Rachmat HS

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Rachmat HS
Informasi pribadi
Lahir 16 September 1963 (umur 55)
Bendera Indonesia Jakarta
Kebangsaan  Indonesia
Partai politik HANURA.jpg Partai Hati Nurani Rakyat

Rachmat HS, lebih dikenal dengan nama Bang Rachmat (lahir di Jakarta, 16 September 1963; umur 55 tahun) adalah politisi Betawi. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Paramuda biasamenyapanya sebagai Bang Rachmat. Sapaan "bang" tidak hanya sekedar sebuah sapaan dari orang yang usianya lebih muda disbanding orang yang disapa. Tapi juga merupakan sapaan kehormataan dimana orang disapa pantas dihormati dan dihargai. Dan di kalangan paramuda, Rahmat memang ditokohkan. Dia aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan.

Lahir dari pasangan Hasan Djahir dan H.Saini, ia menikah dengan Sulastri dan dianugrahi tiga orang anak yakni; Edo Prasetyo, M.Ramadhan dan Laras putri. Pendidikan SD,SMP,STM Boedi Oetomo dan saat ini tengah menyelesaikan SI di Universitas Bung Karno Jakarta. Sejak muda ia aktif di Karang Taruna dan KNPI, sempat menjadi salah satu ketua DPP KNPI dan Bendahara Umum DPP KNPI. Raat memiliki kemampuan orasi yang sangat baik, ia sempat menjadi juara Lomba Pidato tingkat Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Kemampuan retorika dan percaya diri yang kuat menjadi modal baginya dalam berorganisasi, ia memiliki segudang pengalaman berorganisasi antara lain; ketua Pemuda Tarbiyah Islamiyah Indonesia (IPTI), Ketua Umum FK Satgasos Indonesia, Ketua Umum Forum Pemuda Betawi, wakil Ketua PBSI DKI Jakarta.

Selain aktif di organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan ia juga aktif dibidang politik, ia pernah menjabat wakil bendahara Partai Golkar DKI Jakarta, 2008. Saat ini menjabat sebagai wakil ketua Partai HANURA DKI Jakarta.

Rahmat HS bagi kalangan masyarakat Betawi dikenal sebagai pemuda yang fenomenal, karena gaya (style) yang terkadang menembus batas kelaziman bagi orang Betawi, la bertekad mem-Betawi-kan seluruh anak bangsa, dengan memberikan penghargaan dan mengangkat tokoh-tokoh nasional maupun lokal sebagai anggota kehormatan Forum Pemuda Betawi. Anak-anak Betawi diboyong keluar negeri disetiap tahunnya, Negara yang telah dikunjunginya antara lain; Malaysia (2005), Singapura (20050, Thailand (2006), Brunai Darussalam (2007), Vietnam (2010), Hongkong dan Macau (2011).

Kegigihannya membangun pnngan dengan siapapun membuatnya memiliki banyak celah dalam menghadapi masalah, ketika sebagian anak-anak Betawi lebih memilih membentuk organisasi kebetawian berbasis masa ia lebih memilih organisasi kepemudaan betawi dengan tidak terlalu banyak personil namun mencitrakan organisasi tersebut dengan segudang kegiatan yang terkdang dimunculkan secara spontan. Hampir semua hotel besar di Jakarta pernah digunakan untuk menyelenggarakan diskusi publik, dengan menghadirkan beranekaragam tokoh, "Beginilah cara Forum Pemuda Betawi bersilaturahmi', katanya.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]