Seiji Maehara
Seiji Maehara 前原 誠司 | |
|---|---|
![]() | |
| Pemimpin bersama Nippon Ishin no Kai | |
| Masa jabatan 1 Desember 2024 – 8 Agustus 2025 | |
| Pemimpin | Hirofumi Yoshimura |
| Pemimpin Pendidikan Gratis untuk Semua | |
| Masa jabatan 30 November 2023 – 3 Oktober 2024 | |
Pendahulu Posisi dibentuk Pengganti Posisi dibubarkan | |
| Pemimpin Partai Demokrat | |
| Masa jabatan 1 September 2017 – 1 November 2017 | |
| Menteri Luar Negeri | |
| Masa jabatan 17 September 2010 – 7 Maret 2011 | |
| Perdana Menteri | Naoto Kan |
| Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata | |
| Masa jabatan 16 September 2009 – 17 September 2010 | |
| Perdana Menteri | Yukio Hatoyama Naoto Kan |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 30 April 1962 Kyoto, Jepang |
| Partai politik | Nippon Ishin no Kai (sejak 2024) |
| Afiliasi politik lainnya | Partai Baru (1992–1994) NPS (1994–1998) Partai Demokratik (1998–2016) DP (2016–2017) Kibō (2017–2018) DPFP (2018–2023) FEFA (2023–2024) |
| Almamater | Universitas Kyoto |
| Situs web | Situs resmi |
|
| |
Seiji Maehara (前原 誠司, Maehara Seiji, lahir 30 April 1962 ) adalah mantan Menteri Luar Negeri Jepang dan seorang legislator neo-konservatif. Selain sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Jepang, Maehara juga merupakan mantan pemimpin Partai Demokratik Jepang (DPJ). Dia pendukung revisi Pasal 9 dari Konstitusi Jepang. (Menurut sebuah pidato, ia memberi mengumumkan pencalonan ke kepala DPJ pada tanggal 14 September 2005, dia mendukung pelestarian bagian 1 tetapi menghapus ayat 2 Pasal ini.)
Pada tanggal 16 September 2009, ia mengambil jabatan kantor Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata dalam kabinet Perdana Menteri Yukio Hatoyama. Ia mengundurkan diri pasca di kabinet Perdana Menteri Naoto Kan, tetapi dipindahkan ke Menteri Luar Negeri pada bulan September 2010. Ia mengundurkan diri dari kabinet pada bulan Maret 2011 setelah ia mengakui menerima sumbangan ilegal dari seorang warga Korea Selatan di Jepang.[1] Pada 2016 Maehara bertanding untuk kepemimpinan Partai Demokrat, partai pengganti DPJ, dikalahkan oleh Renho. Ia kemudian menggantikan Renho sebagai pemimpin pada 1 September 2017 sampai pembubarannya akhir bulan itu.[2]
Maehara dipandang sebagai "elang perang Cina"[3][4] dan pendukung hubungan erat dengan Amerika Serikat.[5][6]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Maehara announces resignation over illegal donations from foreigner". Mainichi Daily News. 7 March 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-03-08. Diakses tanggal 7 March 2011.
- ↑ Struggling DP elects Maehara as next president. The Japan Times. Penulis — Tomohiro Osaki. Diterbitkan 1 September 2017. Diakses 17 September 2017.
- ↑ "Kan replaces over half of his Cabinet". Kyodo News. 17 September 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-13. Diakses tanggal 2010-09-17.
- ↑ "Japan's new foreign minister gets tough on China". Associated Press. 17 September 2010. Diakses tanggal 2010-02-12.
- ↑ "Factbox: Japan's new foreign minister Maehara". Reuters. 17 September 2010. Diakses tanggal 2010-09-17.
- ↑ "Japan's Premier Shuffles Cabinet". The New York Times. 17 September 2010. Diakses tanggal 2010-09-17.




