Sambungan neuromuskular
| Sambungan neuromuskular manusia | |
|---|---|
Pada sambungan neuromuskular, serabut saraf dapat menghantarkan sinyal ke otot dengan melepaskan ACh (dan zat-zat lainnya), menyebabkan otot berkontraksi. | |
Tampak skematis sambungan neuromuskular | |
| Rincian | |
| Pengidentifikasi | |
| Bahasa Latin | synapssis neuromuscularis; junctio neuromuscularis |
| MeSH | D009469 |
| TH | H2.00.06.1.02001 |
| FMA | 61803 |
| Daftar istilah anatomi | |
Sambungan neuromuskular (atau sambungan mioneural) adalah sinapsis kimia yang dibentuk oleh kontak antara neuron motorik dan serat otot.[1] Pada sambungan neuromuskular inilah neuron motorik dapat mengirimkan sinyal ke serat otot, yang menyebabkan kontraksi otot.
Otot memerlukan persarafan untuk berfungsi dan menghindari atrofi. Transmisi sinaptik pada sambungan neuromuskular dimulai ketika sebuah potensial aksi mencapai terminal prasinaptik dari neuron motorik, yang mengaktifkan kanal ion yang memungkinkan ion kalsium memasuki neuron. Ion kalsium memicu pelepasan neurotransmitter dari neuron motorik ke dalam celah sinaptik. Pada vertebrata, neuron motorik melepaskan asetilkolina (ACh), sejenis neurotransmitter, yang kemudian berdifusi melintasi celah sinaptik dan berikatan dengan reseptor nicotinic acetylcholine (nAChRs) pada sarcolemma. Pengikatan asetilkolin ke reseptor dapat mendepolarisasi serat otot, yang pada akhirnya akan menghasilkan kontraksi otot.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Levitan, Irwin; Kaczmarek, Leonard (August 19, 2015). "Intercellular communication". The Neuron: Cell and Molecular Biology (Edisi 4th). New York, NY: Oxford Univerty Press. hlm. 153–328. ISBN 0199773890.