Polipropilen

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Polypropylene)
Lompat ke: navigasi, cari
Polypropylene
Gambar
Gambar
Gambar
Identifikasi
Nomor CAS 9003-07-0
ChemSpider none
Sifat
Rumus molekul (C3H6)n
Densitas 0.855 g/cm3, amorphous

0.946 g/cm3, crystalline

Titik lebur
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku
pada temperatur dan tekanan standar (25 °C, 100 kPa)

Sangkalan dan referensi

Polipropilen ( PP ), disebut juga dengan polipropen, adalah termoplastik yang terbuat dari monomer propilena yang memiliki sifat kaku, tidak berbau, [1] dan tahan terhadap bahan kimia pelarut, asam, dan basa. Banyak digunakan dalam berbagai aplikasi seperti : komponen otomotif, pengeras suara, peralatan laboratorium, wadah atau kontainer yang digunakan berulang kali, alat tulis, tekstil (misalnya : tali, kain dan karpet), dan banyak lagi produk sehari hari yang menggunakan bahan plastik polipropilen (PP).[2] Plastik jenis ini memiliki sifat licin sehingga banyak jenis lem yang tidak bisa melekat pada permukaannya, dan untuk menggabungkan bahan ini sering dengan proses pengelasan. Pada tahun 2013 sudah dipasarkan sekitar 55 juta metrik ton plastik Polipropilen di pasar global.[3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1951 polimerisasi propilen oleh Phillips Petroleum kimia J. Paul Hogan dan Robert L[4], berikutnya Giulio Natta bersama dengan kimiawan Jerman Karl Rehn melakukan polimerisasi terhadap polimer Polipropilen pada Maret 1954[5], namun semua masih tahap rintisan sedangkan produksi komersial skala besar polipropilena isotaktik oleh perusahaan Italia Montecatini sejak 1957[6]. Propilen sindiotaktik juga pertama kali disintesis oleh Natta dan rekan-rekan kerjanya.

Polipropilen adalah plastik yang paling penting kedua dengan pendapatan diperkirakan akan melebihi US $ 145 miliar pada 2019. Penjualan bahan ini diperkirakan akan tumbuh pada tingkat 5,8% per tahun sampai dengan tahun 2021.[3]

Sifat fisik dan kimia[sunting | sunting sumber]

Polipropilen memiliki banyak kemiripan dengan polietilen, terutama dalam sifat listrik, mekanik dan tahan terhadap panas pada waktu digunakan, sedangkan untuk ketahan terhadap kimia lebih rendah [7]:19. Sifat-sifat propilena sangat tergantung pada berat molekul dan distribusi berat molekul, kristalinitas, jenis dan proporsi komonomer (jika digunakan) dan isotacticity Kepadatan PP adalah 0,895-0,92 g / cm³ , dengan demikian PP merupakan plastik standar yang memiliki kepadatan terendah, artinya apabila sebuah cetakan yang sama digunakan untuk memproduksi plastik maka PP hasilnya akan lebih ringan dibanding dengan polietilen, dikarenakan kepadatan polietilen sangat signifikan dalam mengisi ruang cetakan [7]:24 .

Modulus elastisitas dari PP adalah 1300-1800 N / mm² . PP memiliki sifat alot dan kaku sehingga memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap kelelahan, untuk alasan itu PP digunakan untuk aplikasi engsel (hinge ) atau aplikasi lain yang memungkinkan penggunaan lipat dan tekuk dari sebuah aktifitas.[8]

isotaktik PP

Titik leleh[sunting | sunting sumber]

Titik leleh PP terjadi pada suatu rentang tergantung bahan ataktik dan kristalinitasnya, sehingga titik lebur ditentukan dengan menentukan suhu tertinggi dari scanning grafik diferensial kalorimetri. Sindiotaktik PP dengan kristalinitas 30 % memiliki titik leleh 130 ° C ( 266 ° F ), PP dengan isotaktik sempurna memiliki titik leleh 171 ° C ( 340 ° F ), isotaktik PP komersial memiliki titik leleh yang berkisar 160-166 ° C ( 320-331 ° F ) 130 °C (266 °F).[8] sedangkan suhu dibawah 0 ° C , mengakibatkan PP menjadi rapuh [9]:247

Pengolahan[sunting | sunting sumber]

PP cocok untuk proses produsi pada mesin injection molding, ekstrusi, blow molding, Thermoforming, benang tenun untuk produksi kain, bisa juga dibuat busa meskipun polipropilen memiliki energi permukaan yang rendah hal ini dapat diatasi dengan mencetak atau membentuk sesuai dengan kebutuhan.[3].

