Seni adu domba Garut

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Hewan domba yang merupakan hewan domestik masyarakat agraris di Tatar Pasundan mempunyai ragam fungsi baik sebagai hewan penghasil pupuk organik hingga menjadi wahana wisata kesenian ketangkasan adu domba. Di Babakan Siliwangi, Bandung, pada bulan tertentu setiap tahunnya digelar kesenian ketangkasan domba Garut yang diapresiasi dari berbagai daerah, khususnya di Pasundan, dan wilayah lainnya

Seni adu domba Garut adalah seni ketangkasan adu domba yang umumnya terdapat pada masyarakat Garut, Tatar Pasundan.[1]

Domba pada mayoritas masyarakat agraris di Tatar Pasundan merupakan jenis hewan ternak yang biasanya dimiliki selain sapi, ayam, dan bebek. Hewan ini selain digembalakan untuk memanfaatkan keberlimpahan rumput juga berguna sebagai penghasil pupuk organik yang dapat diinstensifikasikan penggunaannya pada upaya penyuburan ladang atau kebun rumahan pada umumnya. Selanjutnya, dalam sejarahnya domba sebagai hewan domestik masyarakat agraris ini kemudian berkembang menjadi seni tradisi adu ketangkasan.

Hikayatnya, sejarah tradisi seni ketangkasan domba Garut ini berawal dari masa pemerintahan Bupati Suryakanta Legawa sekitar tahun 1815-1829, ia sering berkunjung ke sejawat perguruannya bernama Haji Saleh yang mempunyai banyak domba. Sebagai sesama pemilik dan pecinta hewan domba, ia meminta salah satu domba sahabatnya yang dinamai Si Lenjang untuk dikawinkan dengan domba yang ada di Pendopo Kabupten yang bernama Si Dewa. Lenjang dan Dewa beranak Si Toblo, yang kemudian beranak-pinak menghasilkan keturunan domba Garut yang dikhususkan hanya sebagai hewan pada pentas seni adu tangkas yang berbeda dengan hewan domestik domba umumnya.

Kualifikasi dan perawatan keseharian domba khusus adu tangkas ini pun lebih tertata dan terawat. Makan, minum, hingga kesehatannya dijaga. Hingga umumnya, domba jenis ini mempunyai fisik yang kekar dengan berat sekitar 60-80 Kg, tanduk baplang (besar seperti kumis pria yang melebar), warna bulu kebanyakan putih dan telinga ngagiri. Perkembangan selanjutnya dari pemeliharaan domba garut mengarah pada dua sasaran utama, yaitu sebagai penghasil daging dan untuk kesenangan atau hobi, selain hewan domestik pendukung pertanian masyarakat agraris umumnya. Titik koordinat lokasi seni ketangkasan domba Garut umumya berada di titik 7° 15' 11" S, 107° 53' 46" E.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Seni adu domba Garut". disparbud.jabarprov.go.id. 23 Agustus 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 Sep 2015 22:03:01 UTC.