Sabuk-V

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian


Sabuk-V atau V-belt adalah salah satu transmisi penghubung yang terbuat dari karet dan mempunyai penampang trapesium. Dalam penggunaannya sabuk-V dibelitkan mengelilingi alur puli yang berbentuk V pula. Bagian sabuk yang membelit pada puli akan mengalami lengkungan sehingga lebar bagian dalamnya akan bertambah besar (Sularso, 1991:163).

Sabuk-V banyak digunakan karena sabuk-V sangat mudah dalam penangananya dan murah harganya. Selain itu sabuk-V juga memiliki keungulan lain di mana sabuk-V akan menghasilhan transmisi daya yang besar pada tegangan yang relatif rendah serta jika dibandingkan dengan transmisi roda gigi dan rantai, sabuk-V bekerja lebih halus dan tak bersuara. Sabuk-V selain juga memiliki keungulan dibandingkan dengan transmisi-transmisi yang lain, sabuk-V juga memiliki kelemahan di mana sabuk-V dapat memungkinkan untuk terjadinya slip.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

V-belt terbuat dari karet dengan inti tenunan tetoron atau semacamnya dan mempunyai penampang trapesium, v-belt dibelitkan disekeliling alur puli yang membentuk V pula. Bagian sabuk yang sedang membelit pada puli ini mengalami lengkungan sehingga lebar bagian dalamnya akan bertambah besar. Gaya gesekan juga akan bertambah karna pengaruh bentuk gaji yang akan enghasilkan transmisi daya yang besar pada tegangan yang relatif rendah, hal ini merupakan salah satu keunggulan V- belt bekerja lebih halus dan tidak bersuara.

V-BELT adalah Sabuk atau belt terbuat dari karet dan mempunyai penampung trapezium. Tenunan, teteron dan semacamnya digunakan sebagai inti sabuk untuk membawa tarikan yang besar. Sabuk V dibelitkan pada alur puli yang berbentuk V pula. Bagian sabuk yang membelit akan mengalami lengkungan sehingga lebar bagian dalamnya akan bertambah besar.

Keuntungan Memakai V-Belt

V-Belt Mempunyai kelebihan daripada penggunakan rantai dan sproket.Berikut ini adalah Kelebihan Yang Dimiki Oleh V-Belt:

  • V-Belt digunakan untuk mentransmisi daya yang jaraknya relatif jauh.
  • Kecilnya faktor slip.
  • Mampu digunakan untuk putaran tinggi.
  • Dari segi Harga V-Belt relatif lebih murah dibanding dengan element transmisi yang lain.
  • Sisitem Operasi menggunakan V-belt Tidak Berisik (Noise Kecil) dibandingkan dengan chain
Fungsi V-Belt

V-BELT digunakan untuk mentransmisikan daya dari poros yang satu ke poros yang lainnya melalui pulley yang berputar dengan kecepatan sama atau berbeda. Puli V-belt merupakan salah satu elemen mesin yang berfungsi untuk mentransmisikan daya seperti halnya sproket rantai dan roda gigi.

Bahan V-Bet

Bahan dari V-Belt itu sendiri terdiri dari:

  • Canvas (kampas/kain mota/Terpal) Berfungsi sebagai bahan pengikat struktur karet.
  • Rubber (Karet) berfungsi sebagai Elastisitas dari V-belt dan menjaga agar V-belt tidak Slip.
  • Cord (Kawat Pengikat) berfungsi penguat agar V-Belt Tidak Gampang Putus.
Jenis Dan Tipe V-Belt

V-belt terdiri dari beberapa tipe yang digunakan sesuai dengan kebutuhan. Tipe yang tesedia A,B,C,D dan E.Berikut Tipe V-belt Bendasarkan bentuk dan kegunaaannya:

  • Tipe standar. ditandai huruf A, B, C, D, & E
  • Tipe sempit. ditandai simbol 3V, 5V, & 8V
  • Tipe beban ringan. ditandai dengan 3L, 4L, & 5L

Referensi[sunting | sunting sumber]