Tabung ukur dan produk lainya diproduksi dengan bahan Polipropilen ( PP )


EPP (expanded polypropylene)[sunting | sunting sumber]

Polipropilen (EPP/expanded polypropylene) sejak tahun 2001, polipropilen (EPP) mulai populer dalam aplikasi sebagai bahan struktural dari pesawat radio kontrol, berbeda dengan busa polistirena (EPS) busa yang terbentuk mudah menciut ketika terkena dapak tekanan dan beban. Busa polipropilen (EPP) mampu menyerap dampak kinetik yang sangat baik dan tetap mempertahankan bentuk awalnya tanpak terkoyak selainitu dapat kembali kebentuk semula dengan cepat, EPP sangat kimia inert sehingga banyak jenis lem yang bisa dipergunakan [10] .


Degradasi[sunting | sunting sumber]

Rantai polipropilen ( PP ) diketahui mengalami degradasi dikarenakan paparan panas dan sinar UV dari matahari. Atom karbon tersiernya berlubang karena mengalami oksidasi, dari sini kemudia terbentuk radikal bebas yang bereaksi lebih lanjut dengan oksigen yang diikuti dengan pemotongan rantai untuk menghasilkan aldehid dan asam karboksilat. Dalam aplikasi eksternal akan ditemukan retakan halus yang kemudian menjadi melebar dan bertambah parah seiring dengan waktu dan paparan radiasi yang terjadi. Oleh karenanya penambahan karbon dapat dipergunakan untuk mengurangi kerusakan yang ditimbulkan UV, sementara anti oksidan bisa ditambahkan untuk mengurangi terjadinya degradasi polimer [11].

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  1. ^ bfr.zadi.de/kse/resources/pdf/070.pdf
  2. ^ "Plastics the Facts 2014/2015 auf plasticseurope.org" (dalam German). Diakses tanggal 2015-06-10. 
  3. ^ a b c "Market Study: Polypropylene (3rd edition)". Ceresana. 
  4. ^ Stinson, Stephen (9 March 1987). "Discoverers of Polypropylene Share Prize". Chemical & Engineering News (Volume 65, Number 10) (American Chemical Society). p. 30. doi:10.1021/cen-v065n010.p030. 
  5. ^ Morris, Peter J. T. (2005). Polymer Pioneers: A Popular History of the Science and Technology of Large Molecules. Chemical Heritage Foundation. p. 76. ISBN 0-941901-03-3. 
  6. ^ This week 50 years ago in New Scientist 28 April 2007, p. 15
  7. ^ a b Tripathi, D. (2001). Practical guide to polypropylene. Shrewsbury: RAPRA Technology. ISBN 1859572820. 
  8. ^ a b Maier, Clive; Calafut, Teresa (1998). Polypropylene: the definitive user's guide and databook. William Andrew. p. 14. ISBN 978-1-884207-58-7. 
  9. ^ Kaiser, Wolfgang (2011). Kunststoffchemie für Ingenieure von der Synthese bis zur Anwendung (3. ed.). München: Hanser. ISBN 978-3-446-43047-1. 
  10. ^ Sadighi, Mojtaba; Salami, Sattar Jedari (2012). "An investigation on low-velocity impact response of elastomeric & crushable foams". Central European Journal of Engineering 2 (4): 627–637. Bibcode:2012OEng....2..627S. doi:10.2478/s13531-012-0026-0. 
  11. ^ Cacciari, I.; Quatrini, P.; Zirletta, G.; Mincione, E.; Vinciguerra, V.; Lupattelli, P.; Giovannozzi Sermanni, G. (1993). "Isotactic polypropylene biodegradation by a microbial community: Physicochemical characterization of metabolites produced". Applied and Environmental Microbiology 59 (11): 3695–3700. PMC 182519. PMID 8285678. 


Pranala luar[sunting | sunting sumber]