Simbol Olimpiade

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Simbol Olimpiade adalah ikon, bendera, dan simbol yang digunakan oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk mempromosikan Olimpiade. Beberapa — seperti lidah api, pawai yang meriah, dan tema — lebih umum digunakan selama kompetisi Olimpiade, tetapi yang lainnya, seperti bendera, bisa dilihat sepanjang tahun.

Moto[sunting | sunting sumber]

Moto Olimpiade adalah hendiatris Citius, Altius, Fortius, yang merupakan bahasa Latin untuk "Lebih Cepat, Lebih Tinggi, Lebih Kuat".[1] Moto ini dikemukakan oleh Pierre de Coubertin pada saat pembentukan Komite Olimpiade Internasional pada tahun 1894.

Coubertin mengambil moto tersebut dari temannya Henri Didon, seorang pastor Dominikan yang merupakan penggemar atletik.[2]

Coubertin mengatakan "Ketiga kata ini mewakili sebuah program kecantikan moral. Estetika olahraga tidak berwujud."[2] Moto ini diperkenalkan pada 1924 di Olimpiade Paris.[3] Moto yang lebih informal namun terkenal, juga diperkenalkan oleh Coubertin, adalah "Hal yang paling penting bukanlah untuk menang namun ikut berpartisipasi!" Coubertin memperoleh moto ini dari sebuah khotbah oleh Uskup Pennsylvania selama Olimpiade London 1908.[4]

Cincin[sunting | sunting sumber]

Simbol Olimpiade bercincin lima.

Cincinnya berupa lima cincin yang saling terkait, berwarna biru, kuning, hitam, hijau, dan merah di atas dasar putih, yang dikenal sebagai "cincin Olimpiade". Simbol ini awalnya dirancang pada 1912 oleh Baron Pierre de Coubertin, salah satu pendiri Olimpiade modern. Dia tampaknya bermaksud membuat cincin tersebut untuk mewakili lima benua yang berpartisipasi: Afrika, Asia, Amerika, Australia, dan Eropa.[5] Menurut Coubertin, warna-warna cincin bersama dengan latar berwarna putih tersebut mencakup warna-warna yang menyusun setiap bendera negara yang bertanding pada saat itu. Setelah pengenalan awalnya, Coubertin menyatakan hal berikut dalam Olympique edisi Agustus 1912:[6]

... enam warna tersebut [termasuk latar putih bendera] digabungkan dengan cara ini memancarkan kembali warna setiap negara tanpa kecuali. Biru dan kuning Swedia, biru dan putih Yunani, bendera triwarna Prancis, Inggris, Amerika Serikat, Jerman, Belgia, Italia, dan Hongaria, dan kuning dan merah Spanyol tercakup, begitu pula bendera inovatif dari Brasil dan Australia, dan bendera Jepang kuno dan Tiongkok modern. Bendera ini, benar-benar sebuah lambang internasional.

Dalam artikelnya yang diterbitkan dalam Olympic Revue, majalah resmi Komite Olimpiade Internasional pada November 1992, sejarawan Amerika, Robert Barney menjelaskan bahwa gagasan cincin yang saling terkait datang kepada Pierre de Coubertin saat dia menjadi pimpinan USFSA, sebuah asosiasi yang didirikan melalui gabungan dua asosiasi olahraga Prancis dan sampai tahun 1925, bertanggung jawab untuk mewakili Komite Olimpiade Internasional di Prancis: Lambang perserikatan tersebut adalah dua cincin yang saling terkait (seperti cincin pernikahan yang saling terkait khas vesica piscis) dan awalnya gagasan dari psikiater Swiss Carl Jung: baginya, cincin tersebut melambangkan kesinambungan dan umat manusia.[7]

Kongres 1914 ditangguhkan karena pecahnya Perang Dunia I, tetapi simbol dan bendera tersebut kemudian disetujui. Mereka secara resmi tampil perdana pada Olimpiade Musim Panas 1920 di Antwerpen, Belgia pada 1920.[8]

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "What is the Olympic motto?". International Olympic Committee. 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 September 2015. Diakses tanggal October 19, 2014. 
  2. ^ a b "Opening Ceremony" (pdf). International Olympic Committee. 2002. hlm. 3. Diakses tanggal 23 August 2012. ; "Sport athlétique", 14 mars 1891: "[...] dans une éloquente allocution il a souhaité que ce drapeau les conduise 'souvent à la victoire, à la lutte toujours'. Il a dit qu'il leur donnait pour devise ces trois mots qui sont le fondement et la raison d'être des sports athlétiques: citius, altius, fortius, ‘plus vite, plus haut, plus fort’.", cited in Hoffmane, Simone La carrière du père Didon, Dominicain. 1840 - 1900, Doctoral thesis, Université de Paris IV — Sorbonne, 1985, p. 926; cf. Michaela Lochmann, Les fondements pédagogiques de la devise olympique „citius, altius, fortius“
  3. ^ Games of the VIII Olympiad - Paris 1924 Diarsipkan 3 March 2007 di Wayback Machine.
  4. ^ "The Olympic Summer Games" (PDF). International Olympic Committee. October 2013. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 6 September 2015. Diakses tanggal 29 December 2015. 
  5. ^ Lennartz, Karl (2002). "The Story of the Rings" (PDF). Journal of Olympic History. 10: 32. Diakses tanggal 30 November 2016. 
  6. ^ Lennartz, Karl (2002). "The Story of the Rings" (PDF). Journal of Olympic History. 10: 31. Diakses tanggal 7 January 2016. De plus les six couleurs ainsi combinées reproduisent celles de toutes les nations sans exception. Le bleu et jaune de Suède, le bleu et blanc de Grèce, les tricolores français, anglais, américain, allemand, belge, italien, hongrois, le jaune et rouge d'Espagne voisinent avec les innovations brésilienne ou australienne, avec le vieux Japon et la jeune Chine. Voilà vraiment un emblème international. 
  7. ^ Robert Knight Barney (November 1992). "This Great Symbol" (PDF). Olympic Review (301). Diakses tanggal 29 December 2015. 
  8. ^ Findling, John E.; Pele, Kimberly D., ed. (30 March 2004). Encyclopedia of the Modern Olympic Movement. Greenwood Press. hlm. 65, 75. ISBN 978-0313322785. Diakses tanggal 29 December 2015. ((Perlu berlangganan (help)). 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]