisiologi, stimulus atau rangsangan[1] adalah suatu perubahan dalam lingkungan internal atau eksternal makhluk hidup. Perubahan ini dapat terdeteksi oleh organisme atau organ melalui kemampuan kepekaan, dan memicu reaksi fisiologis.[2] Reseptor sensorik dapat menerima rangsangan dari luar tubuh, seperti reseptor sentuh pada kulit atau reseptor cahaya pada mata, maupun dari dalam tubuh, seperti kemoreseptor dan mekanoreseptor.
Ketika sebuah rangsangan terdeteksi oleh reseptor sensorik, hal itu dapat menimbulkan reaksi refleks melalui proses transduksi rangsangan. Rangsangan internal sering kali menjadi komponen awal dari suatu sistem pengendalian homeostasis. Sementara itu, rangsangan eksternal mampu memicu respons sistemik di seluruh tubuh, seperti pada reaksi lawan-atau-lari.
Agar suatu rangsangan dapat terdeteksi dengan kemungkinan tinggi, tingkat kekuatannya harus melampaui ambang mutlak; apabila sinyal mencapai ambang ini, informasi akan diteruskan ke sistem saraf pusat (SSP), tempat sinyal tersebut diolah dan keputusan mengenai cara bereaksi diambil. Meskipun rangsangan umumnya memicu respons tubuh, keputusan akhir apakah sinyal tersebut menimbulkan reaksi atau tidak ditentukan oleh SSP itu sendiri.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Prescriptivist's Corner: Foreign Plurals Diarsipkan 17 Mei 2019 di Wayback Machine.: "Ahli biologi menggunakan bentuk stimuli, tetapi stimuluses juga umum digunakan."
- ↑ "Excitability – Latest research and news | Nature". www.nature.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 November 2021. Diakses tanggal 2021-08-08.