Lompat ke isi

Qatadah bin Da'amah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Qatadah bin Di'amah)

Qatadah bin Di'amah as-Sadusi, Abu al-Khattab, (bahasa Arab: ‏قتادة بن دعامة السدوسي، أبو الخطاب; Qatādah bin Diʿāmah as-Sadūsī, Abūʾl-Khaṭṭāb) (meninggal 735736), adalah seorang perawi hadis dari kota Basrah, Irak lahir pada 61 H.

Kitab al-manāsik

Imam Qatadah berasal dari suku Al-Sadus, bagian dari Bani Syaiban yaitu suku Arab bagian utara. Ia merupakan seorang yang tuna netra dan mengandalkan kekuatan memorinya. Ia menghabiskan beberapa tahun hidupnya untuk belajar dan menyertai Hasan al-Basri.

Qatādah mendapatkan riwayat di antaranya dari Anas bin Malik, Abi al-Thufayl, Ibnu Sirin, ‘Ikrimah, 'Athā' bin Abi Rabbāh. Qatādah memiliki daya ingat kuat, pengetahuan luas tentang bahasa, syair, sejarah, dan geneologi Arab. Ibnu Sirin memuji daya ingat Qatādah yang dinilainya luar biasa. Tak kurang dari Sa'id bin al-Musayyib yang menganggapnya tokoh Irak terbaik. Saat diperbandingkan dengan Makhul, al-Zuhrī memilih Qatādah sebagai tokoh yang lebih baik. Abū Hātim pernah mendengar Ahmad bin Hanbal menerangkan tentang Qatādah dengan panjang lebar karena keistimewaannya. Menurut Abū Hātim, Qatādah merupakan murid terbaik Anas bin Malik setelah al-Zuhrī.[1]

Abū 'Amr bin al-‘Allā' mencukupkan diri pada tafsir Qatādah ketika ditanya oleh Ma'mar tentang lafadz muqrinīn pada QS. al-Zukhruf (43):13 yaitu mutīqīn: orang-orang yang berkemampuan atau kuat. Ibnu Sa'd menilai Qatādah tepercaya dan ahli Hadis (hujjah fī al-hadīts). Ibnu Hibbān menilai Qatādah termasuk ulama yang mumpuni di dalam bidang Al-Qur'ān dan fikih serta kuat daya ingatnya.[1]

Menurut riwayat Al-Mizzi dan Adz-Dzahabi, Qatadah wafat tahun 117 H / 735 M ketika terjadi wabah penyakit di daerah Wasith di usia 56 tahun.

Peringkat

[sunting | sunting sumber]

Peringkat Qatadah menurut para ulama adalah:[2]

Jumlah Hadis yang diriwayatkan dari Qatadah adalah:[2]

  • Imam Bukhari: 273
  • Imam Muslim: 247
  • Imam Abu Dawud: 217
  • Imam at Tirmidzi: 210
  • Imam an Nasa'i: 282
  • Imam Ibnu Majah: 154
  • Imam Ahmad: 1532
  • Imam al-Darimi: 127

Bibliografi

[sunting | sunting sumber]
  • Josef van Ess: Theologie und Gesellschaft im 2. und 3. Jahrhundert Hidschra. Eine Geschichte des religiösen Denkens im frühen Islam. Band II. Berlin-New York 1992. S. 135-145.
  • Muhammad ibn Saʿd: Biographien der Basrier von der dritten Klasse bis zum Ende und der Traditionarier in anderen Teilen des Islams (Hrsg. Eduard Sachau). Brill, Leiden 1918. Bd. VII. Theil II. S. 1–3. S. XXXIV (Inhaltsangabe in deutscher Sprache; Digitalisate: UB Halle, archive.org)
  • Charles Pellat: Art. "Qatāda ibn Diʿāma" in The Encyclopaedia of Islam. New Edition. Bd. IV, S. 748.
  • Fuat Sezgin: Geschichte des arabischen Schrifttums. Brill, Leiden 1967. Bd. 1, S. 31–32.
  1. 1 2 Affani, Syukron (2019-03-04). Tafsir Al-Qur'an dalam Sejarah Perkembangannya. Kencana. hlm. 128. ISBN 978-602-422-704-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-10. Diakses tanggal 2015-08-31.